Sutrian Efendi
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Transformasi Pembelajaran Akidah Akhlak Berbasis Kurikulum Cinta Di Man 2 Kota Bengkulu: Penelitian Amisha Dwi Qomaria; Sutrian Efendi; Kasmantoni
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui transformasi pembelajaran Akidah Akhlak berbasis Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 2 Kota Bengkulu, dan (2) mengidentifikasi faktor pendukung serta faktor penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pembelajaran Akidah Akhlak berbasis Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 2 Kota Bengkulu berlangsung sebagai proses perubahan paradigma pedagogis yang menanamkan nilai cinta melalui pendekatan pembelajaran deep learning. Pembelajaran tidak lagi hanya berorientasi pada penyampaian materi dan kepatuhan normatif, tetapi menempatkan relasi emosional, keteladanan, serta internalisasi nilai sebagai inti proses pendidikan. Pembelajaran Akidah Akhlak berbasis Kurikulum Berbasis Cinta dikembangkan sebagai pembelajaran humanistik yang mampu menumbuhkan kesadaran moral, empati, serta tanggung jawab sosial peserta didik secara berkelanjutan sehingga mendukung terbentuknya peserta didik yang berakhlakul karimah. Faktor pendukung utama implementasi kurikulum ini adalah keselarasan antara kebijakan madrasah, kompetensi guru, serta budaya sekolah yang kondusif dan religius. Lingkungan madrasah yang aman dan ramah turut memperkuat proses internalisasi nilai karakter peserta didik. Adapun faktor penghambat meliputi beban administratif guru, keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan tingkat pemahaman guru terhadap konsep kurikulum, serta pengaruh lingkungan keluarga dan sosial peserta didik yang tidak selalu sejalan dengan nilai yang dikembangkan di madrasah.
Pemanfaatan Media Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMP Negeri 18 Kota Bengkulu: Penelitian Pardi Pardi; Zakiyah Ilmi Zahri; Hanif Tuflihun Ngaban; Sutrian Efendi; Asmara Yumarni
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan media digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di SMP Negeri 18 Kota Bengkulu. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 serta meningkatkan motivasi belajar siswa yang cenderung menurun akibat penggunaan metode pembelajaran konvensional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan siswa SMP Negeri 18 Kota Bengkulu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah memanfaatkan berbagai media digital seperti video pembelajaran Islami, PowerPoint interaktif, YouTube edukasi, Google Classroom, Google Form, dan aplikasi Quizizz dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Pemanfaatan media digital mampu meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukkan melalui meningkatnya kehadiran siswa, partisipasi dalam diskusi, antusiasme dalam mengerjakan tugas, serta rasa ingin tahu terhadap materi pembelajaran. Faktor pendukung pemanfaatan media digital meliputi ketersediaan sarana dan prasarana, kompetensi guru, dukungan kepala sekolah, dan antusiasme siswa terhadap teknologi. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan perangkat digital, gangguan jaringan internet, perbedaan kemampuan literasi digital siswa, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Dengan demikian, pemanfaatan media digital terbukti memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 18 Kota Bengkulu.
AI dan Krisis Nilai: Telaah Pendidikan Karakter Islami dalam Era Teknologi Cerdas Intan Puspa Sari; Jeni Karisa Putri; Nadiya Cantika Rahayu; Azizah Aryati; Sutrian Efendi
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 10 No. 3 (2023): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i3.3134

Abstract

This study investigates the moral challenges emerging from the rapid development of Artificial Intelligence (AI) within the context of Islamic Religious Education (PAI). The research is motivated by growing concerns related to declining empathy, reduced social interaction, digital dependence, and the spread of unverified religious information among students. The purpose of this study is to analyze the phenomenon of value degradation influenced by AI, identify potential moral risks, and formulate strategies for strengthening Islamic character education in the digital era. Using a descriptive qualitative approach with library research methods, data were collected from reputable books, journal articles, and academic reports published within the last five years. The data were analyzed through the Miles and Huberman interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by triangulation of sources to test validity. The findings show that AI has ambivalent effects: it provides learning efficiency and digital access to Islamic resources, yet simultaneously weakens students’ reflective thinking, independence, spiritual awareness, and moral responsibility. The study also identifies critical risks such as misinformation, diminished self-control, erosion of discipline, and moral disorientation caused by excessive reliance on intelligent technologies. Furthermore, Islamic character education is found to play a strategic role in counterbalancing these risks through the reinforcement of core Islamic values, digital Islamic literacy, teacher role modeling, and ethical integration of AI in learning. The study concludes that strengthening Islamic character education is essential to prevent moral crises and guide students in using AI responsibly and ethically.