p-Index From 2021 - 2026
0.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AGROINOTEK
Nurin, Yusuf Mahardika
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembuatan Kompos dari Limbah Kulit Kopi Robusta Hanuf, Atiqah Aulia; Nurin, Yusuf Mahardika; Aditya, Rizkia; Nurindriana, Fathia Meidy; Lutfi, M Wasilul
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.06

Abstract

Limbah kulit kopi jumlahnya banyak dan tidak dimanfaatkan dalam siklus pengelolaan prekebunan kopi. Kandungan BO dan unsur hara esensial  dari limbah kulit kopi ini cukup tinggi, sehingga berpotensi untuk diolah menjadi kompos yang berkualitas untuk kebun kopi. Tujuan kegiatan ini adalah menerapkan teknologi tepat guna untuk mengolah limbah kulit kopi menjadi kompos yang berkualitas. Kegiatan pengomposan dilakukan di Unit Pengomposan, Kebun Kopi Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Pengomposan limbah kulit kopi dapat menjadi solusi pengelolaan limbah kulit kopi saat ini. Kompos yang dihasilkan memenuhi syarat untuk dimanfaatkan sebagai bahan pembenah tanah, untuk memperbaiki kualitas tanah di kebun-kebun kopi. Bahan penunjang dalam proses pengomposan kulit kopi adalah molase (tetes tebu) , dedak padi dan dolomit untuk menghasilkan kualitas kompos yang baik. Beberapa saran yang dapat disampaikan adalah: (1) Perlu insentif khusus bagi unit pengomposan di perkebunan kopi untuk dapat mengolah limbah kulit kopi menjadi kompos yang berkualitas. dan (2) SOP (pedoman) khusus diperlukan untuk mengaplikasikan kompos di kebun kopi secara efektif dan efisien.
Kompos Sekam Kopi untuk Memperbaiki ketersediaan Fosfat Lempung Berliat di Kebun Kopi Robusta Nurin, Yusuf Mahardika; Hanuf, Atiqah Aulia; Rahmawati, Riska
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.09

Abstract

ABSTRAKRendahnya ketersediaan P pada lapisan tanah atas dan bawah merupakan kendala utama yang membatasi produktivitas tanaman kopi Robusta. Sementara itu, sekam kopi kaya akan unsur hara esensial yang dapat dikomposkan menjadi kompos yang kaya unsur hara, terutama fosfat yang tersedia bagi tanaman. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos sekam kopi melalui BIH40 cm (lubang resapan biopori 40 cm) terhadap kandungan P tersedia dalam tanah, dan produktivitas tanaman kopi. Penelitian dilakukan di perkebunan kopi Robusta yang masih produktif, dengan tujuh perlakuan dosis kompos (0-10 ton.ha-1) yang diberikan melalui BIH40 cm. Setiap perlakuan diulang empat kali dalam Rancangan Acak Kelompok. Pengamatan tanah dan tanaman dilakukan 5 MAA (bulan setelah pemberian) meliputi pH tanah, kandungan C organik, P tersedia, jumlah daun, tinggi tanaman dan produksi pohon kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemberian kompos sekam kopi melalui BIH40cm sampai dengan dosis 10 ton.ha-1 dapat meningkatkan ketersediaan P tanah pada perakaran kopi, meningkatkan jumlah daun dan tinggi tanaman, serta produktivitas tanaman kopi; (2) hubungan antara kandungan P tersedia tanah (P20, P40, dan P60), jumlah daun (LN) dan produktivitas tanaman kopi (Prod) dinyatakan dengan persamaan regresi linier berganda: Prod = 333,815 + 47,132P40 + 12,278P20 + 2,081LN – 37,269P60 (R2 = 0,9980; sig F = 0,0039).
Lubang Resapan Biopori Berkompos (LRBB) untuk Meningkatkan P-Tersedia Tanah di Kebun Kopi Robusta , Kabupaten Malang Hanuf, Atiqah Aulia; Nurin, Yusuf Mahardika; Bushron, Raushanfirk
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh Lubang Resapan Biopori Kompos (RPB) terhadap ketersediaan P tanah pada perkebunan kopi Robusta. Percobaan lapang dilakukan di perkebunan kopi Desa Bangelan, Kecamatan Wonasari, Kabupaten Malang. Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari lima perlakuan RPB dan empat kali ulangan. Kompos diberikan sebanyak 4.400 gram per RPB untuk pupuk kandang kambing dan 10.400 gram per RPB untuk kompos sekam kopi. Parameter yang diukur adalah pH tanah, P-total (P-HCl 25%), P-tersedia (P-Bray I) dan C-organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perlakuan RPB dapat meningkatkan kadar P total tanah secara nyata pada kedalaman 0-60 cm. Nilai tertinggi terdapat pada perlakuan P4 (RPB 60 cm dengan kompos sekam kopi). (2) Perlakuan RPB menghasilkan kadar P tersedia yang lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol, meskipun perbedaan ini tidak nyata pada p = 0,05.
Pengaruh Kombinasi Pupuk NPK Foliar dan Anorganik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kubis Mubarok, Amrul; Suyadi, Suyadi; Sunarto, Bintar Probo; Nurin, Yusuf Mahardika; Atmojo, Erlangga Dwi
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.01.10

Abstract

Kubis (Brassica oleracea var. capitata L.) merupakan komoditas hortikultura penting di Indonesia dengan nilai ekonomi tinggi. Namun, produktivitasnya sering dipengaruhi oleh faktor agronomis, termasuk efisiensi pemupukan. Pupuk NPK Foliar diketahui dapat merangsang pertumbuhan vegetatif dan meningkatkan pembentukan klorofil, sehingga mendukung pertumbuhan dan hasil kubis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pupuk NPK Foliar terhadap pertumbuhan dan hasil kubis melalui penelitian di Desa Wonomulyo, Kabupaten Malang, pada Agustus–Oktober 2024. Uji dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Perlakuan meliputi kontrol tanpa pupuk (P1), pupuk NPK standar (P2), pupuk NPK Foliar dengan berbagai dosis (P3–P10), serta kombinasi pupuk NPK Foliar dan standar petani (P8, P9). Parameter yang diamati mencakup vegetatif (jumlah foliar, panjang dan lebar foliar) dan generatif (bobot dan diameter krop). Data dianalisis menggunakan uji BNJ 5%, dengan efektivitas agronomis dihitung melalui RAE, dan efektivitas ekonomi melalui rasio R/C. Hasil menunjukkan P9 (6 kg/ha + ½ standar petani) unggul pada sebagian besar parameter vegetatif. Pada parameter generatif, P6 (4,5 kg/ha) dan P7 (7,5 kg/ha) memberikan performa terbaik, terutama dalam bobot krop dan produktivitas. P7 mencatat produktivitas tertinggi (21,67 ton/ha) dan keuntungan maksimal (Rp27.600.000) dengan rasio R/C sebesar 2,75, menjadikannya perlakuan paling efektif baik secara agronomis maupun ekonomis.