Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Manajemen Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) Metode Tim dengan Motivasi Kerja Perawat Pelaksana di Ruangan Flamboyan dan Seroja RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Sri Rahmiyanti Lawadang; Arniawan Arniawan; Wendi Muhammad Fadhli
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5620

Abstract

Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) metode tim dipandang sebagai strategi pelayanan keperawatan yang dapat meningkatkan motivasi kerja perawat melalui pembagian peran yang jelas, koordinasi terarah, dan kolaborasi tim yang optimal. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan penerapan manajemen MAKP metode tim dengan motivasi kerja perawat pelaksana di Ruang Flamboyant dan Seroja RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat pelaksana di kedua ruangan tersebut sebanyak 36 orang, dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden menilai pelaksanaan MAKP metode tim dalam kategori baik (61,1%) dan motivasi kerja perawat tergolong tinggi (52,8%). Uji Chi-Square menghasilkan nilai p = 0,008 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penerapan MAKP metode tim dan motivasi kerja perawat pelaksana. Dengan demikian, terdapat hubungan antara manajemen MAKP metode tim dan motivasi kerja perawat pelaksana di Ruang Flamboyant dan Seroja RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah.
Pengaruh Stomach Stretching Exercise terhadap Penurunan Intensitas Dismenore Primer saat Menstruasi pada Remaja Putri di Desa Padende Kecamatan Marawola Kapupaten Sigi : Penelitian Hanifah Hanifah; Arniawan Arniawan; Djuwartini Djuwartini
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6010

Abstract

Remaja putri mengalami menstruasi setiap bulan yang sering disertai nyeri haid (dismenore) 1–3 hari atau 12–24 jam sebelum hingga hari kedua, sehingga mengganggu kenyamanan, aktivitas, tidur, nafsu makan, hubungan sosial, dan konsentrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh stomach stretching exercise terhadap penurunan intensitas dismenore primer pada remaja putri di Desa Padende, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi. Penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen one group pretest-posttest pada 20 responden yang dipilih secara purposive. Intensitas nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Pretest menunjukkan mayoritas nyeri sedang (85%) dan berat (15%), sedangkan posttest menurun menjadi nyeri ringan (80%) dan sedang (20%). Uji Wilcoxon menunjukkan p-value = 0,000 (p<0,05), berarti terdapat pengaruh signifikan. Stomach stretching exercise efektif menurunkan intensitas dismenore primer.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penerapan Keselamatan Pasien oleh Perawat Pelaksana dalam Implementasi Program Berani Sehat Arniawan Arniawan; I Made Rio Dwijayanto
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/4ztwdy41

Abstract

This study aimed to analyze the factors associated with the implementation of patient safety by staff nurses in the implementation of the Berani Sehat program. The study employed a quantitative method with a cross-sectional approach. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Gamma test. The results showed that there were significant relationships between knowledge (γ = 0.897; p = 0.000), length of service (γ = 0.898; p = 0.000), and nurses’ age (γ = 0.843; p = 0.000) with the implementation of patient safety. Meanwhile, educational level was not significantly associated with the implementation of patient safety (γ = 0.417; p = 0.324). In conclusion, individual factors such as knowledge, length of service, and age play an important role in the implementation of patient safety by staff nurses.   Keywords: Patient Safety, Staff Nurses, Berani Sehat Program
Hubungan Iklim Organisasi dengan Motivasi Kerja Perawat Pelaksana di Ruangan Intensive RSUD Mokopido Tolitoli : Penelitian Keren Hapukh; Arniawan Arniawan; Gabriella Sakulat
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5606

Abstract

Tujuan penelitian adalah dianalisisnya hubungan iklim organisasi dengan motivasi kerja perawat pelaksana di ruangan Intensive RSUD Mokopido Tolitoli. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan Crossectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh perawat pelaksana di ruang ICU, PICU dan NICU sebanyak 53 responden. Sampel ditentukan dengan total sampling. Analisis data menggunakan fisher exact test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim organisasi sebagian besar adalah baik, motivasi kerja perawat sebagian besar adalah tinggi. Hasil analisi uji fisher exact test diperoleh nilai 0,030 < p(0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara iklim organisasi dengan motivasi kerja perawat pelaksana di ruangan intensive RSUD Mokopido Tolitoli. Kepada manajemen rumah sakit disarankan untuk mempertahankan iklim organisasi yang sudah baik dengan terus meningkatkan komunikasi yang terbuka antara pimpinan dan staf, memberikan penghargaan terhadap kinerja perawat, serta menciptakan suasana kerja yang mendukung kolaborasi dan kenyamanan.