p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JUDGE: Jurnal Hukum
Nadia Novitri Hasibuan
Universitas Pembangunan Panca Budi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asesmen Risiko Sebagai Instrumen Kebijakan Pemasyarakatan Dalam Pemberian Hak Bersyarat Bagi Narapidana Tindak Pidana Narkotika Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai Nadia Novitri Hasibuan; Suci Ramadani; Ismaidar
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 12 (2026): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i12.2533

Abstract

Pemberian hak bersyarat bagi narapidana tindak pidana narkotika merupakan bagian dari kebijakan pemasyarakatan yang bertujuan mewujudkan rehabilitasi dan reintegrasi sosial tanpa mengabaikan perlindungan masyarakat. Dalam praktiknya, pemberian hak bersyarat memerlukan asesmen risiko sebagai instrumen untuk menilai tingkat risiko narapidana serta kelayakannya memperoleh hak integrasi. Namun, implementasi asesmen risiko masih menghadapi berbagai kendala akibat overkapasitas lembaga pemasyarakatan, keterbatasan sumber daya manusia, dan dominannya orientasi administratif dalam proses pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan dan implementasi asesmen risiko sebagai instrumen kebijakan pemasyarakatan dalam pemberian hak bersyarat bagi narapidana tindak pidana narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai. Penelitian menggunakan pendekatan hukum normatif-empiris dengan sifat preskriptif-analitis melalui pendekatan perundang-undangan, konseptual, serta didukung data empiris yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan wawancara dengan petugas pemasyarakatan serta narapidana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif asesmen risiko telah diposisikan sebagai instrumen strategis untuk mendukung pengambilan keputusan yang berbasis risiko, proporsional, dan akuntabel dalam pemberian hak bersyarat. Namun, implementasinya belum berjalan optimal karena penilaian lebih berfokus pada indikator perilaku dan kepatuhan narapidana di dalam lembaga pemasyarakatan, sedangkan faktor eksternal seperti keterlibatan dalam jaringan narkotika, kesiapan sosial, dan potensi residivisme belum dianalisis secara komprehensif. Kondisi tersebut menyebabkan asesmen risiko cenderung berfungsi sebagai prosedur administratif daripada instrumen substantif kebijakan hukum pidana. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan kompetensi asesor, penyempurnaan instrumen asesmen, serta integrasi data antarinstansi agar asesmen risiko mampu mendukung kebijakan pemberian hak bersyarat yang lebih objektif, efektif, dan berorientasi pada keseimbangan antara rehabilitasi narapidana dan perlindungan masyarakat.
Analisis Penalaran Hukum Petugas Pemasyarakatan dalam Pemenuhan Hak Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai Nadia Novitri Hasibuan; Abdul Rahman Maulana Siregar; Dio Dera Darmawan; Musannif
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 06 (2026): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i06.2029

Abstract

Pemenuhan hak narapidana merupakan bagian integral dari sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Dalam praktiknya, pemenuhan hak tersebut tidak hanya ditentukan oleh norma hukum tertulis, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh penalaran hukum petugas pemasyarakatan sebagai pelaksana kebijakan di tingkat operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penalaran hukum petugas pemasyarakatan dalam pemenuhan hak narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip sistem pemasyarakatan dan asas keadilan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan hukum normatif-empiris dengan sifat deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan dan wawancara dengan petugas pemasyarakatan yang terlibat dalam pengambilan keputusan terkait pemenuhan hak narapidana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penalaran hukum petugas pemasyarakatan tidak hanya berlandaskan pada ketentuan normatif, tetapi juga dipengaruhi oleh pertimbangan administratif, keamanan lembaga, dan pengalaman praktis petugas. Variasi dalam penafsiran dan penggunaan diskresi berpotensi menimbulkan ketidakkonsistenan dalam pemenuhan hak narapidana, yang berdampak pada kepastian hukum dan keadilan substantif. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kualitas penalaran hukum petugas pemasyarakatan agar pemenuhan hak narapidana dapat dilaksanakan secara lebih konsisten, objektif, dan selaras dengan tujuan sistem pemasyarakatan.