Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa SMA kelas X terhadap penggunaan laboratorium virtual PhET pada materi perubahan energi yang berfokus pada aspek keterpahaman materi dan penggunaan software. Evaluasi ini penting dilakukan untuk mengetahui bagaimana siswa menerima dan mengoperasikan simulasi PhET untuk memahami konsep abstrak dalam materi perubahan energi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan survei yang disebarkan secara daring kepada 185 siswa di SMAN 2 Polewali yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner skala Likert dan pertanyaan terbuka yang kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis konten tematik. Pemilihan metode ini sangat tepat untuk mendeskripsikan distribusi respon subjektif siswa secara sistematis dan objektif tanpa manipulasi variabel. Hasil penelitian menunjukkan persepsi yang sangat positif pada aspek keterpahaman materi dimana fitur interaktif simulasi terbukti efektif membantu siswa bereksperimen dengan variabel secara mandiri dan memperjelas visualisasi konsep fisika yang bersifat abstrak. Namun pada aspek penggunaan software, terdapat beberapa kendala teknis berupa kesulitan navigasi bagi pengguna pemula, berkurangnya keterlibatan emosional jika dibandingkan dengan praktikum tradisional, dan kurangnya panduan materi yang terintegrasi di dalam simulasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa daya tarik visual PhET akan lebih efektif jika dibarengi dengan strategi pedagogis yang tepat untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran.