Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

METODA HARTREE FOCK UNTUK MENENTUKAN ENERGI TOTAL INTI HELIUM-4 Nursakinah Annisa Lutfin; Fauziah A
PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Vol 3 No 1 (2020): PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.783 KB) | DOI: 10.31605/phy.v3i1.954

Abstract

Helium-4 merupakan salah satu isotop Helium yang stabil. Perhitungan energi total Helium-4 pada level inti ditinjau dengan menganggap inti spherically symmetric. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan energi keadaan dasar inti Helium-4 berdasarkan metoda Hartree Fock. Persamaan hamiltonian yang terdiri atas energi kinetik dan potensial dihitung menggunakan program Fortran. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan diperoleh energi total inti Helium-4 sebesar -28,4023952 MeV, memiliki kesalahan 0,70% jika dibandingkan dengan hasil penelitian lain dengan menggunakan metode yang sama. Namun memiliki kesalahan lebih kecil sebesar 0,36% jika dibandingkan dengan hasil eksperimen. Hal ini menunjukkan bahwa metode Hartree Fock sudah cukup baik digunakan untuk menghitung energi inti Helium-4.
“STATUS QUO” CHATGPT DALAM PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN FISIKA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Qudratuddarsi, Hilman; A, Fauziah; Agung, Afiq; Yanti, Meili
PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Vol 7 No 2 (2025): Phydagogic : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya
Publisher : PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/phy.v7i2.4645

Abstract

Revolusi teknologi telah membawa Artificial Intelligence (AI) khususnya ChatGPT menjadi alat potensial dalam pendidikan termasuk Fisika meski penggunaannya masih baru. ChatGPT dapat membantu menjelaskan konsep sulit, namun akurasi informasinya masih dipertanyakan. Kajian literatur diperlukan untuk mengetahui sejauh mana ChatGPT telah berkontribusi dalam pengajaran dan pembelajaran Fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi jurnal, asal negara penulis, dan tema penelitian terkait ChatGPT dalam pengajaran dan pembelajaran Fisika. Penelitian ini menggunakan PRISMA framework yang memiliki tahapan 1) identifikasi, 2) penyaringan dengan memperhatikan kriteria inklusi dan ekslusi, dan 3) analisis data untuk menentukan tema penelitian. Distribusi jurnal menunjukkan dominasi Physical Review Physics Education Research (41,67%), dengan penulis mayoritas berasal dari Eropa (66,67%). ChatGPT memiliki banyak manfaat dalam pengajaran dan pembelajaran fisika antara lain dalam persiapan pengajaran, proses pembelajaran, asesmen pembelajaran, dan dalam praktikum. Hasil penelitian juga menunjukkan kemampuan ChatGPT dalam menyelesaikan berbagai soal fisika secara teoritis dan konseptual. Penelitian ini menyajikan informasi penting bagi penelitian pendidikan fisika dan pelaksanaan pengajaran fisika.
Analisis Kualitas Hasil Proyek Mahasiswa melalui Implementasi Model Project Based Learning pada Mata Kuliah Eksperimen Fisika A, Fauziah; Lutfin, Nursakinah Annisa; Rahmadhani, Aulia
SAINTIFIK Vol 11 No 2 (2025): Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/saintifik.v11i2.605

Abstract

Analisis efektivitas model pembelajaran Project-based Learning (PjBL) pada mata kuliah Eksperimen Fisika dilakukan melalui studi komparatif terhadap dua laporan proyek mahasiswa. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, dua laporan proyek dari kelompok mahasiswa yang menerapkan PjBL dievaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen dengan rubrik penilaian yang mencakup lima aspek: kreativitas, ketepatan konsep fisika, metodologi eksperimen, keakuratan data, dan kualitas laporan tertulis. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun kedua kelompok berhasil menyelesaikan proyek, terdapat variasi signifikan dalam aspek kreativitas proyek dan keakuratan data, mengindikasikan perbedaan fokus dalam penguasaan kompetensi. Temuan ini menyimpulkan bahwa efektivitas PjBL dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti topik proyek dan dinamika kelompok. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan (scaffolding) yang lebih terfokus untuk menjamin pencapaian kompetensi yang komprehensif.
Application of The Physics Aviary Virtual Laboratory to Support Student Motivation and Self-Regulated Learning Nurlina, Nurlina; Humairah, Nur Aisyah; Kalsum, Ummu; A, Fauziah.; Maisarah, Maisarah; Widia, Widia; Fardilla, Wita
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 6, No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v6i3.12422

