Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN MINUM TABLET FE DENGAN RISIKO ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Carolina Oktaviai Yudianto; Luluk Khusnul Dwihestie; Farhan Nafis Sajidalloh
Jurnal Cakrawala Keperawatan Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 01 Januari 2025
Publisher : STIKES Estu Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jck.v2i01.826

Abstract

Background: Anemia is a health problem that is prone to occur in adolescent. The risk of adolescent anemia is influenced by factors, including education, knowledge about anemia, and compliance with Fe tablet consumption. Non-compliance in consuming Fe tablets can be caused by various factors, such as bad taste, nausea side effects, and lack of understanding of the correct dosage and consumption method. Purpose: This is study aims to determine the correlation between the level of knowledge about anemia and adherence to taking Fe tablets with the incidence of anemia of adolescent at Bina Dirgantara Surakarta. Methods: Quantitative research design with descriptive correlation method and cross-sectional approach. The study population was all students of class X and XI of Bina Dirgantara Surakarta, the sampling technique used total sampling, obtained a sample of 50 respondents. The research instruments were questionnaires and GCHB. Results: The results showed that most respondents were in the high knowledge category, as many as 29 people (58%). Most respondents were categorized as non-compliant in consuming Fe tablets as many as 29 people (58%). Most respondents experienced anemia as many as 26 people (52%). There is no correlation between knowledge level and the incidence of anemia in adolescent (p-value = 0.077; p> 0.05). There was no correlation of adherence to taking Fe tablets with the incidence of anemia in adolescent (p-value = 0.077; p > 0.05). Conclusion: It was concluded that knowledge and adherence to taking Fe tablets were not correlation with the incidence of anemia in adolescent.
Hubungan Status Gizi saat Hamil dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosamudro Ika Ari Purwandari; Luluk Khusnul Dwihestie; Sri Handayani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.802

Abstract

Stunting terjadi karena dua faktor penyebab yaitu penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Data Puskesmas Wonosamudro penimbangan bulan Januari 2026 sejumlah 1.642 balita dimana balita yang stunting pada penimbangan bulan Januari 2026 sejumlah 238. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan status gizi saat hamil dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosamudro Jenis penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik, Desain yang digunakan adalah case-control study, kemudian data ditelusuri secara retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita 24-59 bulan di Puskesmas Wonosamudro pada bulan Januari 2026 sejumlah 1.139 balita. Sampel dalam penelitian ini adalah balita yang stunting 24-59 bulan pada penimbangan bulan Januari 2026 sejumlah 191 ditambah dengan 191 balita yang tidak stunting pada penimbangan bulan Januari 2026. Sampel dalam penelitian ini adalah balita yang stunting 24-59 bulan pada penimbangan bulan Januari 2026 sejumlah 191 ditambah dengan 191 balita yang tidak stunting pada penimbangan bulan Januari 2026. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari rekam medik. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Analisis data dengan chi square. Hasil penelitian status gizi saat hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosamudro mayoritas normal yaitu 288 responden (75,4%). Ada status gizi saat hamil dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosamudro (nilai p-value 0,000). Simpulan penelitian ada hubungan status gizi saat hamil dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosamudro. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan ibu melakukan pemantauan status gizi dari sebelum hamil dan selama kehamilan meliputi LILA, HB dan memantau kenaikan berat badan. Ibu juga diharapkan memakan makanan yang bergizi.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PERNIKAHAN DINI DI SMPN 2 SELO KABUPATEN BOYOLALI Luluk Khusnul Dwihestie; Yulia Ningsih
Jurnal Kebidanan VOLUME 17, NO.02 DESEMBER 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v17i02.946

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Pernikahan dini merupakan permasalahan krusial di Indonesia karena remaja belum siap secara fisik dan psikologis. Kabupaten Boyolali (2025) mencatat Kecamatan Selo menjadi peringkat ke-1, dengan kasus tertinggi di Dusun Jrakah (26 kasus), Dusun Bakalan (15 kasus), dan Dusun Sepi (11 kasus). Studi pendahuluan di SMPN 2 Selo mengindikasikan rendahnya pemahaman siswa mengenai kesehatan reproduksi dan risiko pernikahan dini. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang pernikahan dini di SMPN 2 Selo, Kabupaten Boyolali. Metode penelitian: penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental menggunakan one group pretest-posttest design. Populasi adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 2 Selo sebanyak 42 siswa, dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian: Sebelum intervensi, sebagian besar responden pada kategori pengetahuan kurang sebanyak 29 responden (69%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar pengetahuan responden meningkat menjadi kategori cukup sebanyak 22 responden (52,4%). Uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (< 0,05), artinya terdapat pengaruh yang signifikan. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan melalui media poster berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja mengenai pernikahan dini di SMPN 2 Selo. Saran: Pendidikan kesehatan perlu dikembangkan sebagai upaya preventif pencegahan pernikahan dini dan peningkatan pemahaman remaja. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Pernikahan Dini