Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektifitas Solution Focused Brief Counseling (SFBC) terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Diah Retno Ningsih; Fatmah K; Fayrus Abadi Slamet
Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : PRODI BIMBINGAN KONSELING ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/isyrof.v8i1.5033

Abstract

 Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Rendahnya motivasi belajar seringkali ditunjukkan melalui perilaku kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran, rendahnya minat menyelesaikan tugas, kurangnya konsentrasi, serta rendahnya semangat dalam mencapai prestasi akademik. Kondisi tersebut apabila tidak segera ditangani dapat berdampak pada menurunnya hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Solution Focused Brief Counseling (SFBC) terhadap peningkatan motivasi belajar peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experimental design) menggunakan model one group pretest-posttest design. Subjek penelitian terdiri dari 20 peserta didik yang memiliki tingkat motivasi belajar rendah di SMK SKJ Jabung. Teknik pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan skor sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar peserta didik setelah diberikan layanan Solution Focused Brief Counseling. Hal ini ditunjukkan dari peningkatan rata-rata skor motivasi belajar dari 58,4 menjadi 82,7 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian, Solution Focused Brief Counseling terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Pendekatan SFBC membantu peserta didik menemukan potensi, harapan, dan solusi yang berorientasi pada masa depan sehingga mampu meningkatkan semangat belajar secara positif.
Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Role Play untuk Mengurangi Perilaku Pemalu pada Siswa di SDTQ-T An Najah Martapura Fatmah K; Diah Retno Ningsih
Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 7 No. 2 (2025): Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : PRODI BIMBINGAN KONSELING ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/isyrof.v7i2.3594

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan sejauh mana layanan bimbingan kelompok yang dipadukan dengan teknik role play mampu membantu menurunkan kecenderungan perilaku pemalu pada siswa sekolah dasar. Sikap malu yang muncul secara berlebihan sering kali menghambat kemampuan anak dalam berkomunikasi, bergaul, serta berpartisipasi aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Melalui kegiatan bimbingan kelompok, para siswa diarahkan untuk terlibat dalam interaksi positif di lingkungan kelompok kecil yang aman dan suportif. Sementara itu, teknik role play dimanfaatkan sebagai sarana latihan yang memungkinkan siswa mempraktikkan keberanian, menyampaikan pendapat, dan mengembangkan keterampilan sosial melalui permainan peran yang terstruktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Sebanyak 10 siswa kelas IV yang telah diidentifikasi memiliki tingkat pemaluan tinggi menjadi peserta dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, penyebaran angket, serta pencatatan lapangan untuk memperoleh gambaran perubahan perilaku secara komprehensif. Temuan penelitian memperlihatkan adanya penurunan perilaku pemalu yang cukup mencolok setelah siswa mengikuti rangkaian layanan bimbingan kelompok dengan role play. Pada tahap pratindakan, rata-rata tingkat perilaku pemalu berada pada kategori tinggi yaitu 78%. Angka tersebut menurun menjadi 61% pada siklus pertama, dan kembali turun hingga mencapai 43% pada siklus kedua. Hasil ini menegaskan bahwa kombinasi bimbingan kelompok dan role play efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa, membuat mereka lebih berani berpendapat, serta mendorong kemampuan berinteraksi secara lebih terbuka dengan teman sebaya.