This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid JIPSD
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Penggunaan Flashcard Sebagai Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Pada Kelas Rendah Teguh Prasetyo; Naya Sabrina; Syahyuni Anggun Anggraeni; Siti Nurazizah
JIPSD: Jurnal Inovasi Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 2 No. 3 (2026): Jurnal Inovasi Pendidikan Sekolah Dasar (April 2026)
Publisher : Published by Konsorsium Pengetahuan Innoscientia (KOPINNOS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi siswa Sekolah Dasar, khususnya pada kelas rendah. Namun, pada praktiknya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan membaca akibat penggunaan metode dan media pembelajaran yang kurang variatif. Salah satu media yang dinilai efektif dalam mendukung pembelajaran membaca adalah flashcard. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan flashcard sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa Sekolah Dasar melalui pendekatan literature review. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur yang dilakukan dengan mengkaji dan menganalisis 20 artikel penelitian relevan yang dipublikasikan dalam delapan tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media flashcard secara konsisten memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa, baik dari aspek pengenalan huruf, pembentukan kata, kelancaran membaca, maupun motivasi belajar. Dengan demikian, flashcard dapat menjadi media pembelajaran yang efektif, praktis, dan relevan untuk mendukung pembelajaran membaca di Sekolah Dasar.
Pemanfaatan AI dalam Pengembangan Keterampilan Menulis Bahasa Inggris: Manfaat, Tantangan, dan Persepsi Pengguna Syahyuni Anggun Anggraeni
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.19961

Abstract

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran menulis bahasa Inggris semakin umum, namun persepsi dan pengalaman pengguna di konteks pendidikan Indonesia belum banyak diteliti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana para pengajar dan siswa melihat penggunaan aplikasi AI untuk meningkatkan kemampuan menulis, serta keuntungan dan kesulitan yang terkait dengan hal tersebut.  Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif.  Wawancara terbuka dengan 26 siswa dan 4 instruktur dilakukan dengan menggunakan Google Form untuk mengumpulkan data.  Tema utama dalam jawaban informan ditemukan dengan menggunakan analisis tematik. Menurut temuan, mayoritas responden menggunakan aplikasi seperti QuillBot, Grammarly, dan ChatGPT untuk menyusun frasa, memeriksa tata bahasa, dan menghasilkan ide.  AI dianggap dapat meningkatkan kepercayaan diri (80%) dan kualitas tulisan (87%).  Namun, kekurangannya termasuk kemungkinan ketergantungan dan ide-ide di luar konteks juga dikemukakan.  AI idealnya digunakan sebagai alat revisi, bukan sebagai pengganti pemikiran manusia.  Pengamatan langsung tidak digunakan dalam penelitian ini; pengamatan ini terbatas pada data berbasis formulir.  Menurut penelitian, AI memiliki banyak harapan untuk membantu siswa belajar menulis, tetapi harus diterapkan dengan hati-hati dan bijaksana.
Pendekatan Community Language Learning (CLL) dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Nafisah Putri Imawan; Syahyuni Anggun Anggraeni; M. Hamid Hediyansah
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.20560

Abstract

Bahasa inggris adalah Perkembangan teori psikologi telah memberikan kontribusi signifikan terhadap dunia pendidikan, termasuk dalam pendekatan pembelajaran bahasa. Sejumlah psikolog berupaya mengadopsi prinsip-prinsip psikologis ke dalam proses pembelajaran agar siswa dapat menerima materi dengan lebih terbuka, nyaman, dan efektif. Salah satu pendekatan yang lahir dari gagasan tersebut adalah pendekatan pembelajaran kelompok dalam pengajaran bahasa yang mempertimbangkan aspek kepribadian, emosi, dan motivasi siswa. Dari dasar pemikiran ini, muncullah metode pembelajaran bahasa yang dikenal dengan Community Language Learning (CLL). Metode ini mengintegrasikan prinsip-prinsip konseling dalam proses pembelajaran, di mana guru berperan sebagai konselor dan siswa sebagai klien yang belajar dalam suasana kolaboratif dan suportif. CLL bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman secara emosional, sehingga peserta didik merasa lebih percaya diri dan termotivasi dalam menggunakan bahasa target. Artikel ini membahas konsep dasar, prinsip, serta implikasi penerapan Community Language Learning dalam konteks pembelajaran Bahasa Inggris, terutama sebagai strategi pembelajaran yang humanistik dan berorientasi pada kebutuhan siswa.