Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISA RESIDU PESTISIDA PADA UMBI BAWANG MERAH DI KABUPATEN PROBOLINGGO: ANALYSIS OF PESTICIDE RESIDUES IN SHALLOT BULBS IN PROBOLINGGO REGENCY Syamsulhadi, Mochammad; Sunarto, Bintar Probo; Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 11 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2023.011.3.5

Abstract

Bawang merah merupakan tanaman yang memiliki resiko tinggi dalam aktivitas budidaya pertanian, salah satunya adalah serangan OPT. Oleh sebab itu penggunaan pestisida menjadi tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat residu pestisida berbahan aktif Abamectin dan Mancozeb pada tanaman bawang merah di Kabupaten Probolinggo. Penelitian dilakukan di lahan pertanian bawang merah meliputi Desa Mranggon Lawang, Desa Sumberbulu, dan Desa Sumberkerang. Analisa residu dilakukan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Waktu pelaksanaan pada bulan Mei sampai bulan Oktober 2021. Analisis residu pestisida dikerjakan menggunakan Gas Chromatography (Model 8000 TOP yang dilengkapi dengan Electron Capture Detector). Hasil penelitian menunjukkan semua sampel bawang merah meninggalkan residu pestisida. Namun residu pestisida masih berada di bawah ambang batas maksimal berdasarkan Standar Nasional Indonesia. Desa Mranggon Lawang yang menjadi desa sentra bawang merah terbesar di Kabupaten Probolinggo memiliki tingkat residu tertinggi dibandingkan dengan 2 desa lainnya. Hasil uji bahan aktif Abamectin pada daun sebesar 0,002; umbi 0,004; dan tanah 0,004 mg/kg. Sedangkan pada bahan aktif mancozeb pada daun 0,132; umbi 0,093; dan tanah 0,155 mg/kg. Hal tersebut menunjukkan bahwa perilaku petani bawang merah di Kabupaten Probolinggo terhadap penggunaan pestisida masih termasuk dalam batas wajar.
Behavior of Shallot Farmers in Probolinggo Regency on The Use of Chemical Pesticides Sunarto, Bintar Probo; Martosudiro, Mintarto; Aini, Luqman Qurota; Yuliati, Yayuk; Effendi, Mokhtar
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 7 No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University - Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v7i2.4693

Abstract

This research was conducted based on the conditions for controlling shallot pests in Probolinggo Regency, which still uses chemical pesticides, far from sustainable agricultural practices. Therefore, this study aims as follows: 1. To identify the knowledge of shallot farmers on chemical pesticides; 2. Identify farmers' responses to pests and diseases of shallots; 3. Knowing the pattern of chemical pesticides used by farmers; 4. Develop academic plans on reducing the use of chemical pesticides. This research was a type of descriptive research; the research looked at the phenomena in the research location symbols in society that are considered essential. The approach used in the research was quantitative. In this study, observations were made first to see the initial conditions of the research location, then continued with direct observations of the research location area to collect data according to the results obtained from the intended respondents. The results showed that shallot farmers' knowledge level in Probolinggo Regency was still in the medium category. Meanwhile, the attitudes and actions of farmers in using chemical pesticides were included in the poor level.
Pengembangan Model Pertanian Kopi Berbasis Kawasan Di Dataran Tinggi Sunarto, Bintar Probo; Siswantoro, Ajik; Izzati, Erwinda Mufidah; Jamroni, Mofit
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.03.30

