Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Identifikasi Tingkat Pengetahuan Pasien di Apotek Kedungwuluh Terhadap Swamedikasi Obat Analgesik Devi Andiani Putri; Edwar Randi Wibowo
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 22 No 2 (2026): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swamedikasi merupakan upaya pengobatan mandiri tanpa resep dokter yang umum dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan ringan, termasuk nyeri. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai obat analgesik dapat meningkatkan risiko Drug Related Problem (DRP) seperti efek samping, ketergantungan, atau interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi analgesik serta faktor-faktor yang memengaruhinya di Apotek Kedungwuluh. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 125 responden berusia 18–65 tahun yang melakukan swamedikasi analgesik. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai aspek indikasi, aturan pakai, efek samping, rute pemberian, bentuk sediaan, dan penyimpanan analgesikKesimpulan menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki pengetahuan yang baik terkait swamedikasi analgesik, namun edukasi dari tenaga kefarmasian tetap diperlukan untuk meningkatkan penggunaan obat yang aman dan rasional.
Evaluasi Rasionalitas Peresepan dan Penggunaan Obat Antiepilepsi pada Pasien Epilepsi Poli Saraf Fara Rosvita; Anwar Rosyadi; Edwar Randi Wibowo; Devi Andiani Putri
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 22 No 1 (2026): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Epilepsi merupakan gangguan neurologis kedua tertua setelah stroke yang memerlukan terapi jangka panjang dengan Obat Antiepilepsi (OAE). Penggunaan OAE harus rasional untuk mencegah efek samping dan mencapai tujuan terapi yang optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi rasionalitas peresepan dan penggunaan OAE pada pasien epilepsi poli saraf di RSU Aghisna Medika Sidareja periode Juli-Oktober 2024. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Data yang diambil dari rekam medik pasien epilepsi poli saraf. Evaluasi meliputi skrining administrasi, farmasetik, dan klinis, pola penggunaan OAE, serta rasionalitas berdasarkan parameter 4T (tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 189 pasien, mayoritas berjenis kelamin perempuan (57,7%) dengan kelompok usia terbanyak adalah dewasa (20-44 tahun) sebesar (67,2%). Skrining resep menunjukkan kelengkapan kategori administrasi pada nama pasien (100%) dan kategori farmasetik pada nama obat (100%). Evaluasi rasionalitas menunjukkan ketepatan indikasi, pasien, dan obat sebesar 100%, sedangkan ketepatan dosis sebesar (92,1%). Monoterapi paling banyak digunakan adalah phenytoin (56,6%), sedangkan politerapi terbanyak adalah kombinasi phenytoin dan divalproex sodium (12,2%). Kesimpulan yang dapat diambil yaitu peresepan dan penggunaan OAE poli saraf di RSU Aghisna Medika Sidareja umumnya sudah rasional, namun masih terdapat ketidaktepatan dosis pada sebagian resep.
Evaluasi Pola Peresepan dan DRP pada Pasien Gagal Jantung di Poliklinik Jantung Rumah Sakit Umum Siaga Medika Purbalingga Anwar Rosyadi; Radifatu Fahri; Edwar Randi Wibowo
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 3 No. 8 (2026): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, Agustus 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/cendekia.v3i8.2894

Abstract

Heart failure is a cardiovascular disease with high morbidity and mortality rates and requires long-term therapy that generally involves the use of multiple medications. The complexity of therapy increases the risk of Drug-Related Problems (DRPs), therefore, evaluating prescribing patterns is necessary to support rational, safe, and effective drug use. This research aimed to evaluate drug prescribing patterns, identify the types and frequency of DRPs, and analyze the relationship between prescribing patterns and the incidence of DRPs in heart failure patients at the Heart Polyclinic of Siaga Medika Hospital, Purbalingga. The research used an observational analytical design with a retrospective approach. Data were obtained from medical records and prescription sheets of outpatient heart failure patients for the period April 2025. A total of 82 patients were selected using a purposive sampling technique. Evaluation of prescribing patterns refers to WHO prescribing indicators, while identification of DRPs is based on the American Society of Hospital Pharmacists (ASHP) classification using Medscape and Drugs.com. Analysis of the relationship between variables was performed using the Chi-Square test. The results showed an average number of medications per prescription of 4.20, 85.5% generic prescriptions, 0% antibiotic and injectable use, and 85.2% hospital formulary compliance. The most commonly prescribed drug classes were β-blockers (18.9%), diuretics (14.8%), and aldosterone antagonists (12.2%). A total of 83.4% of drug selections were appropriate, while 16.6% were inappropriate. Potential drug interactions were found in 77.0% of drug items according to Medscape and 77.9% according to Drugs.com. There was a significant relationship between the percentage of generic prescriptions and hospital formulary compliance with the potential for drug interactions (p<0.05). In general, prescribing patterns met most indicators of rational drug use, but the high potential for drug interactions indicates the need for ongoing therapy monitoring through collaboration between pharmacists and physicians.