Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Penggunaan Gadget dengan Tingkat Kecerdasan Emosional pada Remaja di SMP Negeri Model Terpadu Madani Kota Palu: Penelitian Riskiyanti Kamarudin; Ismunandar Wahyu K; Fandy Yoduke
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5736

Abstract

Penggunaan gadget dapat menimbulkan berbagai dampak kurang baik, baik terhadap kondisi fisik maupun psikologis, seperti perubahan perilaku, kestabilan mental, dan emosi individu. Pemakaian gadget secara berlebihan berpotensi menurunkan kemampuan remaja dalam berinteraksi sosial dengan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara tingkat penggunaan gadget dengan kecerdasan emosional pada remaja di SMP Negeri Model Terpadu Madani Kota Palu. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VII dan VIII di SMP Negeri Model Terpadu Madani Kota Palu dengan total 318 siswa. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin, sehingga diperoleh 76 responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian pada 76 responden menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki penggunaan gadget kategori tinggi (78,9%), terutama pada responden perempuan usia 14 tahun. Kecerdasan emosional responden umumnya berada pada kategori sedang (57,9%), juga didominasi perempuan usia 14 tahun. Uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,032 (p < 0,05). Terdapat hubungan penggunaan gadget dengan tingkat kecerdasan emosional pada remaja di SMP Negeri Model Terpadu Madani Kota Palu.
PENERAPAN COGNITIF BEHAVIOUR THERAPY DAN ACCEPTANCE COMMITMENT THERAPY PADA PASIEN DENGAN KETIDAKBERDAYAAN Fandy Yoduke; Nurhalimah Nurhalimah
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.4.2025.728-735

Abstract

Latar belakang: Ketidakberdayaan pada pasien lanjut usia dengan penyakit kronis seperti hipertensi dapat mengakibatkan distorsi kognitif, penurunan partisipasi dalam perawatan kesehatan, dan gangguan dalam aktivitas sehari-hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan kombinasi terapi Cognitive Behaviour Therapy (CBT) dan Acceptance and Commitment Therapy (ACT) sebagai intervensi keperawatan spesialistis pada pasien lansia dengan diagnosis ketidakberdayaan. Metode: Metode yang digunakan adalah studi kasus tunggal pada seorang pasien pria berusia 63 tahun dengan hipertensi tidak terkontrol. Intervensi dilaksanakan melalui 4 sesi CBT dan 8 sesi ACT. Hasil: Evaluasi pelaksanaan intervensi menunjukkan peningkatan kemandirian pasien, kesediaan untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan, serta penurunan tekanan pikiran negatif otomatis. Kombinasi CBT dan ACT terbukti efektif dalam meningkatkan fleksibilitas psikologis, regulasi emosi, dan perilaku perawatan diri. Kesimpulan: studi ini mendukung penggunaan pendekatan terintegrasi CBT-ACT untuk menangani ketidakberdayaan pada pasien lansia dengan masalah kesehatan kronis.
Pendekatan Emotion Coaching Dalam Terapi Kelompok Terapeutik Pada Proses Perkembangan Emosi Anak Usia Prasekolah: Case Report Nurhalimah Nurhalimah; Rofi Syahrizal; Fandy Yoduke
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v6i3.20434

Abstract

Anak-anak usia ini merupakan generasi penerus bangsa yang sedang berkembangan fase inisiatif vs rasa bersalah. Terapi Kelompok Teraupetik (TKT) sebagai upaya pembinaan yang tepat dan berkualitas sehingga memberikan dampak baik pada pertumbuhan dan perkembangan anak agar lebih sehat dan bahagia. Hasil pengkajian menunjukkan Anak S (3 tahun) telah mampu menjalankan 7 dari 10 tugas perkembangannya. Masalah yang ditemukan berupa kesiapan peningkatan perkembangan anak prasekolah. Inervensi yang diberikan adalah 6 sesi TKT dengan fokus hasil pada aspek emosi anak. Penerapan konsep emotion coaching dilakukan pada sesi TKT. Hasil yang ditunjukkan kemampuan ibu dalam memfasilitasi perkembangan anak mengalami peningkatan. Tugas perkembangan anak meningkat menjadi 10 dan kemampuan anak dalam meregulasikan emosi dapat dilakukan dengan baik. Sesi TKT dengan menerapkan konsep emotion coaching dapat meningkatkan tugas dan aspek perkembangan emosi anak prasekolah.