Afni Afni
Universitas Negeri Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Persepsi Siswa Terhadap Pentingnya Etika Komunikasi Profesional di Lingkungan Sekolah SMKN 1 Enrekang Sebagai Persiapan Magang Hamida Hamida; Andi Nurfiani Hajrul; Afni Afni; Asti Islawati; Sri Yunita Simanjuntak
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 2 No. 4 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i4.370

Abstract

Perkembangan dunia kerja yang semakin kompetitif menuntut lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk tidak hanya menguasai keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga memiliki kemampuan soft skills yang memadai, salah satunya adalah etika komunikasi profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pentingnya etika komunikasi profesional di lingkungan sekolah SMKN 1 Enrekang sebagai persiapan magang. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 22 siswa sebagai responden. Instrumen penelitian mencakup aspek kejelasan informasi, komunikasi dua arah, penggunaan media, serta empati dan etika komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memberikan penilaian positif dengan dominasi jawaban sangat setuju dan setuju pada setiap aspek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa siswa SMKN 1 Enrekang memiliki persepsi positif terhadap pentingnya etika komunikasi profesional, dan penguatan komunikasi profesional di lingkungan sekolah berperan penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi kegiatan magang dan dunia kerja
Persepsi Siswa Terhadap Pentingnya Etika Komunikasi Profesional di Lingkungan Sekolah SMKN 1 Enrekang Sebagai Persiapan Magang Hamida Hamida; Andi Nurfiani Hajrul; Afni Afni; Asti Islawati; Sri Yunita Simanjuntak
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 2 No. 4 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i4.374

Abstract

Perkembangan dunia kerja yang semakin kompetitif menuntut lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk tidak hanya menguasai keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga memiliki kemampuan soft skills yang memadai, salah satunya adalah etika komunikasi profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pentingnya etika komunikasi profesional di lingkungan sekolah SMKN 1 Enrekang sebagai persiapan magang. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 22 siswa sebagai responden. Instrumen penelitian mencakup aspek kejelasan informasi, komunikasi dua arah, penggunaan media, serta empati dan etika komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memberikan penilaian positif dengan dominasi jawaban sangat setuju dan setuju pada setiap aspek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa siswa SMKN 1 Enrekang memiliki persepsi positif terhadap pentingnya etika komunikasi profesional, dan penguatan komunikasi profesional di lingkungan sekolah berperan penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi kegiatan magang dan dunia kerja. Saran penguatan etika komunikasi profesional di sekolah terbukti berperan penting dalam membentuk kesiapan mental dan perilaku siswa dalam menghadapi kegiatan magang dan dunia kerja.
Service Quality, Compliance, and Awareness of Illegal Parking among Motorcycle Users: A Survey for Parking Management and Enforcement Muh. Darwis; Afni Afni; Nasir Nasir
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jiap.v15i2.89964

Abstract

This study examines how motorcycle users perceive the service quality of official parking, how consistently they comply with official parking rules and protect their vehicles, and how aware they are of the problems of illegal parking and supportive of its regulation, in order to inform parking management and enforcement : A cross-sectional survey of 61 motorcycle users used a 20-statement questionnaire (five-point agreement scale) grouped into perceived quality of official parking, compliance and self-protection, and awareness and support for regulation. Analyses comprised means, agreement percentages, Cronbach’s alpha, correlations, multiple regression, and two exploratory paired contrasts. : Responses were uniformly favorable: 87% of answers were agree or strongly agree, and domain means were high (M = 4.03 to 4.15). Every respondent agreed that they park in the official area, and locking the handlebar was the most endorsed behavior (M = 4.30). The lowest-rated items were CCTV effectiveness (M = 3.77), orderly layout (M = 3.77), and support for firm, regular enforcement (M = 3.80). Respondents endorsed norms (M = 4.21) more than strict enforcement (M = 3.80), t(60) = 4.15, p < .001. Compliance and self-protection correlated with awareness and support for regulation (r = .63, p < .001) and with perceived quality (r = .40, p = .001); in regression, only awareness remained significant (β = .595, p < .001; perceived quality β = .055, p = .660; R² = .395). Internal consistency of the domain indices was low (alpha = .31 to .48), and responses are self-reported and concentrated at the top of the scale, so the findings are indicative and the associations exploratory. Managers can prioritize visible security and layout features and explain the rationale of enforcement, since compliance is more closely tied to awareness than to perceived quality. The study joins perceived service quality, compliance behavior, and attitudes toward illegal parking and enforcement in one survey of motorcycle users, showing that compliance follows awareness more closely than perceived quality and that support for enforcement lags behind support for norms.