Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Perawat di RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah Miranti Bulia; I Made Rio Dwijayanto; Widyawaty L. Situmorang
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53981

Abstract

Kepuasan kerja perawat merupakan aspek penting dalam mendukung mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Kepemimpinan dan budaya organisasi berperan besar dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja perawat di RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat di RSUD Madani sebanyak 266 orang, dengan sampel 73 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang dominan diterapkan adalah gaya demokratis (61,6%). Budaya organisasi berada pada kategori baik (74,0%), dan tingkat kepuasan kerja perawat tergolong sangat puas. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara gaya kepemimpinan demokratis dengan kepuasan kerja perawat (p = 0,003), sementara gaya kepemimpinan otoriter (p = 0,836) dan partisipatif (p = 0,095) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Selain itu, budaya organisasi memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan kerja perawat (p = 0,004).
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Masyarakat yang Tinggal di Kawasan Tambang Galian C Terhadap Kejadian Penyakit Ispa di Puskesmas Anuntodea Tipo : Penelitian Nuryasni; Sabir; I Made Rio Dwijayanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5494

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi persoalan kesehatan dengan angka kejadian tinggi di wilayah tambang galian C akibat paparan debu. Selain faktor lingkungan, pengetahuan dan sikap masyarakat turut memengaruhi upaya pencegahan serta risiko terjadinya ISPA. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat yang bermukim di sekitar tambang galian C dengan kejadian ISPA di Puskesmas Anuntodea Tipo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 73 orang yang tinggal di kawasan tambang galian C, dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tentang pengetahuan, sikap, dan riwayat ISPA, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi ISPA tergolong tinggi, yakni 47 responden (64,4%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dan kejadian ISPA (p = 0,000), dengan angka ISPA lebih banyak pada responden berpengetahuan rendah (86,5%). Hubungan signifikan juga ditemukan antara sikap dan kejadian ISPA (p = 0,000), di mana sikap kurang baik berkaitan dengan angka ISPA yang lebih tinggi (87,2%). Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat yang tinggal di kawasan tambang galian C terhadap kejadian penyakit ISPA di puskesmas anuntodea tipo.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Diabetes Melitus dengan Kadar Hba1c pada Peserta Prolanis Diabetes Melitus di Puskesmas Lere: Penelitian Pieterson; I Made Rio Dwijayanto; Bayu Eka Kurniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5572

Abstract

Diabetes Melitus (DM) memerlukan pengelolaan jangka panjang. Kontrol glikemik melalui HbA1c penting untuk mencegah komplikasi, dan pengetahuan pasien berperan dalam manajemen diri. Hubungan pengetahuan dengan HbA1c pada peserta Prolanis masih perlu dikaji. Penelitian cross-sectional analitik observasional pada 36 peserta Prolanis DM di Puskesmas Lere. Data pengetahuan diperoleh melalui kuesioner dan HbA1c melalui pemeriksaan darah. Analisis menggunakan uji Spearman Rank. Sebagian besar responden berpengetahuan cukup (42,2%) dan memiliki HbA1c tidak terkendali (66,7%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan HbA1c (p = 0,024; ρ = 0,377). Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan DM dan kadar HbA1c. Disarankan peningkatan kualitas dan frekuensi edukasi Prolanis, terutama bagi peserta berpengetahuan rendah, untuk memperbaiki kontrol metabolik.
Hubungan Self- Efficacy dan Dukungan Keluarga Terhadap Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik di Unit Hemodialisa RSUD UNDATA Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Gilva Aprilya Ananda Putri; I Made Rio Dwijayanto; Sintong Hutabarat
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5622

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan penyakit progresif yang memerlukan perawatan jangka panjang dan dapat menurunkan kualitas hidup pasien secara fisik, psikologis, maupun sosial. Berbagai faktor memengaruhi kualitas hidup pasien, termasuk tingkat self-efficacy dan dukungan dari keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di unit hemodialisis RSUD Undata, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari pasien gagal ginjal kronik yang menjalani perawatan di unit hemodialisis RSUD Undata, Provinsi Sulawesi Tengah, pada periode Februari hingga April 2025. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 40 orang dengan menggunakan rumus Slovin, dan teknik non-probability sampling diterapkan untuk seleksi peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 responden, mayoritas memiliki self-efficacy tinggi sebanyak 30 orang (75%), sedangkan 25 responden menerima dukungan keluarga yang baik, dan 23 responden (57,5%) termasuk dalam kategori kualitas hidup tinggi. Terdapat hubungan antara self-efficacy terhadap kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di unit hemodialisa RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah dengan nilai p=0,009.
Hubungan Pertemanan Toxic relationship Terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa Semester VII di Universitas Widya Nusantara : Penelitian Nurmawati Lamang; Arniawan; I Made Rio Dwijayanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5905