Abstract

Jawa Timur sebagai salah satu penompang sector pertanian memiliki peran penting dalam menghasilkan komoditas pertanian. salah satu komoditas unggula yang banyak di temui adalah tanaman kopi.  Kondisi geografis  sangat mempengaruhi keberadaan tanaman kopi yang ada di Jawa Timur. Sebagai daerah sentral lumbung kopi, maka dibutuhkan upaya serius untuk mengkorporasikan usaha-usaha tani kecil menjadi berskala besar. Salah satu upaya untuk mengkorporasikan pada dasarnya adalah melakukan proses pengintegrasian vertical dan horizontal. Integrasi vertikal merupakan perluasan dari sistem agribisnis, yang meliputi empat subsistem yaitu pasokan input, produksi di tingkat usahatani, agroindustri, dan pemasaran. Integrasi Horizontal terselenggara apabila terdapat keterkaitan yang erat antar lini komoditas pada tingkat usaha (subsistem) yang sama atau antar pelaku dalam suatu komoditas yang sama. Dengan kedua strategi ini maka akan terjadi efisiensi usaha tani sehingga pertumbuhan dan eksejahteraan petani dapat tercapai. Dengan mengkorporasikan usaha tani gurem, maka tingkat keefektifan dari faktor – faktor produksi tanah, tenaga kerja, dan faktor – faktor produksi lainnya yang digunakan dalam suatu usaha tani membaik.  Metode penelitian ini termasuk action research, yaitu penelitian yang menggabungkan teori dan praktek. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixing method, yaitu kombinasi antara penelitian kualitatif dan kuantitatif. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan diskriptif kualitatif.
Development of a Multi-Strategy Model for Rural Reduction of Poverty Jamroni, Mofit; Amalia, Rizka; Ambayoen, Mas Ayu; Purnomo, Mangku; Siswantoro, Ajik; Sunarto, Bintar Probo; Ma'ruf, Zulfan Firdaus
Tarjih : Agribusiness Development Journal Vol. 5 No. 2 (2025): VOLUME 05, NOMOR 02, DESEMBER 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/tadj.v5i2.1084

Abstract

Interrelated structural, social, and administrative factors still influence rural poverty in East Java. This activity aims to analyze the effectiveness of various approaches to poverty alleviation, develop an integrative model appropriate to the region's characteristics, and formulate recommendations for sustainable multi-strategy policies. Data collection was conducted through document studies, observations, and indept interview in three regency, Probolinggo, Blitar, and Nganjuk. The research results show that low agricultural productivity, limited market access, weak local economic institutions, dependence on social assistance, and inaccurate beneficiary data are the leading causes of rural poverty. Each region has a different context, ranging from mentalities and economic capacity barriers to infrastructure inequalities and data accuracy issues that trigger social conflicts. Based on these findings, a multi-strategy model was developed around three main pillars: sharpening fiscal and non-fiscal resources, integrating cross-sectoral programs with the same objectives, and filling program gaps through data strengthening and profession-based empowerment. The multi-strategy approach framework serves as a foundation to ensure that interventions are targeted and aligned with the real needs of the community. This recommendation model is expected to strengthen improve program effectiveness, and accelerate rural poverty reduction by increasing economic capacity and fostering more targeted policy synergies.
Pendampingan Pembuatan Kompos Serta Standarisasi Kualitas untuk Petani Cabai Rawit Di Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban Syamsulhadi, Mochammad; Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi; Sunarto, Bintar Probo; Naziha, Sharfina Farhah
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.01

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani cabai rawit di Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, dalam pembuatan pupuk kompos serta pengelolaan agroekosistem yang ramah lingkungan. Program ini dilaksanakan melalui serangkaian pelatihan dan pendampingan yang melibatkan anggota Kelompok Tani Harum Tani. Fokus utama kegiatan adalah pembuatan pupuk kompos, yang merupakan alternatif pupuk organik untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk anorganik serta menjaga kesuburan tanah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Sekolah Tani, di mana peserta menerima materi terkait pentingnya kompos dalam pertanian berkelanjutan, diikuti dengan praktek langsung pembuatan kompos. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan petani tentang manfaat kompos, kemampuan dalam memproduksi kompos berkualitas, serta penerapan kompos pada lahan cabai rawit. Selain itu, petani juga diberikan pemahaman tentang teknik pengelolaan hama dan penyakit tanaman secara terpadu yang lebih ramah lingkungan. Keberhasilan kegiatan ini ditunjukkan oleh antusiasme petani dalam mengikuti seluruh proses pelatihan dan diskusi, serta keberhasilan mereka dalam memproduksi dan mengaplikasikan kompos di lahan pertanian. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong perubahan pola pikir dan perilaku petani menuju pertanian yang lebih berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan mereka di masa mendatang.
Survei Evaluasi Produktivitas Kebun Jeruk di Wilayah Kecamatan Junrejo, Kota Batu Lutfi, M. Wasilul; Mashudi, Imam; Meidina, Adella Anggi; Nurdianto, Roby; Purwanti, Nelsa Kumala Dewi; Yulianto, Alfian Tri; Sunarto, Bintar Probo; Cahyani, Erika Putri Ika
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.04

Abstract

Kecamatan Junrejo, Kota Batu merupakan salah satu sentra produksi jeruk dengan berbagai jenis jeruk. Produktivitas kebun jeruk bervariasi dan faktor pembatas yang disarankan adalah kondisi topografi dan agroklimat. Tujuan dari survei ini adalah untuk menganalisis faktor topografi dan curah hujan yang membatasi produktivitas kebun jeruk di Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Survei lapangan dilakukan selama bulan Februari - April 2024 di lima lokasi kebun jeruk rakyat. Evaluasi faktor kesesuaian lahan terdiri dari tiga tahap: pengecekan lapangan, observasi lapangan, dan analisis data.  Hasil survei dan evaluasi di lima lokasi kebun jeruk di Kecamatan Junrejo menunjukkan bahwa ketinggian tempat, kemiringan lahan, dan curah hujan tahunan mempengaruhi produktivitas kebun jeruk. Ketinggian tempat (X) mempengaruhi produktivitas jeruk (Y) (Y = 7,9760 - 0,007X; R2 = 0,5805*). Semakin tinggi ketinggian tempat, semakin rendah produktivitas jeruk di Kecamatan Junrejo. Kemiringan lahan (X) berkorelasi negatif dengan produktivitas jeruk (Y), semakin curam kemiringan lahan maka semakin rendah produktivitas jeruk. Model persamaan regresi: Y = 3,342 - 0,073X (R2 = 0,6862*). Produktivitas kebun jeruk (Y) di wilayah Kecamatan Junrejo juga dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi (X), terutama pada masa pembungaan dan pembentukan buah (fruitset). Model regresi: Y = -0,0188x + 4,7752 (R2 = 0,8305*).
Aplikasi Zeolit Dan Bahan Organik Dalam Mengendalikan Laju Pelepasan Kalium pada Tanah Vertisol Lutfi, M. Wasilul; Hanuf, Atiqh Aulia; Sunarto, Bintar Probo
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalium merupakan unsur makro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak setelah N dan P. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan zeolit dalam mengendalikan laju pelepasan kalium pupuk KCl dan untuk mengetahui peranan bahan organik dalam mengendalikan laju pelepasan kalium pupuk KCl. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium biologi jurusan tanah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas empat perlakuan dengan tiga kali ulangan. Perlakuan tersebut adalah Kontrol (P0), Zeolit (P1), Bahan Organik (P2), dan 50% Zeolit + 50% Bahan Organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemberian perlakuan memberikan pengaruh positif dalam meningkatkan pH, KTK dan pelepasan kalium. Peranan zeolit menunjukkan mampu memperlambat laju pelepasan kalium hingga 47% dibandingkan dengan perlakuan kontrol, bahan organik atau kombinasi 50% zeolit + 50% organik. Sedangkan perlakuan bahan organik meningkatkan laju pelepasan kalium sebesar 63% dan tidak terjadi interaksi kombinasi zeolit 50% + bahan organik 50% terhadap laju pelepasan kalium.
Optimalisasi Pertumbuhan dan Produktivitas Padi melalui Penggunaan Pupuk Anorganik Cair Sunarto, Bintar Probo; Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2023.004.02.05

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk menguji aplikasi pupuk organik caiir terhdapa pertumbuhan dan produktivitas tanaman padi. Rancangan percobaan pupuk anorganik cair menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non-faktorial dengan 9 perlakuan (3 ulangan) sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Perlakuan tersebut antara lain: 1). A1 = Kontrol, 2). A2 = Pupuk Dasar 100%, 3). A3=Pupuk Dasar 75% + NPK Cair Pembanding 1x dosis, 4). A4 = Pupuk Dasar 75% + NPK Cair 0.5x dosis, 5). A5 = Pupuk Dasar 75% + NPK Cair 0.75x dosis, 6). A6 = Pupuk Dasar 75% + NPK Cair 1x dosis, 7). A7 =Pupuk Dasar 75% + NPK Cair 1.25x dosis, 8). A8 = Pupuk Dasar 75% + NPK Cair 1.5x dosis, 9). A9 = Pupuk Dasar 75% + NPK Cair 2x dosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk cair berbagai dosis tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman padi, namun berpengaruh nyata terhadap produksi tanaman padi (bobot panen segar dan BGKG), yakni pada perlakuan dosis 8,75ml/l dengan penurunan 25% pupuk dasar. Kadar hara N, P, K tanaman padi meningkat akibat aplikasi pupuk cair diindikasikan oleh peningkatan kadar hara dalam tanaman dan tidak menyebabkan kemasaman tanah dan penurunan kesuburan tanah.
Pengaruh Kombinasi Pupuk NPK Foliar dan Anorganik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kubis Mubarok, Amrul; Suyadi, Suyadi; Sunarto, Bintar Probo; Nurin, Yusuf Mahardika; Atmojo, Erlangga Dwi
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.01.10

