Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengembangan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) di SMP Negeri 5 Percut Sei Tuan. Penelitian dilakukan untuk mengkaji bagaimana sekolah merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi kurikulum dalam masa transisi kebijakan pendidikan nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 5 Percut Sei Tuan dilaksanakan secara bertahap, di mana kelas VII menerapkan Kurikulum Merdeka, sedangkan kelas VIII dan IX masih menggunakan Kurikulum 2013 yang diperkaya dengan pendekatan pembelajaran mendalam. Proses pengembangan kurikulum dilakukan melalui empat tahapan utama, yaitu analisis konteks, penyusunan dokumen kurikulum, pelaksanaan pembelajaran, serta evaluasi dan penyempurnaan kurikulum. Pendekatan pembelajaran mendalam diterapkan melalui kegiatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, berbasis proyek, pemecahan masalah, diskusi, dan eksplorasi lingkungan sehingga mampu meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan berpikir kritis, serta kemampuan menghubungkan pengetahuan dengan situasi nyata. Meskipun menghadapi tantangan berupa perbedaan tingkat kesiapan guru, penyesuaian perangkat pembelajaran, dan keterbatasan sarana pendukung, sekolah mampu mengatasinya melalui penguatan kapasitas pendidik, kolaborasi antarguru, dan evaluasi berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran mendalam dapat mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka maupun Kurikulum 2013, serta menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi peserta didik