Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODEL SMART CONTRACT BERBASIS BLOCKCHAIN UNTUK OTOMATISASI PENGADAAN DAN PEMBAYARAN MATERIAL KONSTRUKSI Taimur Ahmad Yuda; Tri Joko Wahyu Adi; Yusroniya Eka Putri Rachman Waliulu; Muhammad Asyrofi Al Hakim
Racic : Rab Construction Research Vol. 11 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v11i1.6591

Abstract

Material procurement in construction projects is a complex process involving multiple stakeholders. However, this critical process is not yet supported by an adequate system. Most procurement activities in construction are still conducted manually and have not been digitized, resulting in limited real-time visibility, weak data exchange mechanisms between parties, and a lack of information security assurance. Furthermore, the staged payment schemes commonly used in construction often disrupt cash flow within the supply chain. These issues can lead to conflicts among stakeholders and project delays. Therefore, this study proposes a solution by developing a blockchain-based smart contract model to automate the procurement and payment processes of construction materials in a more transparent, secure, and efficient manner. The methods employed include the development of smart contract procedures, the creation of a blockchain network, and simulations within a blockchain environment using Project X as a case study. Validation was then carried out to assess the time efficiency gained compared to traditional procurement methods as a result of implementing the blockchain-based model. The results show that the blockchain-based smart contract model can improve procurement time efficiency by approximately 78% to 83%, primarily by reducing the duration of administrative and payment processes.
Faktor Dominan Penyebab Cost Overrun pada Proyek Jalan Tol dengan Skema KPBU di Indonesia Akmal Raditya; I Putu Artama Wiguna; Yusroniya Eka Putri Rachman Waliulu
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor dominan penyebab cost overrun pada proyek jalan tol berbasis skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) di Indonesia. Permasalahan cost overrun merupakan salah satu tantangan utama dalam pembangunan infrastruktur publik yang berdampak pada efisiensi anggaran dan keberlanjutan proyek. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 54 responden ahli dari 25 proyek jalan tol di Indonesia. Setiap faktor risiko dinilai berdasarkan dua dimensi, yaitu severity (tingkat keparahan) dan probability (tingkat kemungkinan) menggunakan skala Likert risiko PMBOK (0.1–0.9). Nilai risk magnitude dihitung melalui perkalian antara nilai severity dan probability (R = S × P), dengan ambang batas risiko ditetapkan pada >0.35. Hasil analisis menunjukkan dari 32 faktor risiko didapatkan 8 faktor dominan penyebab cost overrun, yaitu pembebasan lahan, kondisi lapangan di luar perkiraan, sering terjadi perubahan desain, kesulitan keuangan kontraktor, perubahan peraturan, kenaikan harga material, ketidakmampuan membayar hutang, dan terbatasnya akses ke sumber pendanaan. Faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah dan pembebasan lahan memiliki pengaruh terbesar, diikuti oleh faktor finansial dan teknis. Hasil ini menguatkan temuan penelitian sebelumnya di negara berkembang bahwa kompleksitas kebijakan, pembiayaan, dan kondisi teknis lapangan menjadi penyebab utama ketidakefisienan biaya proyek infrastruktur. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan strategi manajemen risiko proyek jalan tol KPBU dengan memberikan dasar kuantitatif dalam perencanaan mitigasi risiko biaya.