Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kolaborasi Fakultas Farmasi UMPR dan UPTD Puskesmas Kereng Bangkirai dalam Mewujudkan Kampus Sehat Melalui Cek Kesehatan Gratis Rika Arfiana Safitri; Syahrida Dian Ardhany; Susi Novaryatiin; Halida Suryadini; Guntur Satrio Pratomo; Risqika Yulia Tantri Paramawidhita; Nurul Qamariah; Evi Mulyani; Husna Fauzia; Mohammad Rizki Fadhil Pratama; Rabiatul Adawiyah; Rezqi Handayani; Dewi Sari Mulia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i2.1423

Abstract

Kesehatan sivitas akademika merupakan faktor krusial dalam mendukung terciptanya lingkungan perguruan tinggi yang produktif dan berdaya saing. Penyakit tidak menular (PTM) sering kali terlambat dideteksi karena banyak kasus baru baru disadari pada tahap lanjut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian kesehatan sivitas akademika melalui pemeriksaan kesehatan gratis yang terintegrasi dengan edukasi kesehatan dasar, serta menjaring faktor risiko PTM sejak dini. Metode pelaksanaan program dilakukan secara partisipatif melalui tahapan persiapan, sosialisasi, pendaftaran, pelaksanaan cek kesehatan gratis (registrasi, pengukuran identitas, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu), edukasi interpersonal melalui konseling meja, tindak lanjut rujukan, serta evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan, di mana rata-rata skor melonjak dari 68,9 pada pre-test menjadi 90,8 pada post-test setelah diberikan edukasi singkat. Berdasarkan hasil skrining fisik terhadap peserta, ditemukan bahwa 65,0% peserta memiliki tekanan darah normal, sedangkan 21,7% mengalami pre-hipertensi, dan 13,3% menderita hipertensi klinis. Untuk parameter kadar gula darah sewaktu (GDS), sebanyak 90,0% peserta berkategori normal dan 10,0% teridentifikasi mengalami hiperglikemia.