Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN MINUM TABLET FE DENGAN RISIKO ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Carolina Oktaviai Yudianto; Luluk Khusnul Dwihestie; Farhan Nafis Sajidalloh
Jurnal Cakrawala Keperawatan Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 01 Januari 2025
Publisher : STIKES Estu Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jck.v2i01.826

Abstract

Latar belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan yang rentan terjadi pada remaja. Risiko anemia pada remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pendidikan, pengetahuan tentang anemia, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe. Ketidakpatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe dapat disebabkan oleh berbagai faktor, contohnya rasa dan bau tidak enak, efek samping mual, dan kurangnya pemahaman tentang dosis dan cara konsumsi yang benar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang anemia dan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Bina Dirgantara Surakarta. Metode: Desain penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas X dan XI SMK Bina Dirgantara Surakarta, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, didapatkan sampel sebanyak 50 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan GCHB. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori pengetahuan tinggi yaitu sebanyak 29 orang (58%). Sebagian besar responden termasuk dalam kategori tidak patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe sebanyak 29 orang (58%). Sebagian besar responden mengalami anemia sebanyak 26 orang (52%). Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja (p-value = 0,077; p>0,05). Tidak ada hubungan antara kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada remaja putri (p-value = 0,077; p > 0,05). Kesimpulan: Disimpulkan bahwa pengetahuan dan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe tidak berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri.
Hubungan Status Gizi saat Hamil dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosamudro Ika Ari Purwandari; Luluk Khusnul Dwihestie; Sri Handayani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.802

Abstract

Stunting terjadi karena dua faktor penyebab yaitu penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Data Puskesmas Wonosamudro penimbangan bulan Januari 2026 sejumlah 1.642 balita dimana balita yang stunting pada penimbangan bulan Januari 2026 sejumlah 238. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan status gizi saat hamil dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosamudro Jenis penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik, Desain yang digunakan adalah case-control study, kemudian data ditelusuri secara retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita 24-59 bulan di Puskesmas Wonosamudro pada bulan Januari 2026 sejumlah 1.139 balita. Sampel dalam penelitian ini adalah balita yang stunting 24-59 bulan pada penimbangan bulan Januari 2026 sejumlah 191 ditambah dengan 191 balita yang tidak stunting pada penimbangan bulan Januari 2026. Sampel dalam penelitian ini adalah balita yang stunting 24-59 bulan pada penimbangan bulan Januari 2026 sejumlah 191 ditambah dengan 191 balita yang tidak stunting pada penimbangan bulan Januari 2026. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari rekam medik. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Analisis data dengan chi square. Hasil penelitian status gizi saat hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosamudro mayoritas normal yaitu 288 responden (75,4%). Ada status gizi saat hamil dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosamudro (nilai p-value 0,000). Simpulan penelitian ada hubungan status gizi saat hamil dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosamudro. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan ibu melakukan pemantauan status gizi dari sebelum hamil dan selama kehamilan meliputi LILA, HB dan memantau kenaikan berat badan. Ibu juga diharapkan memakan makanan yang bergizi.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PERNIKAHAN DINI DI SMPN 2 SELO KABUPATEN BOYOLALI Luluk Khusnul Dwihestie; Yulia Ningsih
Jurnal Kebidanan VOLUME 17, NO.02 DESEMBER 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v17i02.946

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Pernikahan dini merupakan permasalahan krusial di Indonesia karena remaja belum siap secara fisik dan psikologis. Kabupaten Boyolali (2025) mencatat Kecamatan Selo menjadi peringkat ke-1, dengan kasus tertinggi di Dusun Jrakah (26 kasus), Dusun Bakalan (15 kasus), dan Dusun Sepi (11 kasus). Studi pendahuluan di SMPN 2 Selo mengindikasikan rendahnya pemahaman siswa mengenai kesehatan reproduksi dan risiko pernikahan dini. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang pernikahan dini di SMPN 2 Selo, Kabupaten Boyolali. Metode penelitian: penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental menggunakan one group pretest-posttest design. Populasi adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 2 Selo sebanyak 42 siswa, dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian: Sebelum intervensi, sebagian besar responden pada kategori pengetahuan kurang sebanyak 29 responden (69%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar pengetahuan responden meningkat menjadi kategori cukup sebanyak 22 responden (52,4%). Uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (< 0,05), artinya terdapat pengaruh yang signifikan. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan melalui media poster berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja mengenai pernikahan dini di SMPN 2 Selo. Saran: Pendidikan kesehatan perlu dikembangkan sebagai upaya preventif pencegahan pernikahan dini dan peningkatan pemahaman remaja. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Pernikahan Dini
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan tentang Pemeriksaan HPV DNA Pada WUS di Dukuh Kepoh Iftah Dewi Rahmawati; Novita Nurhidayati; Asih Dwi Astuti; Luluk Khusnul Dwihestie
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita, dengan angka kejadian yang masih tinggi di Indonesia. Rendahnya pengetahuan wanita usia subur (WUS) tentang deteksi dini, khususnya pemeriksaan HPV DNA, menjadi salah satu faktor penghambat upaya pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan WUS tentang pemeriksaan HPV DNA di Dukuh Kepoh. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel sebanyak 30 WUS dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi pendidikan kesehatan, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (53,3%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan, seluruh responden (100%) memiliki tingkat pengetahuan baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan. Pendidikan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan WUS tentang pemeriksaan HPV DNA. Edukasi kesehatan perlu terus ditingkatkan sebagai strategi promotif dan preventif dalam pencegahan kanker serviks.
KORELASI LAMA MENSTRUASI DAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Luluk Khusnul Dwihestie; Herawati Woro Sulistiani; Novita Nurhidayati
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 17 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v17i02.661

