Sarah A. Rumawak
Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PENGELOLAAN SANITASI LINGKUNGAN BERKELANJUTAN DI KAMPUNG HOBONG DISTRIK SENTANI KABUPATEN JAYAPURA Ancelina Kristina Wambrauw; Bambang Suhartawan; Sarah A. Rumawak
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13250

Abstract

Kampung Hobong merupakan permukiman terapung di Danau Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, yang menghadapi tantangan sanitasi karena pembuangan limbah domestik dilakukan langsung ke badan air. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi eksisting sanitasi lingkungan, menganalisis pengaruhnya terhadap kualitas air Danau Sentani, serta merumuskan strategi pengelolaan sanitasi yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan 48 responden di RW 1 Kampung Hobong yang dipilih secara purposive, dilengkapi uji laboratorium kualitas air pada tiga stasiun. Hasil menunjukkan bahwa skor perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan pengetahuan sanitasi masyarakat tergolong baik (masing-masing 84,4% dan 78,8% dari skor maksimal), namun hasil uji laboratorium menunjukkan parameter bakteriologis (E. coli dan total coliform) serta indikator pencemaran organik (BOD, COD, DO, amonium) melampaui baku mutu Permenkes No. 32 Tahun 2017 di seluruh stasiun. Uji korelasi Pearson menunjukkan peran pemerintah dan lembaga terkait memperoleh skor terendah (64,7%) dan berkorelasi kuat dengan partisipasi masyarakat (r = 0,803; p < 0,001), sehingga lemahnya dukungan kelembagaan menjadi faktor penghambat utama sanitasi berkelanjutan. Analisis SWOT dan kerangka Sanitation Safety Planning menghasilkan empat arah strategi: teknis, kelembagaan, pembiayaan, dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur dan kelembagaan sanitasi sebagai prioritas utama tanpa mengabaikan modal perilaku dan partisipasi sosial masyarakat Kampung Hobong.
KAJIAN PENGGUNAAN METODE WEIGHTED ARITHMETIC WATER QUALITY INDEX (WAWQI) UNTUK MENENTUKAN STATUS MUTU AIR DANAU SENTANI JAYAPURA Andrea Karina Marielle Putri Abel; Bambang Suhartawan; Sarah A. Rumawak
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13251

Abstract

Danau Sentani merupakan danau terbesar di Provinsi Papua yang memiliki fungsi ekologis dan sosial-ekonomi penting bagi masyarakat di sekitarnya. Namun, peningkatan aktivitas antropogenik berupa limbah domestik, pertanian, dan keramba jaring apung (KJA) telah menjadi ancaman terhadap kualitas airnya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kondisi kualitas air Danau Sentani berdasarkan parameter fisika dan kimia; (2) menentukan status mutu air menggunakan metode Weighted Arithmetic Water Quality Index (WAWQI); dan (3) mengidentifikasi parameter yang paling berpengaruh terhadap penurunan kualitas air. Pengambilan sampel air dilakukan pada lima titik lokasi, yaitu Kampung Ifale, Yobeh, Asei Besar, Asei Kecil, dan Jaifuri, dengan sepuluh parameter uji meliputi suhu, pH, kekeruhan, DO, TDS, BOD, COD, nitrat, fosfat, dan amonia. Analisis data menggunakan metode WAWQI mengacu pada baku mutu air kelas II Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter BOD (4,11–8,31 mg/L), COD (77–154 mg/L), dan amonia (0,35–0,42 mg/L) telah melampaui baku mutu pada seluruh lokasi. Nilai WAWQI berkisar antara 113,89 (Jaifuri) hingga 128,38 (Ifale), yang mengklasifikasikan seluruh lokasi dalam status mutu “tidak layak minum” (unsuitable for drinking). Parameter amonia, fosfat, dan BOD secara kumulatif menyumbang lebih dari 96% terhadap nilai WAWQI, dengan amonia sebagai kontributor terbesar (81,58–97,89). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas air Danau Sentani telah mengalami penurunan signifikan akibat pencemaran limbah domestik dan aktivitas keramba jaring apung, sehingga diperlukan upaya pengendalian pencemaran yang terfokus pada pengelolaan limbah domestik dan pengaturan aktivitas perikanan budidaya.