Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Aktivitas Olahraga terhadap Psychological Well-Being melalui Self-Esteem: A Systematic Literature Review Kerenzy Gladys Christanti Rihi; IGAA Noviekayati; Suhadianto Suhadianto
Journal of Literature Review Vol. 2 No. 2 (2026): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ytm2zk55

Abstract

Aktivitas olahraga merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan mental, khususnya psychological well-being. Salah satu mekanisme yang diduga menjelaskan hubungan tersebut adalah self-esteem, yaitu penilaian individu terhadap nilai dan keberhargaan dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis bukti ilmiah mengenai pengaruh aktivitas olahraga terhadap psychological well-being melalui self-esteem. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020. Pencarian literatur dilakukan pada jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan dalam rentang tahun 2021–2026 melalui beberapa basis data. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan metode narrative synthesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa aktivitas olahraga berhubungan positif dengan peningkatan psychological well-being. Aktivitas olahraga juga berkontribusi terhadap peningkatan self-esteem melalui pengalaman keberhasilan, peningkatan kompetensi, citra diri yang lebih positif, serta interaksi sosial. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa self-esteem berperan sebagai mediator dalam hubungan antara aktivitas olahraga dan psychological well-being. Individu yang aktif berolahraga cenderung memiliki self-esteem yang lebih tinggi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan psikologisnya. Dengan demikian, aktivitas olahraga dapat menjadi salah satu strategi promotif yang efektif dalam meningkatkan psychological well-being melalui penguatan self-esteem. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan intervensi berbasis aktivitas fisik untuk mendukung kesehatan mental pada berbagai kelompok usia.