Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Di Klinik Dfermatologi Erha Indra Ginting; Nuraini; Aida Fitria; Andrey Bayu Aji; Rachelli; Singgar Ni Rudang
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5827

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kesehatan, khususnya pada layanan dermatologi yang menuntut kesinambungan perawatan, kualitas interaksi antara tenaga medis dan pasien, serta persepsi terhadap kualitas pelayanan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien di Klinik Dermatologi Erha Medan Indonesia untuk menilai pengaruh masing-masing dimensi kualitas pelayanan baik secara parsial maupun simultan terhadap kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien, baik secara individual maupun kolektif. Di antara kelima dimensi tersebut, assurance dan empathy merupakan prediktor paling kuat, menegaskan pentingnya kompetensi tenaga medis, komunikasi yang efektif, pembangunan rasa percaya, serta perhatian personal dalam meningkatkan pengalaman perawatan dermatologi. Dimensi tangibles, meskipun memiliki kontribusi agak rendah, tetap memberikan pengaruh signifikan, mengindikasikan bahwa kualitas fasilitas fisik dan aspek visual pelayanan masih berperan dalam membentuk persepsi pasien. Secara umum, temuan ini menegaskan bahwa kualitas pelayanan memiliki pengaruh positif dan kuat terhadap kepuasan pasien di Klinik Dermatologi Erha Medan. Penelitian ini menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan pada seluruh dimensi untuk memperkuat pengalaman pasien, meningkatkan loyalitas, serta mendorong peningkatan mutu layanan dermatologi. Penelitian selanjutnya mengintegrasikan variabel luaran klinis guna memperoleh gambaran lebih komprehensif mengenai hubungan antara kualitas pelayanan dan kepuasan pasien.
Analisis Manajemen Pelayanan Gizi Rawat Inap Di RSUD Puri Husada Tembilahan Riau Desty Octavia; Ismail Efendy; Nuraini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1068

Abstract

Pelayanan gizi rumah sakit berperan penting dalam mendukung proses penyembuhan pasien danmeningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Penyelenggaraan makanan harus dikelola melalui sistemmanajemen yang terstruktur mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Penelitian ini bertujuanmenganalisis manajemen pelayanan gizi rawat inap di RSUD Puri Husada Tembilahan, Riau.Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi,wawancara dengan petugas instalasi gizi, dan telaah dokumen penyelenggaraan makanan. Analisisdifokuskan pada penyusunan kebutuhan gizi, penyusunan menu, pengadaan bahan makanan, distribusimakanan, serta sistem pengawasan dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwapenyelenggaraan makanan menggunakan sistem swakelola dan secara umum telah mengacu padaPedoman Penyelenggaraan Gizi Rumah Sakit (PGRS). Berdasarkan kerangka Input-Process-Output,aspek input menunjukkan ketersediaan sumber daya manusia, anggaran, serta sarana dan prasarana,namun belum optimal. Observasi menemukan ketidaksesuaian sarana dan prasarana denganPermenkes RI Nomor 30 Tahun 2023, meliputi lantai belum antiselip, alur bangunan belum linier,ruang penerimaan dan gudang bahan makanan terbatas, serta ventilasi kurang memadai. Pada aspekproses, penyusunan kebutuhan gizi, siklus menu 10+1 hari, pengadaan bahan makanan, pengolahan,dan distribusi telah sesuai pedoman. Aspek output menunjukkan kepuasan pasien tergolong baik,meskipun penerapan higiene dan sanitasi masih perlu ditingkatkan. Pengawasan dan evaluasi telahdilakukan, namun pengawasan sarana dan prasarana masih perlu diperkuat. Berdasarkan fungsimanajemen POAC, aspek perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian belum optimal padapenyediaan serta pengawasan sarana dan prasarana. Disimpulkan bahwa manajemen pelayanan gizirawat inap telah berjalan cukup baik, tetapi masih diperlukan peningkatan sarana dan prasarana,sumber daya manusia, serta penerapan standar higiene dan sanitasi untuk meningkatkan mutupelayanan gizi rumah sakit.