Abstract

Latar belakang: Anemia merupakan permasalahan kesehatan remaja yang dapat menurunkan konsentrasi belajar, kelelahan, gangguan pertumbuhan, dan daya tahan tubuh. Faktor risiko anemia yaitu lama menstruasi yang berakibat pada defisiensi zat besi. Selain itu, kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah juga menjadi faktor penting pencegahan anemia. Namun, tingkat kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri masih rendah sehingga risiko anemia tetap tinggi. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan lama menstruasi dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah dengan kejadian anemia pada remaja di MTs Al-Ihsan Doglo Candi Gatak Cepogo. Desain penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VII dan VIII sebanyak 82 responden. Teknik sampling menggunakan accidental sampling, didapatkan 80 sampel. Hasil penelitian: Sebagian besar responden memiliki lama menstruasi normal (3-7 hari) sebanyak 58 remaja (72,5%), tidak patuh mengonsumsi TTD sebanyak 44 remaja (55%), dan mengalami anemia sebanyak 42 remaja (52,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan lama menstruasi dengan kejadian anemia (p = 0,004) dan terdapat hubungan kepatuhan konsumsi TTD dengan kejadian anemia (p = 0,000). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara lama menstruasi dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah dengan kejadian anemia pada remaja putri di MTs Al-Ihsan Doglo Candi Gatak Cepogo. Diharapkan remaja putri lebih patuh mengonsumsi TTD serta memperhatikan pola menstruasi untuk mencegah anemia. Sekolah dan tenaga kesehatan perlu meningkatkan edukasi serta monitoring program pencegahan anemia secara berkelanjutan.
Maternal Knowledge and Parenting Practices as Determinants of Stunting Among Toddlers Dewi Wulansari; Luluk Khusnul Dwihestie; Yanti
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v8i1.1465

Abstract

Introduction: Stunting is a chronic nutritional problem caused by a prolonged lack of nutritional intake. In the working area of the Wonosamodro Primary Health Center, the incidence of stunting still requires special attention. In 2025, the stunting prevalence showed a decrease to 14.49%. Maternal knowledge and parenting styles are fundamental factors suspected of affecting the nutritional status of toddlers. Methods: This study is a quantitative research with a cross-sectional approach. The sample consisted of 92 mothers of toddlers, selected using a simple random sampling technique. The research instruments used were questionnaires on maternal knowledge and parenting styles. The bivariate analysis in this study used the Pearson Chi-Square statistical test. Results: The statistical test results showed a Correlation between maternal knowledge and the incidence of stunting in toddlers with a p-value of 0.000, and parenting style is related to the incidence of stunting with a p-value of 0.000. Conclusions: There is a significant association between maternal knowledge and parenting practices with the incidence of stunting among toddlers in the working area of the Wonosamodro Primary Health Center, Boyolali Regency
Feasibility and Preliminary Effects of a Multimodal Non-Hormonal Intervention for Women With Early Menopause: A Mixed-Methods Study Ratih Kumala Dewi; Luluk Khusnul Dwihestie; Benedicta Audrey Putri Trisnadewi; Ratih Paramastuti; Emilia Boavida De Araujo
An Idea Health Journal Vol 6 No 03 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v6i03.730

