Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH SIMULASI TRIASE START TERHADAP KETERAMPILAN TRIASE DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI PADA KARANG TARUNA ROGOITAN, BANTUL: THE EFFECT OF START TRIAGE SIMULATION ON TRIAGE SKILLS IN FACING THE EARTHQUAKE DISASTER IN KARANG TARUNA ROGOITAN, BANTUL Ahmad Rivaldi Ismail A. Utina; Ririn Zuhairini; Heri Puspito
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 8 No 3 (2025): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v8i3.6165

Abstract

Earthquakes are a serious threat in Indonesia that threaten lives, causing fatalities. The 2006 Bantul earthquake measuring 5.9 on the Richter scale rocked the Yogyakarta and Central Java regions with 19,202 fatalities. In emergency situations, triage knowledge and skills are very important, but the Padukuhan Rogoitan area has never received disaster triage training or simulation. The aim of this research aims to determine the effect of triage simulation on triage skills in dealing with disasters in youth organizations. The method used is a simulation method of carrying out independent triage by youth organizations involving 30 members of the Padukuhan Rogoitan Youth Organization, Pendowoharajo District. Using the Wilcoxon test. The results show that before the simulation, 73.3% of respondents were in the "Quite Skilled" category, while after the simulation, 86.7% of respondents managed to reach the "Very Skilled" category. The Wilcoxon test shows a significance value of 0.000. Triage simulation needs to be integrated into the youth organization's routine training program.
PSYCHOLOGICAL RESILIENCE OF HEALTHCARE WORKERS FACING DISASTERS: A SCOOPING REVIEW Elia Oktaviana; Alya Gustiyana Herman; Retti Rismayati; Tahta Aditya Andi F. Hurudji; Ririn Zuhairini
Journal of Indonesian Anesthesiology Nursing Vol. 2 No. 1 (2025): JIAN (Journal of Indonesian Anesthesiology Nursing)
Publisher : Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Psychological resilience is an adaptive ability that enables healthcare workers to maintain emotional and mental stability when facing stressful conditions caused by disasters. This review aims to map and synthesize the current evidence on psychological resilience among healthcare workers during disaster situations. Methods: This scooping review followed the Arksey and O’Malley framework and PRISMA 2009 guidelines. Literature searches were conducted in Science Direct, PubMed, and Google Scholar for articles published between 2015–2025. Ten articles met the inclusion criteria, consisting of seven quantitative studies, two review studies, and one qualitative concept analysis. Results: Internal factors influencing resilience included self-efficacy, emotional regulation, adaptive coping, and intrinsic motivation. External factors involved social support, supportive leadership, and organizational preparedness. Several psychological interventions such as mindfulness training, emotional regulation programs, and integrated disaster nursing training were shown to significantly increase resilience and reduce stress among healthcare workers. Conclusion: Psychological resilience plays a crucial role in maintaining mental well-being and performance during disaster response. Strengthening resilience through structured psychological interventions and supportive workplace environments should be integrated into disaster preparedness strategies to optimize healthcare workers’ readiness and mental stability during crises. Keywords: psychological resilience; healthcare workers; disaster; mental well-being; scooping review
Efektivitas Media Game Edukatif Wordwall terhadap Peningkatan Pengetahuan Pertolongan Pertama Luka Memar pada Siswa Kelas V SD Muhammadiyah Mlangi Zahra Zata Amani Herman; Ririn Zuhairini; Ratih Kusuma Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.908

Abstract

Kasus cedera ringan seperti luka memar sering terjadi pada anak usia sekolah dasar, namun pengetahuan siswa dalam melakukan pertolongan pertama masih terbatas. Hal ini menunjukkan perlunya media pembelajaran yang efektif dan menarik untuk meningkatkan pemahaman siswa. Penggunaan media pembelajaran berbasis Game edukatif, seperti Wordwall, dapat menjadi alternatif yang interaktif dan menyenangkan dalam meningkatkan pengetahuan siswa terkait pertolongan pertama luka memar. Tujuan: Mengetahui efektivitas media Game edukatif Wordwall terhadap peningkatan pengetahuan pertolongan pertama luka memar pada siswa kelas V SD Muhammadiyah Mlangi. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan two group Pre-Test Post-Test. Sampel penelitian berjumlah 52 responden yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan pertolongan pertama luka memar. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Pada kelompok eksperimen terjadi peningkatan tingkat pengetahuan dari kategori baik sebesar 46,2% pada Pre-Test menjadi 88,5% pada Post-Test dengan hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,002). Pada kelompok kontrol terjadi peningkatan dari 42,3% menjadi 50,0%, namun tidak signifikan (p = 0,102). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p = 0,006). Simpulan: Media Game edukatif Wordwall lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan pertolongan pertama luka memar dibandingkan dengan kelompok tanpa intervensi pada siswa kelas V SD Muhammadiyah Mlangi. Saran: Peneliti selanjutnya disaRankan untuk mengembangkan penelitian serupa dengan menggunakan variasi media pembelajaran interaktif lainnya atau dengan durasi intervensi yang lebih panjang, guna mengetahui efektivitas yang lebih optimal dalam peningkatan pengetahuan siswa.