Abstract

Limited access to adequate physics laboratory facilities remains a major challenge in Indonesian schools, including SMAN 1 Mamasa, where conventional physics learning often lacks hands-on experiments. To address this issue, this study was conducted as part of a Community Service (PkM) activity, providing training and mentoring on the use of The Physics Aviary (TPA) virtual laboratory for eleventh-grade students. The activity employed Community-Based Research (CBR) and Service Learning approaches, enabling students to actively participate in meaningful learning experiences while contributing to the community. A total of 34 students (20 females, 14 males) participated in the program, which was conducted from July to August 2025. Data on learning motivation and self-regulated learning (SRL) were collected using validated questionnaires and analyzed descriptively. The results indicate that the virtual laboratory effectively fostered students’ intrinsic motivation, with the highest scores observed in intrinsic goal orientation (mean = 4.12, SD = 0.95) and task value (mean = 4.06, SD = 0.89). Additionally, SRL skills were reflected in high scores for time and study environment management (mean = 4.06, SD = 0.81) and peer learning (mean = 3.91, SD = 0.99). Student satisfaction with the training was also high, demonstrating successful implementation. This PkM activity not only introduced TPA in the local school context but also provided initial empirical evidence that virtual labs can serve as effective alternatives for fostering motivation and self-regulation in secondary physics education. However, the findings highlight the need to strengthen metacognitive and collaborative learning aspects.
Sosialisasi Pengenalan Program Studi Pendidikan Fisika Kepada Siswa/Siswi di SMAN, SMKN, SMAS, dan SMKS Se-Kabupaten Mamasa Andi Rosman N; Afiq Agung; Andi Saddia; Fauziah A; Fadhila Fadhila
Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus: Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/cakrawala.v4i3.5061

Abstract

The socialization program is carried out to introduce the academic world to students. Higher Education is the final stage of formal education, commonly referred to as a university, institute, or academy. At this level, students are guided to specialize in a particular field of interest that will later become their foundation in the professional world. High school graduates generally aspire to secure a good career in the future, which creates intense competition among students across Indonesia to be admitted into top universities and their desired programs of study. The lack of knowledge about campus life is addressed through outreach or socialization activities, using methods such as presentations on the introduction to higher education followed by discussion sessions. This program aims to provide essential information to students, especially those in high school who plan to continue their education at the tertiary level. Through these activities, students can gain a clearer understanding of the university environment as a place where learning processes take place as well as where the mission and functions of higher education are realized. They are also introduced to campus ethics and regulations that must be observed. Furthermore, campus life includes interactions with various academic communities, including fellow students, lecturers, and administrative staff.
Pelatihan Integrasi Teknologi berbasis TPACK bagi Guru IPA untuk Membumikan Sains melalui Proyek Kontekstual Siswa YANTI, MEILI; Rizal, Haryanti Putri; A, Fauziah
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.745

