Kesejahteraan psikologis menjadi salah satu aspek penting dalam perkembangan peserta didik karena berkaitan dengan kemampuan individu dalam menjalani kehidupan secara positif, membangun relasi yang sehat, mengembangkan kapasitas diri, serta menghadapi berbagai tuntutan perkembangan. Kondisi kesejahteraan psikologis yang baik memungkinkan individu memiliki keberfungsian psikologis yang optimal dalam aspek penerimaan diri, hubungan interpersonal, kemandirian, pengelolaan lingkungan, arah kehidupan, dan pengembangan potensi diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kesejahteraan psikologis berdasarkan jenis kelamin pada siswa kelas XI sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, dan madrasah aliyah di Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel penelitian berjumlah 282 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala kesejahteraan psikologis dan dianalisis dengan uji Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kesejahteraan psikologis secara keseluruhan berdasarkan jenis kelamin. Perbedaan hanya ditemukan pada dimensi hubungan positif dengan orang lain dan kemandirian, sedangkan dimensi penerimaan diri, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi menunjukkan kondisi yang relatif sama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa jenis kelamin bukan merupakan faktor utama yang membedakan kesejahteraan psikologis peserta didik. Temuan ini menjadi dasar bagi pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling untuk mengembangkan seluruh dimensi kesejahteraan psikologis peserta didik secara optimal.