Abstract

Kesehatan mental memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung prestasi akademik dan kualitas hidup mahasiswa, terutama mahasiswa semester VII yang berada pada tahap akhir perkuliahan dan lebih rentan terhadap tekanan akademik, sosial, maupun emosional. Salah satu faktor yang diperkirakan berpengaruh terhadap kondisi tersebut adalah pertemanan yang bersifat toxic relationship, yang ditandai dengan adanya perilaku manipulatif, sikap dominan, minimnya empati, serta pola komunikasi yang tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pertemanan toxic relationship dan kesehatan mental mahasiswa semester VII di Universitas Widya Nusantara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 211 mahasiswa semester VII, dengan sampel 68 responden yang dipilih melalui teknik proportional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner toxic relationship (12 item) dan Mental Health Inventory (50 item). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72,1% responden berada dalam pertemanan yang bersifat toxic dan 79,4% mengalami gangguan kesehatan mental. Uji Chi-Square menghasilkan nilai p-value 0,006 (<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara toxic relationship dalam pertemanan dan kesehatan mental mahasiswa semester VII di Universitas Widya Nusantara. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat toxic relationship yang dialami, semakin besar pula risiko gangguan kesehatan mental pada mahasiswa.
Edukasi Terintegrasi sebagai Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat melalui Pencegahan Hipertensi, Bahaya Merokok, dan Penerapan Personal Hygiene di Dusun III Desa Sibowi I Made Rio Dwijayanto; Widya Fauzia Rahman; Moh. Rendi; Resmayanti Oktafiani; Dinda Alfiana; Ni Komang Mariasih; Sarah
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i3.1468

Abstract

Edukasi terintegrasi diperlukan untuk menjawab masalah kesehatan komunitas yang muncul secara bersamaan, terutama hipertensi, perilaku merokok, dan penerapan personal hygiene. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi pencegahan hipertensi, bahaya merokok, dan personal hygiene di Dusun III Desa Sibowi, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi. Metode yang digunakan adalah pengabdian masyarakat berbasis asuhan keperawatan komunitas dengan tahapan pengkajian, analisis masalah, penetapan prioritas, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Data pengkajian diperoleh dari 150 kepala keluarga dari total populasi 449 kepala keluarga. Hasil pengkajian menunjukkan hipertensi sebagai masalah terbanyak, yaitu 60 kasus (40,0%), disertai anggota keluarga merokok 109 keluarga (72,7%), kebiasaan membeli obat warung sebelum pelayanan kesehatan 137 keluarga (91,3%), penampungan air terbuka 118 keluarga (78,7%), dan pengelolaan sampah dengan cara dibakar 140 keluarga (93,3%). Intervensi utama dilaksanakan melalui penyuluhan pencegahan hipertensi, pemeriksaan kesehatan, edukasi bahaya merokok, personal hygiene, senam hipertensi/lansia, bakti sosial, dan pembuatan TOGA. Evaluasi kuantitatif dilakukan khusus pada materi pencegahan hipertensi karena kegiatan ini memiliki pre-test dan post-test; hasilnya menunjukkan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 8 peserta (22,9%) menjadi 27 peserta (77,1%), serta tidak terdapat lagi peserta berkategori kurang setelah edukasi. Edukasi bahaya merokok dan personal hygiene dievaluasi secara deskriptif melalui keaktifan peserta, diskusi, dan dokumentasi kegiatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi terintegrasi dapat menjadi strategi promotif-preventif yang relevan bagi kebutuhan kesehatan masyarakat dusun.
Peningkatan Pengetahuan dan Pemanfaatan Potensi Lokal: Intervensi Air Kelapa Muda dan Penyuluhan Kesehatan untuk Mengelola Hipertensi di Kelurahan Boneoge Nurul Putri Salsabilla; I Made Rio Dwijayanto; Safia Mayana
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.1039

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan pemanfaatan potensi lokal dalam pengelolaan hipertensi pada warga RT 04 Kelurahan Boneoge. Program dilaksanakan melalui observasi awal, penyuluhan kesehatan secara door to door menggunakan media leaflet, pemeriksaan tekanan darah, serta pemberian intervensi berupa air kelapa muda kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami faktor risiko, tanda dan gejala, serta pentingnya deteksi dini hipertensi, sementara intervensi air kelapa muda diterima dengan baik sebagai upaya sederhana dalam mendukung kestabilan tekanan darah. Hasil keseluruhan menggambarkan peningkatan pemahaman dan partisipasi warga dalam pemantauan kesehatan serta pemanfaatan sumber daya lokal yang mudah diakses. Kegiatan ini merekomendasikan penyelenggaraan edukasi berkala dan pendampingan berkelanjutan melalui keterlibatan kader kesehatan untuk memperkuat kemandirian masyarakat dalam pengendalian hipertensi
Pengaruh Intervensi Talk Down dalam Konteks Safewards terhadap Pasien dengan Perilaku Kekerasan Bayu Eka Kurniawan; Agung Viliano; I Made Rio Dwijayanto
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1908