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi guru Ilmu Pengetahuan Alam dalam menerapkan kemampuan Technological Pedagogical Content Knowledge melalui pembelajaran kontekstual berbasis proyek. Latar belakang kegiatan ini adalah rendahnya minat dan literasi sains siswa yang disebabkan oleh dominasi metode hafalan, keterbatasan pemanfaatan teknologi, dan kesenjangan penguasaan konten lintas bidang karena sebagian besar guru berlatar belakang Biologi atau Fisika. Program pengabdian dilaksanakan dalam empat tahap, yaitu persiapan, pelatihan, penerapan, dan evaluasi. Pelatihan disusun secara sistematis dalam tiga fokus utama: penguasaan teknologi, penguatan strategi pedagogis, dan penyegaran konten materi IPA. Jumlah Guru yang dilatih sebayak 20 orang yang terdiri dari 10 sekolah di Majene. Guru dilatih memanfaatkan berbagai media digital seperti simulasi interaktif dan platform pengolahan data untuk memvisualisasikan konsep abstrak, merancang pembelajaran berbasis proyek, serta mengintegrasikan konsep Fisika, Biologi, dan Kimia secara terpadu. Setelah pelatihan, guru mempraktikkan keterampilan yang diperoleh dengan membimbing siswa mengidentifikasi masalah lokal, merancang proyek sains, dan memamerkan hasilnya dalam gelar karya siswa. Terdapat 10 jenis proyek yang berbeda dari setiap kelompok guru. Hasil evaluasi menunjukkan respons sangat positif, peningkatan kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi, serta keberhasilan mereka membimbing pembuatan proyek sains yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini disimpulkan berhasil memperkuat keterampilan integratif guru, memfasilitasi pembelajaran IPA yang kontekstual dan berbasis data, serta memberikan dampak nyata pada peningkatan kreativitas, partisipasi, dan literasi sains siswa. Temuan ini menjadi dasar penting bagi keberlanjutan program dan diseminasi praktik baik ke sekolah lain.
PjBL Berbasis Scaffolding dalam Kreativitas Mahasiswa: Tinjauan dari Beban Kognitif dan Memori Kerja: Scaffolding-Based PjBL in Student Creativity: A Review of Cognitive Load and Working Memory Rasydah Nur Tuada; Bilferi Hutapea; Fauziah A
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 5 No. 03 (2025): Research Articles, December 2025
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v5i03.7494

Abstract

Creativity among prospective Physics teachers is very important. Still, the results of the final project are often not optimal due to the alleged high cognitive load, which limits working memory capacity. This study aims to analyse the effect of the scaffolding-based Project-based Learning (PjBL) model on Final Project Creativity, and to examine its role in moderating Cognitive Load and Working Memory. The study used a quantitative method with a quasi-experimental design (pretest-posttest non-equivalent control group design). The sample consisted of 34 students, divided into an experimental group (n=17) that implemented scaffolding-based PjBL and a control group (n=17) that implemented PjBL without scaffolding. Data analysis used MANCOVA. The MANCOVA results showed that scaffolding-based PjBL had a very significant effect on the combination of dependent variables (Wilks' Lambda, Sig.=0.000). Specifically, the experimental group showed lower Cognitive Load (Average=56.88) than the control group (Average=71.65). In addition, there was a significant increase in Creativity (Average 91.18 vs. 69.82) and Working Memory (Average 86.35 vs. 64.65). This finding was further validated by the Complex Span Task, which showed a 58% increase in working memory capacity in the experimental group. Scaffolding interventions have been proven effective in optimising cognitive processes by reducing extraneous cognitive load, thereby freeing up Working Memory capacity to facilitate deeper creative thinking processes. This study demonstrates the importance of structured support in managing cognitive load to enhance creativity.
Pendampingan Praktikum Fisika Untuk Menumbuhkan Minat Terhadap Sains pada Peserta Didik MTs DDI Lapeo Nursakinah Annisa Lutfin; Fauziah A; Rasydah Nur Tuada; Dewi Sartika; Nurlina Nurlina
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v3i2.4933

