Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PRICE ELASTICITY IN GENERATION Z LIFESTYLE COFFEE CONSUMPTION : AN ANALYTICAL LITERATURE REVIEW Tamariska Fendy Putri; Lis Sintha
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 5 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes price elasticity in emotional product consumption, focusing on lifestyle coffee among Generation Z consumers. The study applies an analytical literature review with thematic analysis to synthesize research on coffee demand, price elasticity, hedonic consumption, lifestyle-based purchasing, social media influence, fear of missing out (FoMO), and perceived value. A replicable search protocol was developed using Google Scholar, ScienceDirect, SAGE Journals, Emerald Insight, SpringerLink, Taylor & Francis Online, and Garuda/SINTA-indexed Indonesian journals. The search prioritized publications from 2016 to 2026, while seminal works on hedonic consumption and thematic analysis were retained when conceptually necessary. After relevance-based screening, 25 sources were synthesized into four themes. The review finds that lifestyle coffee demand among Generation Z is not shaped by price and functional utility alone, but also by hedonic value, lifestyle identity, brand experience, social media visibility, and FoMO-driven trend participation. These factors may reduce price sensitivity and support higher price tolerance, especially when consumers perceive coffee as a symbolic and experiential product. However, this inelasticity is conditional; consumers may become price sensitive when quality, ambience, digital relevance, or emotional value declines. The study concludes that lifestyle coffee businesses should apply value-based and experience-driven pricing rather than relying solely on cost-based or competition-based pricing.
Pengaruh Penerapan Enterprise Risk Management terhadap Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi (Studi Kasus PT Nindya Karya) Taufik Hidayat; Lis Sintha; Melinda Malau
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.6033

Abstract

Industri jasa konstruksi di Indonesia menghadapi tantangan tingginya risiko proyek, keterlambatan, dan pembengkakan biaya yang memerlukan Enterprise Risk Management (ERM) terintegrasi). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan ERM terhadap kinerja perusahaan jasa konstruksi pada PT Nindya Karya, dengan mengkaji tingkat penerapan ERM, mengevaluasi kinerja perusahaan, serta mengukur kontribusi masing-masing dimensi ERM terhadap pencapaian kinerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus, melibatkan 132 responden dari 197 populasi pegawai, serta dianalisis menggunakan Multivariate Multiple Regression (MMR).. Hasil analisis menunjukkan pengaruh signifikan ERM terhadap seluruh dimensi kinerja secara simultan (F-hitung 6,222–7,284; Sig. 0,000), dengan kualitas konstruksi sebagai dimensi yang paling dipengaruhi (R² = 0,324). Secara parsial, tata kelola dan budaya organisasi (X1) serta strategi dan penetapan tujuan (X2) berpengaruh signifikan terhadap keempat indikator kinerja (p < 0,05), sedangkan tiga dimensi lainnya menunjukkan pengaruh tidak signifikan. ERM yang terintegrasi dengan tata kelola dan strategi perusahaan mampu meningkatkan kinerja perusahaan jasa konstruksi secara menyeluruh. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan ilmu manajemen risiko dan praktis sebagai acuan bagi perusahaan konstruksi, regulator, dan asosiasi industri dalam merumuskan kebijakan ERM yang efektif dan berkelanjutan.
Eksternalitas dan Kegagalan Pasar: Tantangan Pengambilan Keputusan Manajerial dan Peran Pemerintah David Prasetyawan; Lis Sintha
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.6113

Abstract

Dalam paradigma ekonomi neoklasik, pasar dianggap sebagai mekanisme paling efisien dalam alokasi sumber daya. Namun, realitas operasional seringkali menunjukkan adanya kegagalan pasar (market failure) yang bersumber dari eksternalitas, informasi asimetris, dan barang publik. Artikel ini menganalisis bagaimana kegagalan pasar, khususnya eksternalitas, menciptakan diskrepansi antara biaya privat dan biaya sosial yang memperumit pengambilan keputusan manajerial. Dengan menggunakan pendekatan ekonomi manajerial, artikel ini mengeksplorasi strategi perusahaan dalam menghadapi intervensi pemerintah seperti pajak Pigovian dan regulasi emisi. Analisis kasus nyata pada industri energi dan otomotif menunjukkan bahwa manajer yang gagal menginternalisasi eksternalitas menghadapi risiko litigasi dan penurunan nilai merek. Sebaliknya, adopsi kerangka kerja Environmental, Social, and Governance (ESG) terbukti mampu mengubah tantangan eksternalitas menjadi peluang kompetitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan basis studi literatur dan studi kasus pada tiga kasus representatif: PLTU Batubara (eksternalitas negatif), R&D vaksin COVID-19 (eksternalitas positif), dan elektrifikasi desa PT PLN (barang publik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi eksternalitas melalui kebijakan korektif pemerintah seperti pajak karbon dan subsidi dapat menyelaraskan insentif privat dengan kesejahteraan sosial. Namun, intervensi pemerintah juga menghadapi risiko kegagalan pemerintah (government failure) berupa inefisiensi birokrasi dan distorsi kebijakan. Kesimpulannya, peran pemerintah sangat krusial melalui kebijakan korektif untuk memastikan bahwa insentif privat selaras dengan kesejahteraan sosial, namun harus dilakukan dengan cermat untuk menghindari distorsi baru. Implikasi penelitian ini mencakup rekomendasi bagi manajer untuk mengadopsi strategi Regulatory Navigation dan First-Mover Advantage dalam menghadapi dinamika eksternalitas dan regulasi pemerintah.