Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR DASAR YANG BERKUALITAS UNTUK MENCAPAI SMART LIVING Subekti, Sri; Artiningsih, Ni Komang Ayu; RHJ. Wedyowibowo; Chasanah, Ummi
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 2 No. 2 (2025): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/vm3f3c24

Abstract

Perpindahan penduduk dari desa ke kota yang tidak terencana dengan baik dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti kemacetan lalu lintas, polusi udara, perubahan lingkungan. Metode yang dilakukan data sekunder, primer, pemanfaatan data dari berbagai sumber untuk mengidentifikasi kebutuhan, merancang solusi. Isu stratregis Kota Tangerang pada periode pembangunan 2024-2026 adanya daya saing pada sektor infrastruktur kota. Permasalahan rendahnya kesadaran masyarakat tentang konsep smart living, ketimpangan digital antara wilayah, kelompok sosial, tingkat pendapatan; kurangnya pemahaman  manfaat teknologi, kesulitan mengadopsi teknologi baru; minat masyarakat masih rendah dalam penggunaan  transportasi angkutan umum. Kurangnya penegakan Peraturan Daerah dengan menggunakan Sistem Informasi Geospasial. Sarana kesehatan individu masih diperlukan peningkatan sarana dan prasarana. Perlunya kerjasama dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek dalam perencanaan, pengembangan, pengoperasian layanan transportasi umum perkotaan dalam menyediakan transportasi aman, nyaman, terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. Kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha dalam Forum Tanggung Jawab Sosial, Lingkungan mewujudkan kota lebih baik dan maju.
PENGELOLAAN SAMPAH DOMESTIK KECAMATAN KEDUNGWUNI  PEKALONGAN SEBAGAI PEMENUHAN SANITASI LINGKUNGAN Sri Subekti; RHJ. Wedyowibowo; Ni Komang Ayu Artiningsih; Rasyid Hakim Fahmilhuda; Natasya Apriliani Putri Yogie
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 3 No. 1 (2026): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand, Vol. 3, No. 1, Mei 2026
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/vzq4dn52

Abstract

The continuous rise in waste generation, driven by population growth, poses environmental challenges, particularly as landfill space becomes increasingly limited. In the Kedungwuni District of Pekalongan Regency, waste management remains an unresolved issue. Kedungwuni District comprises three urban villages and 16 rural villages, covering an area of ​​22.94 square kilometers. A sustainable waste management program supporting community- and technology-based targets is being implemented on the ground through the optimization of "Waste Banks" (community-run collection points) and by encouraging residents to sort inorganic waste at the source for exchange and economic gain. Additionally, the adoption of a circular economy shifts the paradigm from a "throw-away" culture to a closed-loop system where waste is reprocessed into new raw materials; local-scale composting and biogas technologies convert organic waste into fertilizer or alternative energy; and a "zero-waste" lifestyle movement promotes the use of personal containers to reduce single-use plastic consumption.