Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peran Kepala Sekolah dan Komite dalam Mengembangkan Program Kegiatan untuk Mendukung Karakter Peduli Sosial pada Anak di RA Al-Amanah Cilegon Hilda Hasanah; Umayah Umayah; Teguh Fachmi; Muhiyatul Huliyah; Hunainah Hunainah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 7 (2026): JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepala sekolah memiliki peran sentral sebagai pemimpin dan penggerak utama dalam pengembangan karakter peduli sosial pada anak. Kepala sekolah dan komite mengadakan kegiatan untuk mendukung karakter peduli sosial anak seperti : bakti sosial, kunjungan panti asuhan, penggalangan dana, kegiatan berbagi makanan, gerkan peduli lingkungan. Perkembangan peduli sosial pada anak sangat penting dilakukan kepala sekolah, guru dan komite di sekolah. Sekolah membentuk karakter peduli sosial pada anak, nilai-nilai dari karakter peduli sosial, dengan memberikan bimbingan, pemahaman dan keyakinan supaya karakter peduli sosial emosional yang ada pada peserta didik semakin berkembang dan dapat ditanamkan dengan baik dan penuh kesadaran. Namun pada kenyataannya masih banyak peserta didik yang memiliki karakter peduli sosial kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah dan komite dalam mengembangkan program kegiatan yang mendukung karakter peduli sosial pada anak di RA Al-Amanah kota Cilegon dan sebarapa jauh perkembangannya terhadap anak. Adapun teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik analisa data yang peneliti gunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang peneliti lakukan dapat disimpulkan adalah kepala sekolah dan komite telah melakukan kerja sama atau berkolaborasi melakukan perannya dalam mengembangkan program kegiatan yang mendukung sikap peduli sosial pada anak dengan baik. Peran tersebut diantaranya : 1. Kepala sekolah sebagai pendidik, 2. Kepala sekolah sebagai manajer, 3. Kepala sekolah sebagai pengadministrasian, 4. Kepala sekolah sebagai pengawas. 5. Kepala sekolah sebagai pemimpin 6. Kepala sekolah sebagai motivasi. Adapun komite sekolah : 1. Komite sekolah sebagai pertimbangan, 2. Komite sekolah sebagai pendukung, 3. Komite sekolah sebagai pengontrolan, 4. Komite sekolah sebagai mediator.
Strategi Kepala Sekolah dalam Pengembangan Profesionalisme Guru PAUD Non Linier Di PAUD BKB Kemas Al-ikhlas Susyanti Susyanti; Umayah Umayah; Wulan Fauzia; Hunainah Hunainah; Muhiyatul Huliyah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepala sekolah merupakan faktor terpenting dalam memajukan lembaganya. Kepala sekolah juga diharuskan untuk mempunyai strategi-strategi khusus yang dapat meningkatkan pembelajaran, kurikulum, kinerja guru dan juga profesionalisme guru, terlebih lagi pada para guru non linier yang memiliki latar belakang bukan guru pendidikan anak usia dini. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis strategi yang dilakukan kepala sekolah untuk pengembangan profesionalisme guru paud non linear di PAUD BKB Kemas Al-ikhlas, menganalisis profesionalisme guru paud non linear di PAUD BKB Kemas Al-ikhlas, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat dari strategi yang dilakukan kepala sekolah dalam pengembangan Profesionalisme guru paud non linear di PAUD BKB Kemas Al-ikhlas. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kepala sekolah, profesionalisme guru dan juga faktor pendukung dan penghambatnya. Objek penelitiannya adalah kepala sekolah dan juga empat guru PAUD non linier. Teknik pengumpulan datanya berupa lembar observasi, wawancara dan dokumentasi. Serta analisis data yang digunakan yaitu melalui beberapa tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data serta kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa strategi kepala sekolah sudah diterapkan dengan cukup optimal di PAUD BKB Kemas Al-ikhlas. Profesionalisme guru PAUD non linier di PAUD BKB Kemas Al-ikhlas juga sudah cukup baik. Dan terdapat beberapa faktor pendukungnya yaitu terjalinnya hubungan yang baik antara kepala sekolah dan juga para guru PAUD non linier di lingkungan sekolah, media pembelajaran yang edukatif untuk proses pembelajaran, serta sarana dan prasarana yang memadai untuk keberlangsungan proses kegiatan pembelajaran. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu anggaran biaya yang kurang memadai dan keterbatasan guru linier yang lebih kompeten.
