Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Program Management by Walk Around yang Efektif Terhadap Peningkatan Budaya K3 di Perusahaan Kimia Berbasis Pestisida di Kabupaten Semarang Eko Harsono; Ersilan Ersilan; Sugiarto Sugiarto; Soehatman Ramli
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2828

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh efektivitas program Management by Walking Around (MBWA) terhadap peningkatan Budaya K3 di Pabrik Kimia berbasis pestisida di Kabupaten Semarang, serta mengkaji pengaruh komunikasi dan keterlibatan (X1), keteladanan pimpinan (X2), observasi dan identifikasi bahaya (X3), serta respon, perbaikan, dan tindak lanjut (X4) terhadap efektivitas MBWA. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode SEM-PLS terhadap 190 responden yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Evaluasi outer model menunjukkan seluruh konstruk memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Setelah eliminasi indikator M5, seluruh 29 indikator tersisa memiliki outer loading > 0,70, AVE 0,604–0,672, Composite Reliability 0,884–0,911, dan Cronbach's Alpha 0,836–0,878. Hasil inner model menunjukkan MBWA berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap Budaya K3 (? = 0,582; t = 10,164; p < 0,001). Keteladanan (? = 0,201; p = 0,044) dan respon, perbaikan & tindak lanjut (? = 0,257; p = 0,003) berpengaruh signifikan terhadap efektivitas MBWA, sementara komunikasi dan keterlibatan serta observasi bahaya tidak signifikan. Model menunjukkan kemampuan penjelasan moderat–kuat (R²M = 0,567; R²Y = 0,345) dengan GoF = 0,573 kategori baik. Penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas MBWA dalam memperkuat Budaya K3 sangat ditentukan oleh keteladanan kepemimpinan dan konsistensi tindak lanjut.
SWOT Analysis and Development Alternatives Strategy of the Morowali Industrial Estate (IMIP) in Supporting Nickel Downstreaming and Regional Economic Growth Zakaria Trismoyo; Sunardi Sunardi; Eko Harsono; Bernard Hasibuan
Jurnal Multidisiplin Sahombu Vol. 6 No. 02 (2026): Jurnal Multidisiplin Sahombu, 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mineral downstreaming is a key industrial strategy in Indonesia to increase the added value of natural resources through metal-based manufacturing. The Morowali Industrial Park (IMIP) is one of the largest nickel downstreaming centers in Southeast Asia, contributing significantly to economic and social transformation in Morowali Regency. This research aims to evaluate internal and external strategic factors affecting IMIP using SWOT analysis. A qualitative descriptive method was applied based on a documentary video transcript supported by relevant literature review. The findings show IMIP’s strong internal advantages such as modern infrastructure, massive investment, a 60% increase in regional GDP, and more than 13,000 jobs created. Opportunities arise from the global demand for electric vehicle batteries and planned workforce expansion to 85,000 workers. However, weaknesses include dependence on a single commodity and limited local workforce capability. External threats include global nickel price volatility and competition among industrial zones. Based on the SWOT matrix, IMIP falls within the Growth Strategy quadrant, indicating strong potential for sustainable industrial expansion.