This Author published in this journals
All Journal AGROINOTEK
Atmojo, Erlangga Dwi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Kombinasi Pupuk NPK Foliar dan Anorganik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kubis Mubarok, Amrul; Suyadi, Suyadi; Sunarto, Bintar Probo; Nurin, Yusuf Mahardika; Atmojo, Erlangga Dwi
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.01.10

Abstract

Kubis (Brassica oleracea var. capitata L.) merupakan komoditas hortikultura penting di Indonesia dengan nilai ekonomi tinggi. Namun, produktivitasnya sering dipengaruhi oleh faktor agronomis, termasuk efisiensi pemupukan. Pupuk NPK Foliar diketahui dapat merangsang pertumbuhan vegetatif dan meningkatkan pembentukan klorofil, sehingga mendukung pertumbuhan dan hasil kubis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pupuk NPK Foliar terhadap pertumbuhan dan hasil kubis melalui penelitian di Desa Wonomulyo, Kabupaten Malang, pada Agustus–Oktober 2024. Uji dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Perlakuan meliputi kontrol tanpa pupuk (P1), pupuk NPK standar (P2), pupuk NPK Foliar dengan berbagai dosis (P3–P10), serta kombinasi pupuk NPK Foliar dan standar petani (P8, P9). Parameter yang diamati mencakup vegetatif (jumlah foliar, panjang dan lebar foliar) dan generatif (bobot dan diameter krop). Data dianalisis menggunakan uji BNJ 5%, dengan efektivitas agronomis dihitung melalui RAE, dan efektivitas ekonomi melalui rasio R/C. Hasil menunjukkan P9 (6 kg/ha + ½ standar petani) unggul pada sebagian besar parameter vegetatif. Pada parameter generatif, P6 (4,5 kg/ha) dan P7 (7,5 kg/ha) memberikan performa terbaik, terutama dalam bobot krop dan produktivitas. P7 mencatat produktivitas tertinggi (21,67 ton/ha) dan keuntungan maksimal (Rp27.600.000) dengan rasio R/C sebesar 2,75, menjadikannya perlakuan paling efektif baik secara agronomis maupun ekonomis.