Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Submite Artikel Jurnal Ilmiah Julaika Julaika; Ika Setiawati; Novia Salwita
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Submit Artikel Ilmiah merupakan salah satu bentuk kontribusi akademik yang penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta penyebarluasan hasil penelitian. Tujuan Penelitian untuk mengetahui submit artikel ke jurnal ilmiah, untuk mengetahui Open Journal System, untuk mengetahui langkah-langkah submit artikel ke jurnal ilmiah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur, seperti buku, artikel ilmiah, pedoman publikasi, dan panduan penggunaan Open Journal System Data tersebut digunakan untuk memahami tahapan submit artikel, mulai dari persiapan naskah, penyesuaian dengan template jurnal, registrasi akun pada Open Journal System Data di analisis menggunakan analisis deskriptif, yaitu dengan mengelompokkan informasi berdasarkan tahapan proses submit artikel ke jurnal ilmiah, kemudian menjelaskan hasil proses submit artikel ke jurnal ilmiah, kemudian menjelaskan hasil kajian secara runtut dan mudah dipahami sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai prosedur publikasi kemudian menjelaskan hasil kajian secara runtut dan mudah dipahami sehingga dapat memberikan kajian secara runtut dan mudah dipahami sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai prosedur publikasi artikel ilmiah kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, submit artikel merupakan proses pengajuan naskah ilmiah kepada jurnal untuk melalui tahapan pemeriksaan editor, penilaian reviewer, revisi, hingga keputusan publikasi. Kedua, Open Journal System merupakan sistem manajemen jurnal berbasis web yang memfasilitasi seluruh proses publikasi secara daring, mulai dari registrasi penulis, pengunggahan naskah, pengisian metadata, proses review, revisi, hingga penerbitan artikel. Proses submit artikel melalui Open Jounal System meliputi registrasi akun, login, pemilihan jurnal, pengisian metadata, pengunggahan naskah dan dokumen pendukung, konfirmasi pengiriman, serta pemantauan status artikel melalui dashboard.
Metode Penyadaran Nurani dalam Pendidikan Islam Persepektif Buya Hamka Muhajir Darwis; Nur Afifah Thohiroh; Nabila Martha Riska; Aisah; Fika Safitri; Novia Salwita; Muhammad Rafizal
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 9 No. 2 (2026): Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v9i2.5718

Abstract

Penelitian ini berangkat dari keprihatinan terhadap fenomena krisis moral yang terus melanda dunia pendidikan Islam, di mana terjadi jurang yang semakin lebar antara pengetahuan keagamaan yang dikuasai peserta didik dengan perilaku nyata mereka dalam kehidupan sehari-hari. Kajian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis metode penyadaran nurani (tarbiyah al-wijdan) dalam pendidikan Islam sebagaimana dirumuskan oleh Buya Hamka, ulama dan cendekiawan besar Indonesia abad ke-20. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), bersumber dari karya-karya pokok Hamka seperti Tasawuf Modern, Falsafah Hidup, Lembaga Hidup, Lembaga Budi, dan Tafsir Al-Azhar, yang diperkaya oleh referensi sekunder berupa jurnal dan buku terbitan sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga metode utama: pertama, tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) sebagai pondasi moral pendidikan; kedua, penyelarasan akal di bawah tuntunan wahyu sebagai jembatan antara rasionalitas dan spiritualitas; ketiga, pembiasaan ibadah yang berlandaskan keikhlasan sebagai sarana transformasi batin yang berkelanjutan. Hamka meyakini bahwa pendidikan yang sesungguhnya mesti mampu menembus lapisan terdalam kesadaran manusia agar kebaikan moral tumbuh organik dari dalam, bukan sekadar dibebankan dari luar. Temuan ini mempertegas bahwa pemikiran pendidikan Hamka menawarkan kerangka yang berpijak pada spiritualitas dan amat relevan untuk merespons krisis karakter dalam pendidikan Islam kontemporer.