Abstract

Kesehatan tidak hanya dilihat dari aspek fisik, tetapi juga aspek mental perlu diperhatikan untuk mencapai kesehatan yang menyeluruh. Seseorang yang mengalami gangguan pada kesehatan mental dan tidak mampu berpikir secara normal dapat dikategorikan mengalami gangguan jiwa. Tujuan penelitian ini adalah  menganalisis perbedaan pengaruh sebelum dan setelah pemberian intervensi talk down dalam konteks safewards terhadap pasien dengan perilaku kekerasan di UPT RSUD Madani. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik menggunakan desain pra experimental. Populasi dalam penelitian ini adala pasien dengan perilaku kekerasan periode Januari–Maret yang berjumlah 96 pasien. Sampel berjumlah 34 responden, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisis data dilakukan dalam dua tahap, yaitu analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi tiap variabel dalam bentuk jumlah (n) dan persentase (%), serta analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan dependen menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil uji statistik wilcoxon didapatkan nilai p =0, 000. Ini terlihat nilai p (probability) lebih rendah dari nilai p value = 0,05 dimana dapat ditarik kesimpulan ada pengaruh yang signifikan mengenai pengaruh intervensi talk down dalam konteks safewards terhadap pasien dengan perilaku kekerasan di UPT RSUD Madani.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penerapan Keselamatan Pasien oleh Perawat Pelaksana dalam Implementasi Program Berani Sehat Arniawan Arniawan; I Made Rio Dwijayanto
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/4ztwdy41

Abstract

This study aimed to analyze the factors associated with the implementation of patient safety by staff nurses in the implementation of the Berani Sehat program. The study employed a quantitative method with a cross-sectional approach. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Gamma test. The results showed that there were significant relationships between knowledge (γ = 0.897; p = 0.000), length of service (γ = 0.898; p = 0.000), and nurses’ age (γ = 0.843; p = 0.000) with the implementation of patient safety. Meanwhile, educational level was not significantly associated with the implementation of patient safety (γ = 0.417; p = 0.324). In conclusion, individual factors such as knowledge, length of service, and age play an important role in the implementation of patient safety by staff nurses.   Keywords: Patient Safety, Staff Nurses, Berani Sehat Program
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KETERAMPILAN BANTUAN HIDUP DASAR PEGAWAI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH Wahyudi; Afrina Januarista; I Made Rio Dwijayanto
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65175/kewinus.v2i1.22

Abstract

Abstract Basic Life Support (BLS) is a series of rescue measures carried out to maintain respiratory function and blood circulation in someone experiencing cardiac arrest or other emergencies. Increasing BLS knowledge and skills among hospital employees not only increases preparedness in dealing with emergency situations, but also reflects the hospital's commitment to patient safety and better quality health services. Good knowledge does not always align with good skills, because sometimes it takes enough experience to implement them effectively in real life situations. The aim of this research was to determine the correlation between knowledge and basic life support skills of employees at the Undata Regional General Hospital, Central Sulawesi Province. This research uses a quantitative type of research, with a cross sectional study approach. The population in this research is an affordable population, namely all employees at the Undata Hospital, Central Sulawesi Province totaling 802 people, and the total sample used was 267 respondents, using an accidental sampling technique. Analysis uses the Chi-Square Test statistical test. The results of the research show that there is a correlation between knowledge and basic life support skills of employees with p value=0.000 (p<0.05). Therefore, it is hoped that the Hospital will make efforts to increase employee knowledge and skills, and be able to utilize information obtained from research results as input and information regarding the description of the level of knowledge and skills related to BLS for Undata Hospital employees, Central Sulawesi Province. Keywords: BLS; Knowledge; Skills Abstrak Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan serangkaian tindakan penyelamatan yang dilakukan untuk mempertahankan fungsi pernapasan dan sirkulasi darah pada seseorang yang mengalami henti jantung atau keadaan darurat lainnya. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan BHD di kalangan pegawai rumah sakit bukan hanya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat, tetapi juga mencerminkan komitmen rumah sakit terhadap keselamatan pasien dan kualitas layanan kesehatan yang lebih baik. Pengetahuan yang baik tidak selalu selaras dengan keterampilan yang baik pula, karena terkadang dibutuhkan pengalaman yang cukup untuk mengimplementasikannya secara efektif dalam situasi kehidupan nyata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan keterampilan bantuan hidup dasar pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dengan pendekatan studi cross sectional. Pоpulasi dalam penelitian ini adalah pоpulasi terjangkau yakni seluruh pegawai di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah berjumlah 802 orang, dan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 267 responden, dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Analisis menggunakan uji statistisk Chi-Square Test. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan pengetahuan dengan keterampilan bantuan hidup dasar pegawai dengan nilai p value=0,000 (p<0,05). Oleh karena itu, diharapkan agar pihak Rumah Sakit melakukan upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pegawai, dan dapat memanfaatkan informasi yang diperoleh dari hasil penelitian sebagai masukan dan informasi mengenai gambaran derajat pengetahuan dan keterampilan terkait BHD bagi pegawai RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Kata Kunci: BHD; Keterampilan; Pengetahuan