Rasyid Hakim Fahmilhuda
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGELOLAAN SAMPAH DOMESTIK KECAMATAN KEDUNGWUNI  PEKALONGAN SEBAGAI PEMENUHAN SANITASI LINGKUNGAN Sri Subekti; RHJ Wedyowibowo; Ni Komang Ayu Artiningsih; Rasyid Hakim Fahmilhuda; Natasya Apriliani Putri Yogie
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 3 No. 1 (2026): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/z0nrkf26

Abstract

Peningkatan produksi sampah terus bertambah dapat menimbulkan masalah pada lingkungan seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Sementara, lahan tempat pembuangan akhir sampah juga makin terbatas.  Kecamatan Kedungwuni  Kabupaten Pekalongan, permasalahan sampah juga menjadi masalah yang sampai saat ini belum kunjung dapat diselesaikan. Kecamatan Kedungwuni merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Pekalongan yang terbagi tiga kelurahan, 16 desa, ,luas wilayah adalah 22,94 kilometer persegi. Program pengelolaan sampah berkelanjutan untuk mendukung target program berbasis komunitas dan teknologi diterapkan di lapangan dengan optimalisasi Bank Sampah, mendorong masyarakat melakukan pemilahan sampah anorganik dari sumbernya untuk ditukar dan menjadi nilai ekonomi, penerapan ekonomi sirkular mengubah paradigma "buang setelah pakai" menjadi siklus tertutup di mana limbah yang dihasilkan diproses kembali menjadi bahan baku baru, teknologi pengolahan kompos dan biogas dengan melakukan pengolahan sampah organik menjadi pupuk atau energi alternatif berskala lokal, gerakan gaya hidup zero waste membawa wadah sendiri guna menekan penggunaan plastik sekali pakai.
PENGELOLAAN SAMPAH DOMESTIK KECAMATAN KEDUNGWUNI  PEKALONGAN SEBAGAI PEMENUHAN SANITASI LINGKUNGAN Sri Subekti; RHJ. Wedyowibowo; Ni Komang Ayu Artiningsih; Rasyid Hakim Fahmilhuda; Natasya Apriliani Putri Yogie
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 3 No. 1 (2026): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand, Vol. 3, No. 1, Mei 2026
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/vzq4dn52

Abstract

The continuous rise in waste generation, driven by population growth, poses environmental challenges, particularly as landfill space becomes increasingly limited. In the Kedungwuni District of Pekalongan Regency, waste management remains an unresolved issue. Kedungwuni District comprises three urban villages and 16 rural villages, covering an area of ​​22.94 square kilometers. A sustainable waste management program supporting community- and technology-based targets is being implemented on the ground through the optimization of "Waste Banks" (community-run collection points) and by encouraging residents to sort inorganic waste at the source for exchange and economic gain. Additionally, the adoption of a circular economy shifts the paradigm from a "throw-away" culture to a closed-loop system where waste is reprocessed into new raw materials; local-scale composting and biogas technologies convert organic waste into fertilizer or alternative energy; and a "zero-waste" lifestyle movement promotes the use of personal containers to reduce single-use plastic consumption.