Abstract

Kubis (Brassica oleracea var. capitata L.) merupakan komoditas hortikultura penting di Indonesia dengan nilai ekonomi tinggi. Namun, produktivitasnya sering dipengaruhi oleh faktor agronomis, termasuk efisiensi pemupukan. Pupuk NPK Foliar diketahui dapat merangsang pertumbuhan vegetatif dan meningkatkan pembentukan klorofil, sehingga mendukung pertumbuhan dan hasil kubis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pupuk NPK Foliar terhadap pertumbuhan dan hasil kubis melalui penelitian di Desa Wonomulyo, Kabupaten Malang, pada Agustus–Oktober 2024. Uji dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Perlakuan meliputi kontrol tanpa pupuk (P1), pupuk NPK standar (P2), pupuk NPK Foliar dengan berbagai dosis (P3–P10), serta kombinasi pupuk NPK Foliar dan standar petani (P8, P9). Parameter yang diamati mencakup vegetatif (jumlah foliar, panjang dan lebar foliar) dan generatif (bobot dan diameter krop). Data dianalisis menggunakan uji BNJ 5%, dengan efektivitas agronomis dihitung melalui RAE, dan efektivitas ekonomi melalui rasio R/C. Hasil menunjukkan P9 (6 kg/ha + ½ standar petani) unggul pada sebagian besar parameter vegetatif. Pada parameter generatif, P6 (4,5 kg/ha) dan P7 (7,5 kg/ha) memberikan performa terbaik, terutama dalam bobot krop dan produktivitas. P7 mencatat produktivitas tertinggi (21,67 ton/ha) dan keuntungan maksimal (Rp27.600.000) dengan rasio R/C sebesar 2,75, menjadikannya perlakuan paling efektif baik secara agronomis maupun ekonomis.
Pelestarian Budaya dan Warisan Lokal Masyarakat Sekitar Mikro Wisata Kawasan Penyangga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Purnomo, Mangku; Siswantoro, Ajik; Andriatmoko, Novil Dedy; Sunarto, Bintar Probo; Ma'ruf, Zulfan Firdaus; Izzati, Erwinda Mufidah; Hilmi, Muhammad Aldian; Aurelia Ludvie, Shakira Khunaira; Jamroni, Mofit
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2025.006.01.01

Abstract

Pariwisata yang berkelanjutan merupakan implementasi tujuan SDGs dalam sektor pariwisata yang bertujuan meminimalisir dampak negatif terhadap aspek ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan. Keberlanjutan pariwisata dari aspek budaya dapat dilihat dari pelestarian budaya dan warisan lokal di sekitar kawasan wisata, yang dianalisis melalui kepedulian masyarakat dan upaya menjaga budaya tersebut. Penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi dilakukan pada 9 lokasi mikro wisata di sekitar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yaitu Hutan Pinus Semeru, Tumpak Sewu, Kapas Biru, Kopi Rejo, Winong Camping Ground, Puncak B29, Ranu Lingga Rekisi, Madakaripura, dan Seruni Point. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-November 2024, menggunakan purposive sampling dan metode triangulasi untuk validasi data. Hasil penelitian menunjukkan adanya keragaman budaya seperti Bantengan, Jaranan, Reog, Wayang Kulit, Tari Legong, dan lain-lain, serta warisan lokal seperti Punden, Sungai Umbulan, Candi Jawa, dan berbagai tradisi kuliner dan situs bersejarah. Tingkat kepedulian masyarakat terhadap budaya dan warisan lokal terlihat dari peran mereka sebagai pelaku seni maupun penikmat budaya tersebut. Upaya pelestarian dilakukan melalui pembentukan kelompok seni dan penyebaran pengetahuan tentang budaya kepada wisatawan. Secara keseluruhan, pariwisata berkelanjutan ini tidak hanya menjaga kelestarian budaya dan warisan lokal, tetapi juga mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan wisata.