Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Implementasi Manajemen Precaution Disease Covid-19 Susi Darma Yanti; Ekayana Sangkasari; Sugiarto Sugiarto
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.546 KB)

Abstract

Precaution diseases adalah upaya pencegahan penyakit/infeksi yang harus dilaksanakan di semua pelayanan kesehatan bagi pasien, petugas kesehatan dan pengunjung rumah sakit. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi manajemen precaution disease COVID-19 di Alnoor Hospital Makkah, Saudi Arabia. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif corelasi menggunakan desain cross-sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang berasal dari negara Indonesia, Filipina, India, Mesir, Saudi Arabia dan Pakistan yang ada di Alnoor Hospital Makkah, Saudi Arabia sebanyak 114 perawat. Teknik pengambilan sampel untuk penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling atau sampling jenuh (sensus) yaitu metode pengambilan sampel yang menggunakan semua anggota populasi sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pengetahuan terhadap implementasi manajemen precaution disease COVID-19, ada pengaruh perilaku terhadap implementasi manajemen precaution disease COVID-19, tidak ada pengaruh motivasi terhadap implementasi manajemen precaution disease COVID-19 dan perilaku merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap implementasi manajemen precaution disease COVID-19. Diharapkan bagi perawat untuk selalu mengimplementasikan manajemen precaution disease COVID-19 di rumah sakit untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19 dan diharapkan bagi manajemen rumah sakit di Alnoor Hospital Makkah, Saudi Arabia untuk menyediakan fasilitas dan sarana yang memadai untuk mendukung implementasi manajemen precaution disease COVID-19 di kalangan perawat Alnoor Hospital Makkah, Saudi Arabia.
Faktor Penentu Keberlanjutan Safety Culture Berdasarkan Bradley Curve pada Level Frontliner Operasional di PT Polytama Propindo Abie Alfian; Ersilan Ersilan; Sugiarto Sugiarto; Soehatman Ramli
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Komitmen Manajemen, Keterlibatan Pekerja, dan Budaya Pelaporan terhadap Keberlanjutan Budaya Keselamatan di kalangan karyawan operasional lini depan di PT Polytama Propindo, menggunakan pendekatan kuantitatif eksploratif dengan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Model pengukuran disempurnakan melalui pemurnian iteratif dengan menghilangkan satu indikator (X2.3), menghasilkan model akhir dengan 19 indikator yang memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas (AVE 0,572–0,635; Alpha Cronbach 0,748–0,857; Reliabilitas Komposit 0,840–0,897; HTMT < 0,85). Model struktural menunjukkan kesesuaian yang baik (SRMR = 0,075; NFI = 0,795), relevansi prediktif yang memadai (Q²predict > 0), dan menjelaskan 53,4% varians dalam Keberlanjutan Budaya Keselamatan (R² = 0,534; Adjusted R² = 0,525). Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Komitmen Manajemen tidak memiliki efek signifikan (? = 0,187; t = 1,944; p = 0,052), sedangkan Keterlibatan Pekerja memiliki efek positif yang signifikan (? = 0,240; t = 3,129; p = 0,002), dan Budaya Pelaporan muncul sebagai prediktor yang paling dominan (? = 0,421; t = 5,195; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan Budaya Keselamatan setelah intervensi eksternal lebih ditentukan oleh keterlibatan aktif pekerja dan keterbukaan dalam melaporkan kejadian nyaris celaka dan kondisi tidak aman daripada oleh efek langsung dari komitmen manajemen yang dirasakan.
Pengaruh Program Management by Walk Around yang Efektif Terhadap Peningkatan Budaya K3 di Perusahaan Kimia Berbasis Pestisida di Kabupaten Semarang Eko Harsono; Ersilan Ersilan; Sugiarto Sugiarto; Soehatman Ramli
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2828

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh efektivitas program Management by Walking Around (MBWA) terhadap peningkatan Budaya K3 di Pabrik Kimia berbasis pestisida di Kabupaten Semarang, serta mengkaji pengaruh komunikasi dan keterlibatan (X1), keteladanan pimpinan (X2), observasi dan identifikasi bahaya (X3), serta respon, perbaikan, dan tindak lanjut (X4) terhadap efektivitas MBWA. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode SEM-PLS terhadap 190 responden yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Evaluasi outer model menunjukkan seluruh konstruk memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Setelah eliminasi indikator M5, seluruh 29 indikator tersisa memiliki outer loading > 0,70, AVE 0,604–0,672, Composite Reliability 0,884–0,911, dan Cronbach's Alpha 0,836–0,878. Hasil inner model menunjukkan MBWA berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap Budaya K3 (? = 0,582; t = 10,164; p < 0,001). Keteladanan (? = 0,201; p = 0,044) dan respon, perbaikan & tindak lanjut (? = 0,257; p = 0,003) berpengaruh signifikan terhadap efektivitas MBWA, sementara komunikasi dan keterlibatan serta observasi bahaya tidak signifikan. Model menunjukkan kemampuan penjelasan moderat–kuat (R²M = 0,567; R²Y = 0,345) dengan GoF = 0,573 kategori baik. Penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas MBWA dalam memperkuat Budaya K3 sangat ditentukan oleh keteladanan kepemimpinan dan konsistensi tindak lanjut.