Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Moderasi Beragama, Pendidikan Islam, dan Kolonialisme Budaya dalam Film Pesta Babi Vicka Artiviana Dewi; Lailatuz Zahro Azizah; Syafa Athaya Ghaida; Yasmin Syifa’ Iffatin; Dinda Asna Musakinah; Rahma Finanda Isnaini; Muhammad Decky Fernanda; Tista Aura Mukti; Arditya Prayogi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 7 (2026): JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita menampilkan tradisi masyarakat adat Papua, penyempitan ruang hidup, dan perlawanan kultural sebagai persoalan yang berkaitan dengan moderasi beragama. Artikel ini mengkaji bagaimana film tersebut dapat dibaca sebagai teks pembelajaran pendidikan Islam, terutama untuk menumbuhkan literasi budaya, toleransi, dan penghormatan terhadap kearifan lokal. Penelitian menggunakan analisis film dokumenter kualitatif dengan teknik analisis isi visual-naratif. Unit analisis meliputi adegan, narasi, simbol budaya, interaksi sosial, serta representasi klaim masyarakat adat atas tanah dan tradisi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Atatbon atau Pesta Babi bukan sekadar ritual makan bersama, melainkan pranata sosial yang menjaga solidaritas, ketahanan pangan, dan akomodasi lintas agama. Film ini juga memperlihatkan kolonialisme budaya melalui penyempitan ruang hidup masyarakat adat akibat pembangunan skala besar dan konversi hutan. Dalam perspektif moderasi beragama, film memperlihatkan komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi lokal. Bagi pendidikan Islam, film ini dapat menjadi kasus kontekstual untuk mengajarkan kemampuan membedakan keteguhan akidah dari etika sosial dalam masyarakat majemuk.