Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Outcome-Based Education (OBE), serta menjelaskan keterkaitan kedua pendekatan tersebut dalam mendukung pengembangan kurikulum yang berorientasi pada capaian pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat konseptual. Data diperoleh melalui studi dokumentasi dengan menelaah berbagai buku, artikel jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, dan dokumen lain yang relevan dengan pengembangan kurikulum, KKNI, dan OBE. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi, membandingkan, dan menginterpretasikan berbagai konsep yang terdapat dalam berbagai sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum PAI perlu diawali dengan analisis kebutuhan yang mempertimbangkan karakteristik peserta didik, perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, dan arah kebijakan pendidikan. KKNI berfungsi sebagai acuan dalam penyusunan capaian pembelajaran lulusan, sedangkan OBE menekankan pencapaian kompetensi sebagai fokus utama seluruh proses pembelajaran. Penerapan kedua pendekatan tersebut secara terpadu mampu menghasilkan kurikulum yang lebih sistematis, berorientasi pada capaian pembelajaran, serta mendukung terbentuknya lulusan yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan profesional, dan karakter Islami. Kajian ini menegaskan bahwa integrasi KKNI dan OBE merupakan strategi yang relevan dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam di perguruan tinggi. Melalui pendekatan tersebut, kurikulum diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, memiliki daya saing, serta tetap berlandaskan pada nilai-nilai keislaman.