Andi Arnoli
Pelamonia Hospital

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS HARAPAN DAN KENYATAAN PASIEN BPJS KESEHATAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN RAWAT INAP PADA MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL DAN DIAGRAM KARTESIUS DI RSUD H. PADJONGA DAENG NGALLE KABUPATEN TAKALAR Reski Dewi Pratiwi; Andi Arnoli; Andi Nadya
Jurnal Penelitian Kesehatan Pelamonia Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Kesehatan Pelamonia Indonesia
Publisher : Institut Kesehatan Pelamonia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kualitas pelayanan adalah memberikan pelayanan yang sebaik mungkin dalam hal pemenuhan kebutuhan dan keinginan masyarakat sehingga rumah sakit mempunyai peranan yang penting dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan. Berdasarkan data sekunder yang diperoleh mengenai jumlah kunjungan pasien RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle Kabupaten Takalar pada rawat inap pada tahun 2019 hingga 2021 mengalami penurunan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis harapan dan kenyataan pasien BPJS Kesehatan terhadap kualitas pelayanan rawat inap pada masa pandemi Covid-19 dengan menggunakan Metode Servqual dan Diagram Kartesius di RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle Kabupaten Takalar. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel yaitu sebanyak 381 responden pasien rawat inap dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui kuesioner dan teknik analisis data menggunakan Metode Servqual dan menggunakan Diagram Kartesius. Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk narasi, tabel dan gambar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harapan dan kenyataan pasien pada variabel Berwujud (Tangible) nilai gap sebesar -1.07 menunjukkan klasifikasi gap negatif, variabel Keandalan (Reliability) nilai gap sebesar -0.33 menunjukkan klasifikasi gap negatif, variabel Daya Tanggap (Responsivennes) nilai gap sebesar -0,42 menunjukkan klasifikasi gap negatif, variabel Empati (Empathy) nilai gap sebesar -0.29 menunjukkan klasifikasi gap negatif, variabel Jaminan (Assurance) nilai gap sebesar -0.07 menunjukkan klasifikasi gap negatif, variabel Keamanan nilai gap sebesar -0.10 menunjukkan klasifikasi gap negatif, variabel Komunikasi nilai gap sebesar -0,08 menunjukkan klasifikasi gap negatif dan variabel Mengerti Konsumen nilai gap sebesar -0.12 menunjukkan klasifikasi gap negatif.
ANALISIS IMPLEMENTASI PATIENT SAFETY TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN DI RSUD BATARA SIANG KAB. PANGKAJENE DAN KEPULAUAN TAHUN 2023 Ricky Perdana Poetra; Andi Arnoli; Syahrita Nur Madinah
Jurnal Penelitian Kesehatan Pelamonia Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Kesehatan Pelamonia Indonesia
Publisher : Institut Kesehatan Pelamonia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Patient Safety atau biasa disebut dengan keselamatan pasien ialah indikator yang sangat penting dalam sistem medis, yang diharapkan dapat memberikan acuan bagi pasien untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang maksimal serta mengurangi kecelakaan untuk pasien (Canadian Patient Safety Institute (CPSI)). Tujuan penelitian, untuk mengetahui analisis implementasi patien safety terhadap peningkatan kualitas pelayanan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional Study, populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang berada di instalasi rawat inap di RSUD Batara Siang Kab. Pangkajene dan Kepulauan, sampel dalam penelitian ini berjumlah 176 responden perawat. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu random sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi SPSS 22. Hasil penelitian ini menunjukkan pengkajian pada variabel identifikasi pasien diperoleh nilai sig = 0,031<0,05. variabel Meningkatkan komunikasi yang efektif diperoleh nilai sig = 0,274>0,05. variabel peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai diperoleh nilai sig = 0,012<0,05. variabel Kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien operasi diperoleh nilai sig = 0,131>0,05. variabel pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan diperoleh nilai sig = 0,038<0,05. Dan variabel mengurangi risiko cedera jatuh pada pasien diperoleh nilai sig = 0,261>0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah identifikasi pasien, peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai, dan pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan terdapat pengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kualitas pelayanan, dan disarankan kepada perawat di RSUD Batara Siang Kab.Pangkajene dan Kepulauan agar memperhatikan tanda stiker hijau untuk obat LASA (Look Alike Sound Alike) sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pemberian obat.