Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model Usaha Bakso dan Nugget Ayam Berbasis Authentic Learning untuk Kewirausahaan Santri Chandra Utami Wirawati; Dwi Eva Nirmagustina; Surfiana Surfiana; Yatim Rahayu Widodo; Sri Handayani
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i2.8366

Abstract

Guna mengatasi kerentanan ekonomi akibat fluktuasi harga ayam hidup di Pondok Pesantren A.P.I Darul Ulum Lampung, dikembangkan usaha diversifikasi produk olahan berupa bakso dan nugget melalui metode pemberdayaan santri untuk meningkatkan nilai tambah serta kemandirian pesantren. Tujuan pengabdian ini adalah mengimplementasikan metode authentic learning di dalam pemberdayaan dan pelibatan santri Pesantren A.P.I. Darul Ulum pada mengembangkan sistem produksi bakso dan nugget ayam sebagai model usaha.  Metode yang digunakan terdiri dari beberapa tahapan yaitu: tahap difusi Ipteks melalui bimbingan teknis tentang pengolahan bakso dan nugget ayam, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan standarisasi produk guna menjamin kualitas hasil olahan tersebut. Selanjutnya, metode authentic learning diimplementasikan dengan memberikan tugas-tugas otentik yang melibatkan serta memberdayakan para santri secara langsung dalam seluruh proses produksi. Untuk memastikan efektivitas tugas tersebut, dilakukan tahap advokasi berupa pendampingan intensif terhadap aktivitas mandiri yang dilakukan santri. Rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan tahap evaluasi menyeluruh untuk mengukur keberhasilan dan dampak dari seluruh metode yang telah dilaksanakan. Hasil Kegiatan PKM di Pesantren A.P.I. Darul Ulum menunjukkan bahwa metode authentic learning yang diimplementasikan mampu membawa perubahan pengetahuan, sikap, keterampilan dan enterpreneurship Santri melalui model usaha bakso dan nugget ayam. Hal ini ditunjukkan dari peningkatan hasil pretest dan posttest peserta terhadap 4 aspek penilaian, yaitu pemahaman teknik pengolahan bakso dan nugget, pemahaman standarisasi dan keamanan pangan, kemampuan pemasaran produk dan tumbuhnya jiwa wirausaha pada santri yang terlibat, masing-masing sebesar 31.6%, 40%, 31%, dan 24%. untuk Keberhasilan ini berpotensi untuk menjadi percontohan Program One Pesantren One Product (OPOP) kepada pesantren-pesantren lain di Povinsi Lampung