Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Efektifitas Implementasi Contractor Safety Management System (CSMS) Terhadap Penurunan Tingkat Kecelakaan Kerja Di PT X Midyana Restu Pradani; Maya Dewi Dyah Maharani; Soehatman Ramli
Jurnal Migasian Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v5i1.146

Abstract

Contractor Safety Management System (CSMS) is a documentation of a control mechanism in the form of guidelines to ensure business standards in managing the HSE performance of contractors. PT X is a company engaged in services in the oil and gas sector, which has a high risk in every day-to-day operational activity of having an accident with lost working hours (LTI) caused by contractors. This study aims to determine whether the CSMS implementation is effective enough to reduce the level of accidents at PT X. This research is a descriptive type of research or a qualitative approach evaluation study with the method of data analysis carried out by the Literature Tracing Method which produces CSMS Implementation Data & Accident Data and interviews. Experts then structured CSMS problems into hierarchical institutional elements and sub-elements using the Interpretative Structural Modeling (ISM) Method. The results showed that the implementation of CSMS at PT X was quite effective in reducing the number of accidents at PT X but for the implementation of this CSMS cycle must be carried out according to the CSMS guidelines at PT X and with consistency at each stage so that no negligence impacted accidents for contractors carrying out contract work at PT X. Keywords: Contractor, CSMS
Analisis Insiden Fatality Akibat Covid-19 Menggunakan Metode 5 Why, SCAT, BowTie, dan Interpretive Structural Model (ISM) Dewayani Nur Wijayanti; Tatan Sukwika; Soehatman Ramli
Jurnal Migasian Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v6i1.186

Abstract

Abstract. The research in general aims to analyze the fatality incident due to Covid-19 that occurred on March 28, 2021 using a combined method of 3 root cause methods, namely the SCAT, 5 Why, and Bow Tie methods, and ends by prioritizing improvements with the Interpretive Structural Model method ( ISM) And specifically the purpose of this research is to determine the root causes of the main causes using the 5 Why and SCAT methods, Determine the factors before and after the top event that contribute to the threat and consequences of the Covid-19 pandemic risk using the BowTie method, and determine the Barrier factors from BowTie Analysis which are critical factors that must be implemented. The results of the analysis using 5 Whys and PHE SCAT show that there are unsafe actions both from human factors and conditions that cause workers to be exposed to COVID-19 at work sites. To optimize the condition so that it doesn't happen again, a follow-up analysis using BowTie was carried out and the results of the research used ISM (Interpretive Structural Modeling) for critical Barriers for threats (treats) which prioritized to be implemented and monitored, namely A1 (on-site emergency planning). Critical factors Barriers to become (Consequences) that are key to implementation are the main sub-element B2
Analisa Pengendalian Risiko Terhadap Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja pada UMKM Pabrik Kerupuk Desa Kenanga kabupaten Indramayu Nirmala Rahmi; Bernard Hasibuan; Soehatman Ramli
Jurnal Migasian Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v7i1.229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengendalian risiko kecelakaan dengan penyakit akibat kerja pada produksi kerupuk pada UMKM industri rumah tangga di desa Kenanga Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan yang bekerja di pabrik kerupuk di desa Kenanga, sedangkan sampel penelitian ini adalah 60 orang pekerja di pabrik kerupuk di desa Kenanga. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyelidikan deskriptif dengan melakukan survei lapangan dan mengamati lingkungan serta proses kerja pabrik kerupuk. Berdasarkan hasil uji korelasi diketahui bahwa variabel masa kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Nilai koefisien yang positif menunjukkan bahwa semakin lama masa kerja, semakin sering terjadi kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Hasil analisis dan penilaian risiko dari survei lapangan diperoleh 38 risiko, dengan rincian 26 risiko rendah (68,5%), 11 risiko sedang (28,9%), dan 1 risiko tinggi (2,6%). Beberapa tindakan pengendalian bahaya yang membantu dalam mengurangi risiko bahaya pada setiap proses pembuatan biskuit mentah antara lain pengendalian teknik berupa penyediaan alat pemadam ringan (APAR), tempat kerja yang ergonomis dan berventilasi baik, dan pengendalian administratif berupa workshop tentang teknik pengangkatan dan penanganan yang tepat, penyiapan alat pelindung diri dan keselamatan serta penggunaan simbol kesehatan dan keselamatan kerja, serta sarung tangan, sepatu boot dan masker.
Faktor Penentu Keberlanjutan Safety Culture Berdasarkan Bradley Curve pada Level Frontliner Operasional di PT Polytama Propindo Abie Alfian; Ersilan Ersilan; Sugiarto Sugiarto; Soehatman Ramli
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Komitmen Manajemen, Keterlibatan Pekerja, dan Budaya Pelaporan terhadap Keberlanjutan Budaya Keselamatan di kalangan karyawan operasional lini depan di PT Polytama Propindo, menggunakan pendekatan kuantitatif eksploratif dengan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Model pengukuran disempurnakan melalui pemurnian iteratif dengan menghilangkan satu indikator (X2.3), menghasilkan model akhir dengan 19 indikator yang memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas (AVE 0,572–0,635; Alpha Cronbach 0,748–0,857; Reliabilitas Komposit 0,840–0,897; HTMT < 0,85). Model struktural menunjukkan kesesuaian yang baik (SRMR = 0,075; NFI = 0,795), relevansi prediktif yang memadai (Q²predict > 0), dan menjelaskan 53,4% varians dalam Keberlanjutan Budaya Keselamatan (R² = 0,534; Adjusted R² = 0,525). Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Komitmen Manajemen tidak memiliki efek signifikan (? = 0,187; t = 1,944; p = 0,052), sedangkan Keterlibatan Pekerja memiliki efek positif yang signifikan (? = 0,240; t = 3,129; p = 0,002), dan Budaya Pelaporan muncul sebagai prediktor yang paling dominan (? = 0,421; t = 5,195; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan Budaya Keselamatan setelah intervensi eksternal lebih ditentukan oleh keterlibatan aktif pekerja dan keterbukaan dalam melaporkan kejadian nyaris celaka dan kondisi tidak aman daripada oleh efek langsung dari komitmen manajemen yang dirasakan.
Pengaruh Program Management by Walk Around yang Efektif Terhadap Peningkatan Budaya K3 di Perusahaan Kimia Berbasis Pestisida di Kabupaten Semarang Eko Harsono; Ersilan Ersilan; Sugiarto Sugiarto; Soehatman Ramli
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2828

