p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal MAIYAH
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Ekosistem Mangrove Berdasarkan Indeks Ekologis: Kerapatan Mangrove dan Kelimpahan Gastropoda di Lembur Mangrove Patikang Tri Mulyani; Nabela Fikriyya; Nurani Husnul Khatimah; Zurna Maisya Awalia; Nisrina Rizki Amalia; Dimas Rendragraha
MAIYAH Vol 5 No 1 (2026): Maiyah : Vol. 5 No. 1 Maret 2026
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2026.5.1.19995

Abstract

Kerusakan dan penurunan kualitas ekosistem mangrove akibat aktivitas manusia dan perubahan lingkungan menjadi hambatan dalam pengelolaan ekosistem pesisir secara berkelanjutan. Minimnya data mengenai struktur komunitas mangrove dan gastropoda di Lembur Mangrove Patikang, Banten menghambat upaya konservasi. Penelitian bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas mangrove dan gastropoda dengan metode survei lapang dengan teknik purposive sampling dan pengambilan data dengan transek kuadran berukuran 10x10m, 5x5m dan 1x1m pada dua stasiun pengamatan. Data yang diambil meliputi jumlah individu, jenis, diameter mangrove serta jenis dan jumlah individu serta jenis gastropoda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat jenis mangrove meliputi spesies Avicennia marina, Rhizopora apicuata, Burguiera gymnoriza dan Acanthus ilicifolius. Berdasarkan indeks keanekaragaman Shannon Wiener menunjukkan jika keberadaan mangrove tergolong rendah di semua stasiun karena diperoleh nilai H‘<1, yaitu pada stasiun satu sebesar 0,506 dan pada stasiun dua sebesar 0,8. Namun kerapatan mangrove tergolong tinggi pada kedua stasiun, dengan nilai kerapatan tertinggi pada stasiun satu sebesar 4.800ind/ha dan dari kedua stasiun spesies yang paling mendominasi adalah spesies Avicennia marina. Berdasarkan hasil analisis data gastropoda, ditemukan lima spesies yang didominasi oleh Cerithideopsilla alata yaitu sebesar 0,89 dan 0,93 pada masing masing-masing stasiun. Keanekaragaman pada kedua stasiun tergolong rendah dengan nilai 0,267 Ind/ dan sebesar 0,182 Ind/pada stasiun dua. Cerithideopsilla alata juga memiliki nilai kepadatan tertinggi dari semua spesies pada kedua stasiun yaitu 75 Ind/ pada stasiun satu dan 74 Ind/ pada stasiun kedua. Hal ini menunjukkan jika kelestarian ekosistem mangrove berdampak terhadap keseimbangan komunitas gastropoda yang berperan dalam proses dekomposisi dan rantai makanan di ekosistem pesisir.
Kelimpahan Plankton Sebagai Bioindikator Kualitas Air pada Perairan Lembur Mangrove Patikang, Banten Nisrina Rizki Amalia; Zurna Maisya Awalia; Tri Mulyani; Nurani Husnul Khatimah; Hery Irawan; Dimas Rendragraha
MAIYAH Vol 4 No 3 (2025): Maiyah : Vol. 4 No. 3 September 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2025.4.3.16447

Abstract

Perairan pesisir seperti ekosistem mangrove sangat dipengaruhi oleh aktivitas antropogenik yang dapat mempengaruhi kualitas air dan keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air dan biodiversitas plankton sebagai bioindikator kualitas air di Kawasan Lembur Mangrove Patikang, Pandeglang, Banten. Pengambilan sampel menggunakan metode random sampling pada 5 stasiun dengan metode Shanon Wenner (H’) dan dianalisis di Laboratorium Balai Pengujian Kesehatan Ikan dan Lingkungan (BPKIL) Serang. Parameter kualitas air yang dianalisis meliputi DO berkisar 7,5 – 10 mg/L, Suhu di beberapa stasiun menunjukkan >30oC dan pH cenderung asam yakni 6,52 – 6,64. Fitoplankton didominasi oleh kelompok Microcystis dengan kelimpahan 5.425.200 ind/L yang mengindikasikan perairan yang eutrofik dan Zooplankton didominasi oleh kelompok Tintinnopsis dengan total 12.700 ind/L. Kelimpahan plankton yang tinggi menunjukkan tingginya kandungan nutrient di suatu perairan dan plankton efektif sebagai bioindikator suatu lingkungan.