Armelia Silvyani Dila Ludji
Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Model Pembelajaran Problem-Based Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kambera Armelia Silvyani Dila Ludji; Mayun Erawati Nggaba; Yuliana Tamu Ina Nuhamara
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jfi.v7i1.72572

Abstract

Masalah yang melarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas XI SMA Negeri Kambera, khususnya pada materi determinan matriks. Hal ini dilihat dari rendahnya keaktivan siswa dalam pembelajaran, kesulitan memahami soal cerita, kurang mampu memahami informasi yang diketahui dan ditanyakan,serta kesalahan dalam menyelesaikan langkah-langkah pemecahan masalah. Selain itu, pembelajaran masih menggunakan model konvesional yang berpusat pada guru sehinnga siswa kurang aktifv dan kurang tertarik pada pelajaran matematika. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa dimana nilai rata-rata siswa masih dibawah KKM. Oleh karena itu, diprlukan model pemebelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa, salah satunya melalui model pembelajaran Problem-Based Learning . Model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) diterapkan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kambera. Pembelajaran ini menekankan keterlibatan aktif siswa dalam memahami konsep melalui situasi kontekstual yang menuntut pemikiran kritis, kerja sama, dan kemandirian belajar. Hasil penerapan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah yang signifikan pada siswa yang belajar menggunakan model PBL dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Rata-rata hasil tes akhir kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, dan hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok. Nilai N-Gain kelas eksperimen berada pada kategori sedang hingga tinggi, sedangkan kelas kontrol berada pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah mampu membantu siswa memahami konsep matematika secara lebih mendalam serta melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penerapan model ini direkomendasikan sebagai alternatif dalam meningkatkan efektivitas proses pembelajaran matematika di tingkat sekolah menengah atas.