Latar Belakang: Hospitalisasi merupakan kondisi ketika anak harus menjalani perawatan di rumahsakit akibat suatu penyakit sehingga memerlukan tindakan medis maupun keperawatan. Kondisitersebut sering menimbulkan kecemasan pada anak karena adanya perubahan lingkungan, prosedurmedis, serta keterpisahan sementara dari keluarga. Kecemasan yang tidak ditangani dapatmenyebabkan anak menjadi tidak kooperatif, meningkatkan stres, serta menghambat prosespenyembuhan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk mengurangikecemasan adalah terapi bermain puzzle.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi bermain puzzle terhadaptingkat kecemasan anak yang mengalami hospitalisasi di RSUD Lubai Ulu Tahun 2026.Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental melaluipendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 23 responden yangdipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakaninstrumen Facial Image Scale (FIS) sebelum dan sesudah pemberian terapi bermain puzzle. Analisisdata dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 95%.Hasil: Penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah pemberian terapibermain puzzle. Median skor kecemasan sebelum intervensi sebesar 4,04, sedangkan setelahintervensi menurun menjadi 2,96. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p<0,05) yangmenunjukkan adanya pengaruh signifikan terapi bermain puzzle terhadap penurunan kecemasananak selama menjalani hospitalisasi.Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terapi bermain puzzle merupakan intervensinonfarmakologis yang efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan anak selama hospitalisasi.Intervensi ini dapat diterapkan sebagai bagian dari pelayanan keperawatan anak untuk meningkatkankenyamanan psikologis dan mendukung keberhasilan proses perawatan.