Pengaruh Permainan Edukatif Puzzle terhadap Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun Di RA Al-Wardah Pandeglang Hernisyah Hernisyah; Yahdinil Firda Nadhirah; Wulan Fauzia; Umayah Umayah; Muhiyatul Huliyah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kognitif merupakan salah satu aspek penting yang harus distimulasi sejak usia dini karena berperan dalam kemampuan anak untuk berpikir logis, mengenal pola, berhitung, dan menyelesaikan masalah sederhana. Berdasarkan hasil observasi awal di RA Al-Wardah Pandeglang, ditemukan bahwa sebagian anak usia 5-6 tahun masih memiliki perkembangan kognitif yang belum optimal, seperti belum lancar dalam menyebutkan dan menghitung bilangan 1-10, serta kesulitan mencocokkan lambang bilangan dengan jumlah benda. Kondisi ini menunjukkan perlunya stimulasi melalui metode pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, salah satunya adalah permainan edukatif puzzle. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun di RA al-wardah pandeglang, untuk mendeskripsikan bagaimana permainan edukatif puzzle di RA al-wardah pandeglang, dan untuk mendeskripsikan pengaruh permainan edukatif puzzle terhadap kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun di RA al-wardah pandeglang. penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain pre eksperimental. Teknik pengumpulan data menggunakan uji pretest posttest. Pada penelitian ini yang menjadi subjek adalah kelompok B RA al-wardah pandeglang. kelas B2 sebagai kelas eksperimen tidak ada pembanding one group pretest posttest. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis inferensial uji normalitas (uji shapiro-wilk). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil SPSS versi 25, uji hipotesis menggunakan uji paired sample t-test diperoleh t-hitung sebesar -13.817 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Maka berdasarkan kriteria uji dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti bahwa terdapat pengaruh permainan edukatif puzzle terhadap kemampuan kognitif anak. Hal ini juga dibuktikan hasil perhitungan uji paired sample t-test menunjukkan bahwa nilai cohen’s d adalah sebesar 1,50 termasuk dalam kategori pengaruh sangat besar.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU DENGAN MENGGUNAKAN METODE COACHING STUDI DESKRIPTIF DI RAUDHATUL ATHFAL CAKUNG TIMUR Lutfiyah Filliza Amalia; Umayah Umayah; Nana Suryapermana
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 13, No 1 (2026): JPP PAUD Untirta
Publisher : Early Childhood Teacher Education Department UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpppaud.v13i1.38830

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang dilakukan kepala sekolah dalam pengembangan komptensi guru dengan menggunakan metode coaching, mengetahui hasil strategi kepala sekolah dalam menyesuaikan metode coaching ini dalam pengembangan kompetensi guru, mengetahui hambatan yang mempengaruhi strategi kepala sekolah dalam pengembangan kompetensi guru. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penulisan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Penulisan ini menggunakan sampel sebanyak enam guru dan tiga kepala sekolah. Hasil penulisan menunjukkan bahwa: Strategi yang dilakukan kepala sekolah melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi serta metode coaching meliputi komunikasi dua arah. Hambatan yang dihadapi yaitu keterbatasan waktu serta kurangnya evaluasi lanjutan mengenai sesi coaching dan perbedaan pendapat antara guru yang lain. Metode coaching terbukti menjadi pendekatan yang efektif dalam mengembangkan dan mengarahkan guru secara berkelanjutan.
Peran Kepala Sekolah dalam Mengelola Alat Permainan Edukatif untuk Mengembangkan Sosial Emosional Anak di TKIT Auladi Islami Kabupaten Tangerang Firda Ananda Putri; Umayah Umayah; Muhiyatul Huliyah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran kepala sekolah dalam mengelola alat permainan edukatif (APE) untuk mengembangkan sosial emosional anak di TKIT Auladi Islami Kabupaten Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan subjek kepala sekolah dan objek berupa proses pengelolaan APE. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan kepala sekolah berperan aktif dalam seluruh tahapan pengelolaan APE, mulai dari perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, hingga pengawasan, serta bekerja sama dengan guru menentukan jenis APE yang sesuai tujuan pembelajaran dan tahap perkembangan anak. APE yang digunakan, seperti balok, lego, puzzle, dan boneka jari, terbukti efektif menstimulasi kemampuan sosial anak seperti kerja sama, empati, dan komunikasi, serta kemampuan emosional seperti tanggung jawab, kepercayaan diri, dan pengendalian diri. Pengelolaan APE yang baik oleh kepala sekolah memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan sosial emosional anak dan mendukung pembelajaran yang bermakna di lingkungan PAUD