Novita Nurhidayati
STIKES Estu Utomo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan tentang Pemeriksaan HPV DNA Pada WUS di Dukuh Kepoh Iftah Dewi Rahmawati; Novita Nurhidayati; Asih Dwi Astuti; Luluk Khusnul Dwihestie
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita, dengan angka kejadian yang masih tinggi di Indonesia. Rendahnya pengetahuan wanita usia subur (WUS) tentang deteksi dini, khususnya pemeriksaan HPV DNA, menjadi salah satu faktor penghambat upaya pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan WUS tentang pemeriksaan HPV DNA di Dukuh Kepoh. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel sebanyak 30 WUS dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi pendidikan kesehatan, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (53,3%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan, seluruh responden (100%) memiliki tingkat pengetahuan baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan. Pendidikan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan WUS tentang pemeriksaan HPV DNA. Edukasi kesehatan perlu terus ditingkatkan sebagai strategi promotif dan preventif dalam pencegahan kanker serviks.
KORELASI LAMA MENSTRUASI DAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Luluk Khusnul Dwihestie; Herawati Woro Sulistiani; Novita Nurhidayati
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 17 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v17i02.661

Abstract

Latar belakang: Anemia merupakan permasalahan kesehatan remaja yang dapat menurunkan konsentrasi belajar, kelelahan, gangguan pertumbuhan, dan daya tahan tubuh. Faktor risiko anemia yaitu lama menstruasi yang berakibat pada defisiensi zat besi. Selain itu, kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah juga menjadi faktor penting pencegahan anemia. Namun, tingkat kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri masih rendah sehingga risiko anemia tetap tinggi. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan lama menstruasi dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah dengan kejadian anemia pada remaja di MTs Al-Ihsan Doglo Candi Gatak Cepogo. Desain penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VII dan VIII sebanyak 82 responden. Teknik sampling menggunakan accidental sampling, didapatkan 80 sampel. Hasil penelitian: Sebagian besar responden memiliki lama menstruasi normal (3-7 hari) sebanyak 58 remaja (72,5%), tidak patuh mengonsumsi TTD sebanyak 44 remaja (55%), dan mengalami anemia sebanyak 42 remaja (52,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan lama menstruasi dengan kejadian anemia (p = 0,004) dan terdapat hubungan kepatuhan konsumsi TTD dengan kejadian anemia (p = 0,000). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara lama menstruasi dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah dengan kejadian anemia pada remaja putri di MTs Al-Ihsan Doglo Candi Gatak Cepogo. Diharapkan remaja putri lebih patuh mengonsumsi TTD serta memperhatikan pola menstruasi untuk mencegah anemia. Sekolah dan tenaga kesehatan perlu meningkatkan edukasi serta monitoring program pencegahan anemia secara berkelanjutan.