Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LIQUEFACTION SYSTEM DESIGN USING HYDRAULIC MECHANISM Muhammad Hardiman Nur Ramadhan; Resa Hardianto; Doohan Taqdissillah; Erwinda Fenty Anggraeni; Arfan
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 5 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.22038683

Abstract

Liquefaction is a natural disaster that cannot be predicted. Therefore a simulation tool is needed to determine the characteristics of the disaster, so that it can be reduced. This simulation tool moves on the x-axis and y-axis with the drive system using a hydraulic system. The purpose of this research is to measure the vibration parameters that arise in the liquefaction machine. In addition, to analyze the vibration system that arises in the liquefaction machine on the x-axis and y-axis. And the analysis method used is experiment. This mechanism is designed in 2 levels using 6 rollers on each floor. The speed and acceleration of the drive mechanism are able to describe the true state of liquefaction.
Analisis Dinamika Tanah Kotaagung Menggunakan HVSR untuk Estimasi Peak Ground Acceleration Erwinda Fenty Anggraeni; Joni Arif
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7593

Abstract

Wilayah Provinsi Lampung, khususnya Kotaagung, merupakan daerah dengan aktivitas tektonik tinggi karena kedekatannya dengan zona subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Kondisi ini menempatkan Kotaagung sebagai kawasan yang memiliki potensi kegempaan signifikan sehingga diperlukan kajian mendalam terkait bahaya seismik sebagai dasar mitigasi risiko bencana. Salah satu parameter utama dalam evaluasi bahaya gempa adalah Peak Ground Acceleration (PGA), yang menggambarkan percepatan tanah maksimum akibat guncangan dan menjadi acuan dalam perencanaan bangunan tahan gempa serta penyusunan zonasi seismik. Penelitian ini mengestimasi nilai PGA di Kotaagung dengan memanfaatkan metode Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio (HVSR) berbasis data mikrotremor. Sebanyak 78 titik pengukuran direkam menggunakan sensor tunggal dengan durasi 20–30 menit dan frekuensi sampling 100 Hz. Data tiga komponen getaran tanah kemudian dianalisis untuk memperoleh kurva HVSR, yang selanjutnya digunakan untuk menentukan frekuensi dominan (f₀), periode dominan (Tg), dan nilai PGA menggunakan rumus empiris Kanai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periode dominan tanah di Kotaagung berada pada rentang 0,09–2,92 s, sedangkan nilai PGA permukaan berkisar antara 155 hingga 1033 gal. Berdasarkan klasifikasi risiko gempa, wilayah studi termasuk dalam kategori “besar dua” hingga “sangat besar dua”, yang mencerminkan tingkat kerentanan seismik tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan strategi mitigasi bencana dan perencanaan tata ruang berbasis risiko untuk meminimalkan dampak gempabumi di Kotaagung dan sekitarnya.