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh efektivitas program Management by Walking Around (MBWA) terhadap peningkatan Budaya K3 di Pabrik Kimia berbasis pestisida di Kabupaten Semarang, serta mengkaji pengaruh komunikasi dan keterlibatan (X1), keteladanan pimpinan (X2), observasi dan identifikasi bahaya (X3), serta respon, perbaikan, dan tindak lanjut (X4) terhadap efektivitas MBWA. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode SEM-PLS terhadap 190 responden yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Evaluasi outer model menunjukkan seluruh konstruk memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Setelah eliminasi indikator M5, seluruh 29 indikator tersisa memiliki outer loading > 0,70, AVE 0,604–0,672, Composite Reliability 0,884–0,911, dan Cronbach's Alpha 0,836–0,878. Hasil inner model menunjukkan MBWA berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap Budaya K3 (? = 0,582; t = 10,164; p < 0,001). Keteladanan (? = 0,201; p = 0,044) dan respon, perbaikan & tindak lanjut (? = 0,257; p = 0,003) berpengaruh signifikan terhadap efektivitas MBWA, sementara komunikasi dan keterlibatan serta observasi bahaya tidak signifikan. Model menunjukkan kemampuan penjelasan moderat–kuat (R²M = 0,567; R²Y = 0,345) dengan GoF = 0,573 kategori baik. Penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas MBWA dalam memperkuat Budaya K3 sangat ditentukan oleh keteladanan kepemimpinan dan konsistensi tindak lanjut.
Evaluasi Efektivitas Program dan Kualitas Program Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Meningkatkan Budaya K3 Pada Aktivitas Pengeboran Panas Bumi di PT. Berbasis Rig Pengeboran di Kabupaten Sukabumi Sunardi; Edison C Sembiring; Soehatman Ramli; Sugiarto
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2820

Abstract

Aktivitas pengeboran panas bumi merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi sehingga memerlukan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efektivitas pelatihan K3 dan kualitas pelatihan K3 terhadap budaya K3 pada aktivitas pengeboran panas bumi di PT. Berbasis Rig Pengeboran Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja yang terlibat dalam aktivitas pengeboran panas bumi di PT. Berbasis Rig Pengeboran. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria pekerja yang pernah mengikuti pelatihan K3 dan terlibat langsung dalam aktivitas operasional pengeboran. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert 1–5. Analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pelatihan K3 berpengaruh positif dan signifikan terhadap budaya K3 dengan nilai t hitung sebesar 8,918 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Sementara itu, kualitas pelatihan K3 tidak berpengaruh signifikan terhadap budaya K3 dengan nilai t hitung sebesar 0,549 dan nilai signifikansi sebesar 0,585. Secara simultan, efektivitas pelatihan K3 dan kualitas pelatihan K3 berpengaruh signifikan terhadap budaya K3 dengan nilai F hitung sebesar 137,800 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,804 menunjukkan bahwa sebesar 80,4% variasi budaya K3 dapat dijelaskan oleh efektivitas pelatihan K3 dan kualitas pelatihan K3, sedangkan sisanya sebesar 19,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.