Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemerintah daerah dalam mengatasi angka putus sekolah dan mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakanginya di Desa Kalosi Alau, Kabupaten Sidenreng Rappang. Variabel yang diteliti meliputi strategi pemerintah daerah sebagai variabel bebas dan penurunan angka putus sekolah sebagai variabel terikat, dengan faktor ekonomi, sosial, dan budaya sebagai variabel pendukung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan purposive sampling terhadap lima informan kunci, yaitu pejabat dinas pendidikan, perwakilan pemerintah desa, guru, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi pemerintah daerah meliputi program “Jemput Sekolah”, program kesetaraan Kejar Paket A/B/C, pemberian beasiswa, bantuan materi pembelajaran, subsidi transportasi, pelatihan keterampilan, dan pendekatan personal kepada keluarga. Pemerintah desa secara aktif terlibat dalam pendataan, kampanye penyadaran publik, dan koordinasi dengan sekolah, sementara sekolah melaksanakan intervensi dini seperti kunjungan rumah dan layanan konseling. Faktor-faktor dominan yang berkontribusi terhadap angka putus sekolah adalah keterbatasan kapasitas ekonomi keluarga, rendahnya kesadaran orang tua terhadap pendidikan, pernikahan dini, rendahnya motivasi belajar, hambatan akses, dan persepsi budaya yang tidak memprioritaskan pendidikan. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun strategi yang ada telah memberikan dampak positif, efektivitasnya masih terkendala oleh keterbatasan sumber daya dan rendahnya partisipasi masyarakat. Memperkuat kolaborasi lintas sektor, menyediakan bantuan berbasis rumah tangga, dan mengadopsi pendekatan preventif yang menyasar akar permasalahan sosial-ekonomi dan budaya sangat penting untuk mengurangi angka putus sekolah secara berkelanjutan.