Saharudin Saharudin
Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Whatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN GAMES BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYUSUN STRUKTUR BAHASA INDONESIA Saharudin Saharudin; Yuliandri Muliana; Abdul Aziz
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12964

Abstract

Kemampuan menyusun struktur Bahasa Indonesia merupakan salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai siswa sekolah dasar agar mampu menyusun kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Namun, hasil observasi awal di kelas IV SD Islam Darul Ilmi Obel-Obel menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyusun struktur bahasa masih rendah karena proses pembelajaran didominasi metode konvensional sehingga siswa kurang aktif dan kurang termotivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menyusun struktur Bahasa Indonesia melalui penerapan metode Games Based Learning (GBL) pada siswa kelas IV SD Islam Darul Ilmi Obel-Obel. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 8 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes (pretest dan posttest), serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menyusun struktur Bahasa Indonesia, ditandai dengan persentase ketuntasan belajar pada prasiklus sebesar 62,5% dengan nilai rata-rata 69,37, meningkat menjadi 75% dengan nilai rata-rata 76,87 pada siklus I, dan mencapai 100% dengan nilai rata-rata 93,8 pada siklus II. Hasil observasi juga menunjukkan peningkatan aktivitas guru sebesar 81,25% dengan kategori baik dan aktivitas siswa sebesar 76,16% dengan kategori cukup. Dengan demikian, penerapan metode Games Based Learning (GBL) terbukti mampu meningkatkan kemampuan menyusun struktur Bahasa Indonesia pada siswa kelas IV SD Islam Darul Ilmi Obel-Obel.
STRATEGI GURU DALAM MENGATASI SISWA YANG MENGALAMI KESULITAN BELAJAR MEMBACA DI KELAS III MI NW DASAN BARU Saharudin Saharudin; Abdul Aziz; Nurhasanah Nurhasanah
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13053

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya siswa kelas III MI NW Dasan Baru yang mengalami kesulitan belajar membaca, yang ditandai dengan rendahnya kemampuan mengenal huruf, membaca kata dan kalimat sederhana, kurang lancarnya membaca, serta rendahnya pemahaman terhadap isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan guru dalam mengatasi kesulitan belajar membaca siswa, serta mengidentifikasi kendala dan solusi yang dilakukan guru dalam mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas III dan empat orang siswa yang mengalami kesulitan belajar membaca. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik, serta dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan beberapa strategi, yaitu: (1) bimbingan belajar secara individual; (2) pembiasaan membaca sebelum pembelajaran dimulai; (3) penggunaan media kartu huruf dan kartu kata; (4) latihan membaca secara berulang-ulang; (5) pemberian motivasi dan penguatan positif; serta (6) pemberian tugas membaca di rumah. Kendala yang dihadapi guru meliputi perbedaan kemampuan membaca antarsiswa, rendahnya minat baca, kurangnya rasa percaya diri siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, serta keterbatasan media dan bahan bacaan. Guru mengatasi kendala tersebut melalui pendampingan khusus, pemberian motivasi berkelanjutan, penyediaan bahan bacaan sederhana, dan kerja sama dengan orang tua. Penerapan berbagai strategi tersebut menunjukkan hasil yang positif terhadap perkembangan kemampuan membaca siswa.