Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH ARANG AKTIF SEBAGAI ADSORBEN TERHADAP KONVERSI MINYAK JELANTAH MENJADI BIODIESEL Rafli; Selfina Gala
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 21 No. 01 (2026): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v21i01.461

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong pemanfaatan minyak jelantah sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Limbah minyak bekas yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini berpotensi diolah menjadi biodiesel bermutu tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi proses konversi minyak jelantah yang diperoleh dari pedagang kaki lima di Kota Makassar menjadi biodiesel melalui tahapan esterifikasi menggunakan katalis H₂SO₄, transesterifikasi dengan katalis NaOH, serta pemurnian (bleaching) menggunakan arang aktif sebagai adsorben. Proses reaksi dilakukan pada suhu 60 °C selama 60 menit dengan rasio molar metanol terhadap minyak 1:6. Variasi dosis arang aktif 0,05–0,25 digunakan untuk mengkaji pengaruhnya terhadap rendemen dan sifat fisikokimia biodiesel. Hasil penelitian menunjukkan rendemen tertinggi 7,6 % pada rasio 0,20 dan menurun menjadi 5 % pada rasio 0,25, dengan kondisi optimum pada kisaran 0,15–0,20. Kadar air terendah 0,028 % dicapai pada rasio 0,10 dan meningkat hingga 0,057 % pada rasio 0,25. Densitas minimum 0,871 g/mL diperoleh pada rasio 0,10 dan meningkat menjadi 0,902 g/mL pada rasio 0,25. Viskositas terendah 4,150 cSt tercatat pada rasio 0,15, dan seluruh nilai viskositas berada dalam rentang standar SNI (2,3–6,0 cSt). Penelitian ini menegaskan bahwa pemakaian arang aktif pada kisaran 0,10–0,20 merupakan kondisi optimum untuk menghasilkan biodiesel dengan mutu fisikokimia yang sesuai standar nasional serta mendukung pemanfaatan limbah secara berkelanjutan.
Pengaruh Variasi Volume Diisobutyl Ketone terhadap Analisis Kadar Emas pada Bijih Emas Menggunakan Metode Digesti Aqua Regia dan Atomic Absorption Spectrophotometry Nouval Afriandy; Selfina Gala; Faisal Riza Basalamah
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi volume Diisobutyl Ketone (DIBK) dan lama ekstraksi terhadap hasil analisis kadar emas pada bijih emas menggunakan metode digesti aqua regia dan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Variasi volume DIBK yang digunakan meliputi 5 mL, 10 mL, dan 15 mL, sedangkan lama ekstraksi divariasikan selama 2 menit, 4 menit, dan 6 menit. Material acuan yang digunakan adalah Geostats G917-8 (STD 5) dengan expected value sebesar 17,09 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan volume DIBK meningkatkan efisiensi ekstraksi sehingga kadar emas yang terukur semakin mendekati nilai acuan. Kondisi optimum diperoleh pada penggunaan volume DIBK 15 mL dan lama ekstraksi 4 menit dengan kadar emas sebesar 16,83 ppm, z-score 0,3, dan deviasi 2%, yang merupakan hasil paling akurat dibandingkan variasi lainnya. Lama ekstraksi yang melebihi kondisi optimum maupun penggunaan volume DIBK yang lebih rendah menghasilkan kadar emas yang lebih kecil. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa volume DIBK berpengaruh terhadap efisiensi ekstraksi emas, sedangkan lama ekstraksi optimum terjadi pada 4 menit. Kombinasi volume DIBK 15 mL dan lama ekstraksi 4 menit memberikan kondisi terbaik untuk menghasilkan analisis kadar emas yang akurat menggunakan metode digesti aqua regia dan AAS.