p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JK3UHO
Roto Roto
Universitas Gajah Mada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS RISIKO BAHAYA KEBAKARAN DAN LEDAKAN DENGAN METODA DOW’S FIRE AND EXPLOSION INDEX PADA FASILITAS TANGKI TIMBUN PT X Rifki Adrian; Roto Roto
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i4.166

Abstract

Tangki penyimpanan minyak mentah merupakan salah satu unit proses dengan tingkat risiko tertinggi dalam industri migas, terutama pada fasilitas berusia tua yang mengalami degradasi struktur dan korosi sehingga meningkatkan potensi bahaya kebakaran dan ledakan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat bahaya pada tangki penyimpanan T-07 yang telah beroperasi lebih dari seratus tahun melalui penerapan metode Dow’s Fire and Explosion Index (F&EI). Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif risiko dengan pendekatan evaluatif menggunakan parameter Material Factor (MF), General Process Hazard Factor (F1), dan Special Process Hazard Factor (F2), serta penilaian efektivitas mitigasi melalui Loss Control Credit Factor (LCCF). Data yang dianalisis mencakup data desain tangki, kondisi aktual peralatan, serta standar proteksi kebakaran mengacu pada API dan NFPA, dengan pengolahan dilakukan menggunakan lembar kerja F&EI dan interpretasi risiko berbasis indeks. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa nilai F&EI untuk tangki T-07 adalah 131,18, yang menempatkan unit ini dalam kategori Heavy Hazard, sedangkan nilai LCCF sebesar 0,59 menunjukkan bahwa mitigasi yang tersedia belum berjalan secara optimal dalam menekan risiko. Analisis lanjutan juga mengindikasikan bahwa potensi kerugian material maupun gangguan operasional sangat besar apabila terjadi insiden kebakaran atau ledakan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa tangki T-07 memiliki tingkat bahaya yang tinggi sehingga diperlukan peningkatan sistem proteksi kebakaran, inspeksi teknis yang lebih rutin, serta modernisasi fasilitas guna menurunkan risiko dan memastikan keberlangsungan operasi secara aman.
ANALISIS HUBUNGAN RITME SIRKADIAN TERHADAP PENYAKIT AKIBAT KERJA DALAM INDUSTRI MIGAS PADA PERSONIL DENGAN POLA KERJA SHIFT DI PERUSAHAAN XYZ Indra Firmanuddin; Roto Roto
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i4.200

Abstract

Industri migas memiliki karakteristik operasi 24 jam yang menuntut sistem kerja shift, sehingga berpotensi menyebabkan disinkronisasi ritme sirkadian pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan ritme sirkadian terhadap potensi penyakit akibat kerja (PAK) pada pekerja dengan pola kerja shift di industri minyak dan gas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-korelasi. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur kepada pekerja shift di perusahaan migas XYZ dengan teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi gangguan ritme sirkadian (by Cardian Type Inventory), tingkat kelelahan, kualitas tidur/kantuk dan keluhan penyakit akibat kerja. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik korelasi untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara gangguan ritme sirkadian dengan peningkatan risiko penyakit akibat kerja pada pekerja shift. Gangguan ritme sirkadian terbukti berkontribusi terhadap penurunan kewaspadaan, kinerja kognitif, serta peningkatan kesalahan kerja. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa disinkronisasi ritme sirkadian merupakan faktor risiko penting dalam keselamatan dan kesehatan kerja di industri migas. Penelitian ini merekomendasikan penerapan desain shift kerja yang ergonomis dan sirkadian-ramah sebagai upaya pencegahan penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja.