Kerusakan dan penurunan kualitas ekosistem mangrove akibat aktivitas manusia dan perubahan lingkungan menjadi hambatan dalam pengelolaan ekosistem pesisir secara berkelanjutan. Minimnya data mengenai struktur komunitas mangrove dan gastropoda di Lembur Mangrove Patikang, Banten menghambat upaya konservasi. Penelitian bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas mangrove dan gastropoda dengan metode survei lapang dengan teknik purposive sampling dan pengambilan data dengan transek kuadran berukuran 10x10m, 5x5m dan 1x1m pada dua stasiun pengamatan. Data yang diambil meliputi jumlah individu, jenis, diameter mangrove serta jenis dan jumlah individu serta jenis gastropoda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat jenis mangrove meliputi spesies Avicennia marina, Rhizopora apicuata, Burguiera gymnoriza dan Acanthus ilicifolius. Berdasarkan indeks keanekaragaman Shannon Wiener menunjukkan jika keberadaan mangrove tergolong rendah di semua stasiun karena diperoleh nilai H‘<1, yaitu pada stasiun satu sebesar 0,506 dan pada stasiun dua sebesar 0,8. Namun kerapatan mangrove tergolong tinggi pada kedua stasiun, dengan nilai kerapatan tertinggi pada stasiun satu sebesar 4.800ind/ha dan dari kedua stasiun spesies yang paling mendominasi adalah spesies Avicennia marina. Berdasarkan hasil analisis data gastropoda, ditemukan lima spesies yang didominasi oleh Cerithideopsilla alata yaitu sebesar 0,89 dan 0,93 pada masing masing-masing stasiun. Keanekaragaman pada kedua stasiun tergolong rendah dengan nilai 0,267 Ind/ dan sebesar 0,182 Ind/pada stasiun dua. Cerithideopsilla alata juga memiliki nilai kepadatan tertinggi dari semua spesies pada kedua stasiun yaitu 75 Ind/ pada stasiun satu dan 74 Ind/ pada stasiun kedua. Hal ini menunjukkan jika kelestarian ekosistem mangrove berdampak terhadap keseimbangan komunitas gastropoda yang berperan dalam proses dekomposisi dan rantai makanan di ekosistem pesisir.