Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH STRESOR FISIK AKUT TERHADAP KADAR TNF-α PADA TIKUS JANTAN PUTIH (Rattus norvegicus) Aziza Rahmi
Collaborative Medical Journal Vol 5 No 3 (2022): September
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/cmj.v5i3.3282

Abstract

Stres adalah keadaan reaksi psiko-fisiologis tubuh dalam menghadapi berbagai rangsangan emosional atau fisik yang mengganggu homeostasis. Akibat stres, tubuh mengadakan berbagai proses penyesuaian untuk mempertahankan bentuk dan fungsi alat tubuh. Stresor diartikan sebagai perubahan lingkungan eksternal (perubahan temperatur atau (pH) yang menimbulkan respon fisiologik pada organisme bersangkutan untuk mempertahankan homeostasis. Stresor akut menimbulkan respon fisiologik jangka pendek yang segera kembali ke keadaan homeostasis. Dilakukan penelitian experimental laboratoris dengan desain post-test only control group design yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh stresor fisik akut terhadap kadar TNF-α pada tikus jantan putih (Rattus norvegicus).Tikus putih jantan sebagai hewan uji dengan menggunakan 34 ekor tikus. Pada penelitian pendahuluan digunakan 2 ekor tikus dan 32 ekor lagi dibagi 2 menjadi kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Stresor yang digunakan raket nyamuk dengan tegangan 3 Volt dan waktu 5 detik selama 1 kali stresor. Variabel yang diperiksa adalah kadar TNF-α pada serum darah tikus. Kemudian hasilnya dianalisa dengan menggunakan uji T test. Hasil penelitian diperoleh bahwa terjadinya peningkatan kadar TNF –α pada kondisi stresor pada kelompok perlakuan (p < 0.05). Terdapat hubungan yang signifikan pada kenaikan kadar TNF-α pada kondisi stresor fisik akut. Penelitian ini disimpulkan bahwa pengaruh stresor fisik akut dapat menaikan sistem sistem imun. Disarankan untuk melakukan pengaruh stresor fisik kronis terhadap kadar TNF-α.
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona Muricata L.) DAN GLIBENKLAMID TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA PADA MENCIT PUTIH (Mus Muscullus) YANG DIINDUKSI ALOKSAN Santi Widiasari; Aziza Rahmi; Yuli Kesuma; Elvina Zuhir; Dina Ramsky
Collaborative Medical Journal Vol 7 No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/cmj.v7i1.4466

Abstract

Diabetes merupakan penyakit yang jumlah penderitanya mengalami peningkatan di Indonesia. Menurut data IDF, Indonesia menempati peringkat ke-5 dengan penderita DM terbanyak di dunia. Berdasarkan profil kesehatan riau, pada tahun 2020 terdapat 90.796 orang menderita DM. Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru juga melaporkan bahwa DM termasuk dalam tiga penyakit yang banyak di derita di kota Pekanbaru. Penggunaan obat baru dari herbal salah satunya adalah tanaman sirsak (Annona Muricata L). Daun tanaman ini memiliki beragam kandungan aktif diantaranya adalah flavonoid dan tanin. Flavonoid didalam daun sirsak dapat menghambat kerja enzim α-glukosidase sehingga menurunkan kemampuan reabsorpsi glukosa kedalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian kombinasi ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L) dan glibenklamid dalam menurunkan kadar glukosa mencit putih jantan (mus muscullus) yang diinduksi aloksan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental denga rancangan pretest posttest with control group. Hasil dari penelitian ini didapatkan perbedaan bermakna rata-rata kadar glukosa mencit yang diinduksi aloksan terhadap kelompok yang diberikan kombinasi ekstrak etanol daun sirsak dan glibenklamid, penurunan kadar glukosa dari 227mg/dL menjadi 116,50mg/dL setelah diberikan perlakuan (p-value <0,05). Terdapat pengaruh kombinasi ekstrak daun sirsak (Annona muricata L) dan glibenklamid terhadap penurunan kadar glukosa mencit jantan (mus musculus).