Abstract

Background: Early menopause is characterized by hormonal decline, sleep disturbances, psychological distress, and diminished quality of life. Aim this study is developed and evaluated the feasibility and preliminary outcomes of an integrated intervention comprising phytoestrogen-based nutrition, Damask rose aromatherapy, and self-efficacy–based psychological support for women experiencing early menopause. Methods: An exploratory sequential mixed-methods design was implemented in Boyolali Regency, Central Java, Indonesia, from July to September 2025. The research process included needs assessment, intervention development, expert validation, pilot testing, and qualitative evaluation. Thirty-two women with early menopause participated in a four- week, one-group pretest–posttest intervention. Quantitative data were analyzed using paired t-tests or Wilcoxon signed-rank tests, and qualitative data were examined through inductive thematic analysis. The intervention was associated with improvements in several physiological and psychological outcomes. Result: Estradiol levels increased significantly (p = 0.021), HDL levels improved (p = 0.046), and fasting blood glucose decreased (p = 0.012). Significant improvements were also observed in sleep quality (p = 0.002), psychological distress (p < 0.05), menopause-related quality of life (p = 0.019), and menopause self-efficacy (p = 0.001). Conclusion: Qualitative findings demonstrated high acceptability of the intervention and identified perceived benefits, including relaxation, improved sleep, emotional adaptation, and increased confidence in managing menopausal symptoms. These pilot results indicate that an integrated intervention combining phytoestrogen-based nutrition, Damask rose aromatherapy, and self-efficacy–based psychological support is feasible and associated with improvements in hormonal, metabolic, sleep-related, and psychological outcomes among women with early menopause.
Upaya Peningkatan Motivasi Ibu Hamil dalam Rangka Mempersiapkan ASI Eksklusif melalui Edukasi menggunakan Media Video Animasi di Wilayah Kerja Puskemas Karanggede Winarsih Winarsih; Rismawati Rismawati; Luluk Khusnul Dwihestie
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira, April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1809

Abstract

Reason for Choosing Topic: Motivation for breastfeeding is defined as an attitude of creating a situation that stimulates the mother's enthusiasm to breastfeed her baby. The results of interviews with the head of the Karanggede Community Health Center and the KIA Coordinator Midwife on May 2, 2025 through the 2024 mini workshop data obtained the results that the coverage of exclusive breastfeeding was 112 (72%) of 154 babies. This figure is still far from the target of 80%. Objective: to increase the motivation of pregnant women through animated video media In the Framework of Preparing Exclusive Breastfeeding Through Education Using Animated Video Media. Community service method: The method of implementing PKM with a counseling model, lectures and questions and answers with animated video media. Summary of Results: PKM activities went smoothly, the target was pregnant women from TM 1 to TM III. The activity was held on Thursday, August 7, 2025 starting at 09.00 to 12.00 WIB. The participants who attended were 29 pregnant women in the Karanggede Community Health Center work area. The results of the PKM activity increased the motivation of mothers to intend to provide breast milk.
Multimodal non-hormonal intervention with phytoestrogen nutrition and Damask rose aromatherapy improves quality of life in early menopausal women: a quasi-experimental study Putri Dewi Anggraini; Ratih Kumala Dewi; Luluk Khusnul Dwihestie; Benedicta Audrey Putri Trisnadewi; Ratih Paramastuti
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 15, No 3: September 2026
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v15i3.27078

Abstract

Early menopause and perimenopause are increasingly recognized as critical women’s health issues due to their substantial hormonal instability, heightened symptom burden, and negative impact on quality of life. Safe non-hormonal interventions remain limited, particularly in community settings, despite growing evidence supporting phytoestrogens and mind body therapies. This study aimed to evaluate the effectiveness of a 12-week holistic intervention integrating phytoestrogen nutrition, Damask rose aromatherapy, and guided relaxation on hormonal regulation, metabolic markers, menopausal symptoms, and quality of life among early menopausal and perimenopausal women. Using a quasi-experimental design, 44 participants received soy-based dietary supplementation, nightly aromatherapy, and structured relaxation practices, with pre-post assessments of estradiol, lipid profile, fasting glucose, Menopausal Rating Scale (MRS), and Menopause-Specific Quality of Life Questionnaire (MENQOL). The intervention produced significant improvements across all domains, including increased estradiol (p < 0.001), reduced low-density lipoprotein (LDL) and fasting glucose (p = 0.001-0.003), and substantial reductions in menopausal symptoms and psychological distress (p < 0.001). Early menopausal women exhibited greater improvements, reflecting their higher biological sensitivity to multimodal interventions. These findings demonstrate the potential of integrated, non-hormonal strategies to address complex menopausal changes, with practical implications for community-based women’s health programs. Study limitations include the modest sample size and quasi-experimental design, highlighting the need for larger controlled trials.