Hendra Prasetia
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gaya Retorika DAI Kontemporer dalam Menjawab Tantangan Dakwah Digital: Studi Komparatif Humor, Interaktivitas, dan Kelembutan Pesan Hendra Prasetia; Bayu Darmawan; Feggy Nurdiyansah; Lilis Satriah
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i3.1151

Abstract

Perkembangan media digital mengubah ruang dakwah dari komunikasi satu arah menjadi ruang publik yang cepat, interaktif, dan rentan terhadap pemotongan konteks. Artikel ini bertujuan menganalisis gaya retorika dai kontemporer dalam menjawab tantangan dakwah digital melalui studi komparatif atas tiga model: humor, interaktivitas, dan kelembutan pesan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi komparatif berbasis analisis isi terhadap tiga naskah kajian terdahulu tentang Ustadz Abdul Somad, Dr. Aam Amirudin, dan Prof. KH. Nasaruddin Umar. Data dianalisis melalui kategorisasi tematik berdasarkan kerangka retorika Aristoteles yang mencakup ethos, pathos, dan logos, kemudian dibandingkan dengan tantangan komunikasi digital seperti perluasan jangkauan, dialog dua arah, dan decontextualization. Hasil kajian menunjukkan bahwa Ustadz Abdul Somad merepresentasikan model retorika humoris-populis yang mencairkan resistensi audiens; Dr. Aam Amirudin merepresentasikan model edukatif-interaktif yang menghubungkan dalil dengan problem keseharian melalui media sosial; sedangkan Nasaruddin Umar merepresentasikan model kelembutan-resilien yang menekankan kedalaman pesan, empati, dan ketahanan komunikasi dalam situasi post-truth. Artikel ini menyimpulkan bahwa efektivitas dakwah digital ditentukan oleh kemampuan dai mengintegrasikan otoritas keilmuan, kedekatan emosional, argumentasi logis, serta desain pesan yang adaptif terhadap ekosistem digital
Media Sosial Sebagai Agen Sosialisasi Nilai Keislaman: Representasi dan Negosiasi Busana Muslim di Instagram Hendra Prasetia; Feggy Nurdiyansah; Ahmad Sarbini; Asep Iwan Setiawan
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i6.940

Abstract

Artikel ini mengkaji peran media sosial, khususnya Instagram, sebagai agen sosialisasi nilai keislaman dalam praktik berpakaian muslimah di Indonesia. Berangkat dari fenomena berkembangnya tren busana muslim dan hijab di ruang digital, penelitian ini menempatkan Instagram sebagai arena representasi, negosiasi identitas, sekaligus komodifikasi simbol religius. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi kasus terhadap akun-akun hijaber populer dan komunitas hijabers, artikel ini menunjukkan bahwa praktik berpakaian Islami di Instagram tidak hanya mencerminkan kepatuhan terhadap syariat, tetapi juga dipengaruhi oleh logika estetika digital, budaya populer, dan industri fesyen. Hasil kajian menunjukkan adanya pergeseran makna busana muslim dari simbol kesalehan menuju identitas religius-modern yang bersifat cair dan performatif. Meskipun Instagram berfungsi efektif sebagai medium dakwah kultural dan edukasi nilai keislaman, platform ini juga berpotensi mendorong perilaku konsumtif dan reduksi makna spiritual. Artikel ini berargumen bahwa praktik berpakaian Islami di media sosial merupakan hasil negosiasi berkelanjutan antara nilai agama, identitas sosial, dan dinamika kapitalisme digital.