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan mitra MTs DDI Lapeo yaitu banyak peserta didik yang menunjukkan ketertarikan rendah terhadap pelajaran sains, khususnya dalam bidang ilmu fisika. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk menumbuhkan minat sains peserta didik MTs DDI Lapeo melalui kegiatan pendampingan praktikum fisika. Kegiatan ini dilaksanakan di MTs DDI Lapeo, Desa Lapeo Kab. Polewali Mandar Sulawesi Barat pada 06 Juli sampai 06 September 2024 dengan 17 orang peserta yang terdiri dari peserta didik di MTs DDI Lapeo. Pendampingan praktikum fisika yang dilakukan terdiri dari lima unit percobaan yaitu yaitu Suhu dan Kalor, Prinsip Archimedes, Ayunan Sederhana, Usaha Pada Bidang Miring dan Hukum Hooke. Setelah praktikum selesai, peserta didik dilatih untuk mengolah dan menganalisis data hasil praktikum. Selain itu peserta didik diajarkan pentingnya rasa ingin tahu, menghargai data hasil praktikum, berpikir kritis, kreatif, berpikiran terbuka dan kerjasama, ketekunan, dan menumbuhkan sikap peka terhadap lingkungan dalam bereksperimen dan belajar sains. Berdasarkan hasil pelaksanaan dan evaluasi pengabdian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendampingan praktikum fisika telah berhasil menumbuhkan minat sains peserta didik di MTs DDI lapeo. Pendampingan praktikum berjalan lancar dan peserta didik memberikan respon positif terkait kegiatan praktikum yang dilaksanakan.
KESULITAN BELAJAR FISIKA PADA SISWA SMA DI INDONESIA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW BERBASIS PRISMA Aulia Nadratan Naim; Nursakinah Annisa Lutfin; Fauziah A
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesulitan belajar fisika pada siswa SMA di Indonesia berdasarkan hasil kajian literatur. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Sebanyak 20 artikel yang relevan pada rentang tahun 2020–2025 dianalisis secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar fisika bersifat multidimensional, meliputi kesulitan konseptual, matematis, pemecahan masalah, serta aspek afektif. Aspek afektif, seperti rendahnya motivasi, minat, dan kepercayaan diri, menjadi faktor yang paling dominan. Selain itu, kesulitan belajar juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti metode pembelajaran yang kurang variatif, minimnya penggunaan media dan praktikum, serta lingkungan belajar yang kurang kondusif. Materi fisika yang sering dianggap sulit antara lain mekanika dan medan magnet. Solusi yang direkomendasikan meliputi penerapan model pembelajaran aktif, penggunaan media dan simulasi interaktif, peningkatan motivasi belajar, serta pemberian pengalaman belajar melalui praktikum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesulitan belajar fisika tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang holistik, kontekstual, dan berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran fisika.
ANALISIS PERSEPSI SISWA TERHADAP PENGGUNAAN LABORATORIUM VIRTUAL PHET PADA MATERI PERUBAHAN ENERGI Kristina Nurmi; Fauziah A; Nursakinah Annisa Lutfin; Afiq Agung
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa SMA kelas X terhadap penggunaan laboratorium virtual PhET pada materi perubahan energi yang berfokus pada aspek keterpahaman materi dan penggunaan software. Evaluasi ini penting dilakukan untuk mengetahui bagaimana siswa menerima dan mengoperasikan simulasi PhET untuk memahami konsep abstrak dalam materi perubahan energi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan survei yang disebarkan secara daring kepada 185 siswa di SMAN 2 Polewali yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner skala Likert dan pertanyaan terbuka yang kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis konten tematik. Pemilihan metode ini sangat tepat untuk mendeskripsikan distribusi respon subjektif siswa secara sistematis dan objektif tanpa manipulasi variabel. Hasil penelitian menunjukkan persepsi yang sangat positif pada aspek keterpahaman materi dimana fitur interaktif simulasi terbukti efektif membantu siswa bereksperimen dengan variabel secara mandiri dan memperjelas visualisasi konsep fisika yang bersifat abstrak. Namun pada aspek penggunaan software, terdapat beberapa kendala teknis berupa kesulitan navigasi bagi pengguna pemula, berkurangnya keterlibatan emosional jika dibandingkan dengan praktikum tradisional, dan kurangnya panduan materi yang terintegrasi di dalam simulasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa daya tarik visual PhET akan lebih efektif jika dibarengi dengan strategi pedagogis yang tepat untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran.