Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimizing Branch Performance In The Cleaning Service Industry: A Data Envelopment Analysis Approach Rahayu Septyaning Mistina; Sri Wahyuni; Indira Puspa Gustiah
Wikara National Economic and Social Research Development Vol 5 No 1 (2024): Wikara National Economic and Social Research Development
Publisher : STIE WIBAWA KARTA RAHARJA PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54010/wnesrd.v5.n1.2

Abstract

Dalam lanskap kompetitif industri jasa, manajemen sumber daya yang efisien dan kepuasan pelanggan sangat penting untuk kesuksesan yang berkelanjutan. Studi ini mengevaluasi efisiensi operasional sebuah perusahaan cleaning services, dengan lima cabang di Jakarta Raya, dengan menerapkan Data Envelopment Analysis (DEA). Cabang-cabang tersebut (Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok, dan Tangerang) menunjukkan perbedaan signifikan antara target dan jumlah aktual karyawan serta pelanggan pada tahun 2023. Metodologi DEA memberikan penilaian komprehensif terhadap efisiensi masing-masing cabang, dengan mempertimbangkan baik penyebaran tenaga kerja maupun akuisisi pelanggan. Hasil penelitian menunjukkanbahwa cabang Depok, dengan skor efisiensi 0,87, unggul dalam manajemen karyawan, sementara cabang Bogor, dengan skor 0,82, memimpin dalam akuisisi pelanggan. Sebaliknya, cabang Jakarta adalah yang paling tidak efisien dengan skor 0,45, menunjukkan tantangan besar di kedua hal tersebut. Temuan ini menyoroti keterbatasan pengukuran kinerja tradisional dan perlunya pendekatan evaluasi yang holistik. Studi ini merekomendasikan strategi yang disesuaikan untuk setiap cabang, dengan fokus pada pemanfaatan kekuatan dan mengatasi kelemahan spesifik. Aplikasi DEA disarankan untuk digunakan sebagai pemantauan dan peningkatan kinerja yang berkelanjutan.Dengan mengadopsi strategi ini, perusahaan cleaning services dapat mengoptimalkan operasinya, meningkatkan kepuasan karyawan, dan meningkatkan loyalitas pelanggan, sehingga mencapai pertumbuhan yang seimbang dan berkelanjutan.
THE EFFECT OF THE IMPLEMENTATION OF GREEN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PRACTICES ON THE SUSTAINABILITY PERFORMANCE AND OPERATIONAL COMPETITIVENESS OF THE COLD SUPPLY CHAIN: QUANTITATIVE EVIDENCE FROM PT. CIMORY AND ITS LOGISTICS PARTNERS Sri Wahyuni; Syahrum Agung; Zakie Hanifan
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 3 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19006769

Abstract

The transition to a green economy puts significant pressure on the cold supply chain industry, which is inherently energy-intensive. The integration of Green Supply Chain Management (GSCM) is thought to be a strategic solution, but quantitative empirical evidence on its impact on sustainability performance and operational competitiveness in the context of cold chain in Indonesia is still limited. Objective: This study aims to examine the influence of the implementation of GSCM practices on sustainability performance (triple bottom line) and operational competitiveness in the cold supply chain of PT. Cimory and its network of logistics partners. Method: Explanatory quantitative research was conducted by distributing questionnaires to 150 managerial respondents from PT. Cimory and its main logistics partners. The data was analyzed using Structural Equation Modeling based on Partial Least Squares (SEM-PLS) to test the relationships between variables. Findings: The results of the study prove that the implementation of GSCM practices has a positive and significant effect directly on improving sustainability performance (β=0.487; p<0.001) and operational competitiveness (β=0.352; p<0.01). The novel findings reveal that sustainability performance plays a role as a partial mediator that strengthens the influence of GSCM on operational competitiveness. Newness: This study contributes contextual quantitative evidence of integrated cold chain networks in the Indonesian perishable products industry, as well as clarifies the mediation mechanisms among key variables