Yunus Ashari
Prodi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung.

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Sebaran Geokimia LTJ Metode Soil Sampling Ordinary Kriging Botteng Sulbar Jihad Afiz Praja Wibowo; Yunus Ashari; Hartaja Muhamad Hatta; Rifi Sani Nugraha; Sulaeman
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v6i1.10342

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi zona berpotensi mineralisasi Unsur Tanah Jarang (Rare Earth Elements/REE) dan memetakan distribusi spasialnya menggunakan analisis geokimia dan pendekatan geostatistik. Unsur yang dianalisis meliputi La, Ce, Nd, Pr, Sm, dan Tb. Sampel tanah dikumpulkan dengan metode grid sistematis dan dianalisis untuk menentukan konsentrasi REE. Data diolah menggunakan interpolasi Ordinary Kriging berdasarkan model variogram omnidireksional. Seluruh variogram mengikuti model sferis dengan nilai nugget rendah hingga sedang, yang menunjukkan kontinuitas dan korelasi spasial yang baik. Hasil interpolasi menunjukkan bahwa La, Ce, Nd, Pr, dan Sm terkonsentrasi di bagian barat hingga barat daya daerah penelitian, sedangkan Tb menunjukkan pengayaan di bagian barat tengah. Sebaliknya, wilayah timur dan timur laut memiliki konsentrasi REE yang lebih rendah sehingga berpotensi mineralisasi terbatas. Abstract. This study aims to identify potential Rare Earth Elements (REE) mineralization zones and map their spatial distribution using geochemical and geostatistical analyses. Soil samples were collected using a systematic grid sampling method and analyzed for La, Ce, Nd, Pr, Sm, and Tb concentrations. The data were interpolated using Ordinary Kriging based on omnidirectional variogram models. All variograms were best fitted by a spherical model with low to moderate nugget effects, indicating good spatial continuity and correlation. The results show that La, Ce, Nd, Pr, and Sm are concentrated in the western to southwestern parts of the study area, while Tb is enriched in the west-central area. In contrast, the eastern and northeastern parts exhibit lower REE concentrations and limited mineralization potential.
Optimasi Rancangan Sequence Penambangan Batupasir untuk Pencapaian Target Produksi Achmed Alfarizi Gerard; Yunus Ashari; Sri Widayati
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v6i1.10325

Abstract

Abstrak. Kegiatan penambangan batupasir memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan material konstruksi dan pembangunan infrastruktur. Peningkatan aktivitas pembangunan menyebabkan permintaan batupasir terus meningkat, sehingga perusahaan tambang dituntut untuk mencapai target produksi secara berkelanjutan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan perencanaan tambang terbuka yang tersusun dengan baik, meliputi penentuan tahapan penambangan, perencanaan kemajuan tambang, dan pengendalian produksi. Penelitian ini dilakukan di CV Bumi Pasir Makmur yang berlokasi di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, dengan luas wilayah izin usaha pertambangan sebesar 16,2 hektar. Metode penelitian meliputi analisis model geologi dan estimasi sumber daya batupasir menggunakan metode geofisika geolistrik, serta kajian geoteknik untuk menentukan geometri lereng yang stabil. Hasil analisis digunakan sebagai dasar dalam perancangan mine sequence yang efektif guna mendukung keselamatan dan kelancaran operasi penambangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cadangan batupasir yang dapat ditambang sebesar 4.555.125 BCM. Dengan target produksi tahunan sebesar 1.152.858,14 BCM, umur tambang diproyeksikan selama lima tahun. Perencanaan tambang yang terstruktur dan terintegrasi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serta mendukung keberlanjutan dan kelayakan operasi penambangan. Abstract. Sandstone mining plays an important role in supplying construction materials for infrastructure development. The increasing intensity of construction activities has led to higher demand for sandstone, requiring mining companies to achieve production targets in a sustainable manner. This condition emphasizes the need for well-structured open-pit mine planning, including mining sequence design, mine advance planning, and production control. This study was conducted at CV Bumi Pasir Makmur, located in Leles District, Garut Regency, West Java Province, covering a mining area of 16.2 hectares. The research involved geological modeling and sandstone resource estimation using geoelectrical resistivity methods, supported by geotechnical analysis to determine stable slope geometry. The results were integrated into an optimized mine sequence design aimed at improving operational efficiency and maintaining mining safety. The analysis identified mineable sandstone reserves of 4,555,125 BCM. With an annual production target of 1,152,858.14 BCM, the projected mine life is approximately five years. The proposed integrated mine planning approach is expected to enhance productivity while supporting the sustainability and technical feasibility of the mining operation.
Kinerja Rockbolt Terhadap Kelas Massa Batuan dan Hubungannnya Terhadap Kestabilan Terowongan Salman Al Farizy; Iswandaru; Yunus Ashari
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v6i1.10768

Abstract

Abstrak. PT Nusa Halmahera Minerals memiliki beberapa tambang bawah tanah. Tambang bawah tanah Kencana menggunakan metode penambangan cut and fill underground. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis kinerja rockbolt terhadap kelas massa batuan menggunakan RMR dan hubungannya terhadap kestabilan terowongan pada heading kencana link-sub10-under cut 3 pada tambang bawah tanah. Hasil penelitian langsung di lapangan kondisi masaa batuan yang terdapat pada heading dibagi menjadi 4 section face mapping yang memiliki 2 kelas massa batuan berdasarkan nilai RMR dan Q-System. Nilai section A ; RMR 50 (fair rock), B ; RMR 43 (fair rock), C ; RMR 39 (poor rock), D ; RMR 37 (poor rock) dan Q-System section A ; 10 (good), B ; 7,8 (fair), C ; 3,5 (poor), dan D ; 0,2 (very poor). Hubungan kondisi massa batuan terhadap kekuatan rockbolt dapat ditinjau dari nilai hasil pull out test. Nilai Faktor Keamanan section A ; left wall 1,76, right wall 1,80 section B ; wall 1,7 section C ; wall 1,71 section D ; left wall 1,66, right wall 1,69 (Berdasarkan Analisis Balik Kualitas Massa Batuan Berdasarkan Penyanggaan Eksisting yang Terpasang). Abstract. PT Nusa Halmahera Minerals operates several underground mines, including the Kencana Underground Mine which applies the cut and fill underground mining method. This study aims to analyze rockbolt performance based on rock mass classification using the Rock Mass Rating (RMR) method and its relationship to tunnel stability at the Kencana Link Sub-10 Under Cut 3 heading. Field investigations were conducted through face mapping, and the rock mass conditions at the heading were divided into four sections based on RMR and Q-System classifications. The RMR values are 50 (fair rock) for section A, 43 (fair rock) for section B, 39 (poor rock) for section C, and 37 (poor rock) for section D. Q-System values indicate section A as good (Q = 10), section B as fair (Q = 7.8), section C as poor (Q = 3.5), and section D as very poor (Q = 0.2). The relationship between rock mass conditions and rockbolt strength was evaluated using pull-out test results. The Factor of Safety (FoS) values for all sections range from 1.66 to 1.80, indicating that the installed rockbolt support system provides adequate tunnel stability based on back analysis of existing ground support.