Jeruk lemon (Citrus limon) merupakan tanaman hortikultura yang bernilai ekonomis tinggi. Produksi jeruk lemon (Citrus limon) di Kota Malang, Jawa Timur mengalami penurunan (Badan Pusat Statistik Indonesia, 2022). Penurunan produksi jeruk lemon disebabkan oleh budidaya yang tidak tepat, degradasi media tanam tanah tempat tanaman jeruk lemon tumbuh. Tingkat pemadatan tanah dipengaruhi oleh tingkat tahanan penetrasi tanah karena tahanan penetrasi merupakan indikasi kemampuan penetrasi akar ke dalam tanah. Sehingga diperlukan upaya penyediaan bahan organik seperti pemberian kompos organik pada lubang resapan biopori. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh lubang resapan biopori (kedalaman 40 cm) dengan kompos organik terhadap sifat fisik tanah (berat jenis, porositas tanah, kadar air dan tahanan penetrasi) dan sifat kimia tanah (kadar c-organik) dalam upaya menurunkan tahanan penetrasi tanah. Kegiatan penelitian dilaksanakan di kebun jeruk lemon produktif. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 6 perlakuan dan empat kali ulangan. Perlakuannya adalah: P0 (kontrol), P1 (lubang resapan biopori kosong), P2 (lubang resapan biopori + 5 ton.ha-1 kompos), P3 (biopori + 10 ton.ha-1 kompos), P4 (lubang resapan biopori + 15 ton.ha-1 kompos), P5 (lubang resapan biopori + 20 ton.ha-1 kompos). Parameter yang diamati pada 1 dan 6 bulan setelah aplikasi perlakuan meliputi berat jenis tanah, porositas tanah, kadar air tanah, daya tahan penetrasi tanah dan kandungan C-organik tanah. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Varians (ANOVA) dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT). taraf 5% dengan aplikasi SPSS. Dilanjutkan dengan korelasi kemudian regresi linier sederhana dan berganda. Aplikasi kompos dengan dosis 20 ton.ha-1 pada lubang resapan biopori (P5) sebagai perlakuan terbaik dalam menurunkan daya tahan penetrasi tanah lapisan tanah bawah (kedalaman 30-60 cm).